Salin Artikel

Kehidupan Sosial, Kunci Mencegah Depresi

Namun, bukan berarti kita tidak bisa mencegah kondisi tersebut.

Sebuah penelitian terbaru mengungkap, jika kita memiliki kehidupan sosial yang kuat, maka hal itu menjadi kunci untuk mencegah depresi.

Tim peneliti dari Massachusetts General Hospital (MGH) dan Harvard University melihat berbagai faktor yang terkait dengan risiko depresi.

Mereka lantas mengumpulkan data lebih dari 100.000 peserta di UK Biobank.

Faktor-faktor yang dimaksud dalam data tersebut antara lain pola tidur, aktivitas fisik, diet, interaksi sosial, dan penggunaan media.

Hasil penelitian ini diterbitkan pada hari Jumat (14/8/2020) di The American Journal of Psychiatry.

Di dalamnya, para peneliti menyimpulkan, bercerita kepada orang lain serta mengunjungi keluarga atau teman dapat melindungi kita dari depresi.

Mereka juga mengatakan, mengurangi duduk dalam waktu lama untuk menonton televisi -misalnya, dan tidur siang juga dapat membantu mencegah depresi.

"Faktor paling menonjol dari seluruh faktor ini adalah frekuensi komunikasi dengan orang lain."

"Tetapi juga kunjungan keluarga dan teman, yang menunjukkan efek perlindungan penting dari hubungan sosial dan kohesi sosial."

Demikian dikatakan Dr. Jordan Smoller, penulis studi senior dan kepala asosiasi untuk penelitian di MGH Department of Psychiatry.

"Faktor-faktor ini sekarang lebih relevan dibandingkan sebelumnya pada konteks jarak sosial dan berpisah dari teman dan keluarga."

Para peneliti mengatakan, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui alasan menonton televisi dapat menyebabkan depresi.

"Penelitian tambahan diperlukan untuk menentukan apakah risiko itu disebabkan oleh paparan media atau waktu di depan televisi menjadi alasan seseorang tidak bergerak."

"Kecenderungan untuk tidur siang dan penggunaan multivitamin secara rutin tampaknya terkait dengan risiko depresi."

"Namun, perlu lebih banyak penelitian untuk menentukan bagaimana hal ini dapat berkontribusi," kata Smoller.

Karmel Choi, peneliti di Department of Psychiatry  dan Harvard T.H Chan School of Public Health, serta penulis studi mengatakan, depresi adalah penyebab utama disabilitas di seluruh dunia.

"Hingga saat ini para peneliti berfokus pada sejumlah risiko dan faktor pelindung, hanya dalam satu atau dua domain," ujar Choi.

"Studi kami memberikan gambaran paling komprehensif sampai saat ini terkait faktor-faktor yang dapat diubah yang bisa memengaruhi risiko depresi."

Pendekatan para peneliti melibatkan dua tahap, termasuk pendekatan statistik untuk menemukan hubungan sebab akibat terkait risiko depresi.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/08/18/141840220/kehidupan-sosial-kunci-mencegah-depresi

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.