Salin Artikel

Studi: Tes Darah Bisa Prediksi Penyakit Rematik

KOMPAS.com - Rheumatoid arthritis atau awam menyebutnya rematik adalah kondisi kelainan autoimun yang menyebabkan peradangan nyeri yang memengaruhi sendi dan gejala lainnya.

Ada berbagai macam perawatan untuk membantu mengurangi rasa sakit dan kekauan sendi, namun belum ada cara mengobati rheumatoid arthritis.

Pasien akan mengalami rasa nyeri atau bengkak yang menyakitkan dan sulit diprediksi dokter.

Namun berdasarkan studi terbaru teridentifikasi apa yang disebut sel PRIME di dalam aliran darah pasien sebelum pembengkakan terjadi.

"Studi ini benar-benar menarik bagi kami. Tampaknya studi ini dapat mengubah paradigma bagaimana kita mengobati rheumatoid arthritis," kata Dr. M. Elaine Husni, direktur Arthritis and Musculoskeletal Center di Cleveland Clinic.

Studi skala kecil dilakukan pada empat pasien rematik dengan metode pengumpulan sampel darah mereka selama satu hingga empat tahun.

Para peneliti menemukan sel PRIME pada 19 pasien tambahan yang diuji untuk melakukan validasi terhadap studi.

"Akan luar biasa jika pasien dapat mengetahui lebih dulu kapan mereka mungkin memiliki pembengkakan sehingga mereka dapat merencanakan rutinitas mereka."

"Sejauh ini, kami tidak memiliki apa pun yang dapat mengetahui kondisi nyeri atau bengkak pada pasien rheumatoid arthritis," kata Dr. Husni yang tidak terlibat dalam studi tersebut.

Para ilmuwan membekali pasien dengan finger stick (alat tes darah) untuk dibawa pulang ke rumah dan meminta mereka mengirim kembali sampel untuk analisis laboratorium, serta menyimpan catatan gejala yang mengarah ke pembengkakan.

Ilmuwan menemukan, sel-sel PRIME (mirip dengan sel yang ditemukan di tulang atau tulang rawan) mulai menumpuk di dalam aliran darah satu minggu sebelum rasa sakitnya meningkat, dan kemudian berkurang.

Dr. Husni mengatakan, ia berharap kemudahan pengumpulan sampel dapat membuat tes darah segera tersedia untuk mengetahui kemungkinan penyakit rheumatoid arthritis.

"Biasanya kita melakukan uji coba dengan obat untuk mengobati penyakit, tapi lewat finger stick (alat tes darah), kita dapat mengumpulkan tiga tetes darah per minggu dan mengirimkan sampelnya ke laboratorium," kata Dr. Husni.

"Pasien dengan rheumatoid arthritis dapat melakukan tes darah setiap minggu."

Peneliti utama Robert Darnell dari Rockefeller University dan timnya sedang melihat langkah-langkah selanjutnya, termasuk merekrut lebih banyak pasien untuk mempelajari sel PRIME lebih dekat dan apa perannya dalam mendeteksi rasa nyeri dan bengkak.

Sementara itu, Dr. Husni mengajak orang yang menderita rheumatoid arthritis untuk memahami kondisi tubuh mereka dan kemungkinan pemicu penyakit tersebut dengan memperhatikan kegiatan sehari-hari dan reaksi tubuh mereka.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/07/24/091000720/studi--tes-darah-bisa-prediksi-penyakit-rematik

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.