Salin Artikel

Apa Saja Persiapan Bersepeda Gunung bagi Pemula?

KOMPAS.com - Para penggemar sepeda gunung (mountain bike) tentu ingat pertama kalinya bersepeda di gunung, melintasi jalan berbatu-baru, sungai, dan jenis medan berbeda dari jalan raya.

Setiap medan terjal yang dilalui terasa tidak masuk akal dan menegangkan, namun hal itu juga menyenangkan jika kita telah mencobanya.

Buat kamu yang baru ingin mencoba bersepeda di gunung, kira-kira apa saja sih persiapannya? Simak ulasan berikut.

1. Gerakkan bagian tubuh saat melewati rintangan

Sepeda gunung diciptakan untuk melewati medan terjal, dan tugas kita adalah membiarkan sepeda menjalankan tugasnya dengan baik.

Caranya, buat tubuh kita rileks. Angkat bagian bokong dari sadel sepeda saat melintasi rintangan seperti akar dan bebatuan.

Semakin teknis medannya, semakin banyak ruang yang dibutuhkan sepeda untuk bergerak. Ketika melalui turunan curam, luruskan siku dan lutut sehingga tubuh kita menyesuaikan pergerakan sepeda, bukan melawannya.

2. Pertahankan momentum

Menjaga kecepatan atau bahkan meningkatkan kecepatan saat menemui medan yang menantang memudahkan kita bersepeda, karena ada satu hal yang paling dibutuhkan sepeda kita untuk terus melaju, yaitu momentum.

3. Pusatkan berat badan di titik tertentu

Kita akan melewati beberapa medan yang ekstrem saat bersepeda gunung, termasuk tanjakan dan turunan yang curam.

Saat menghadapi tanjakan yang sulit, pindahkan beban tubuh kita ke depan dan condongkan tubuh ke dekat setang (handlebar) untuk mempertahankan traksi.

Begitu pula saat kita menemukan jalur turunan yang curam. Pindahkan beban tubuh ke belakang sadel dan melewati roda belakang supaya kita tidak terlempar dari sepeda.

4. Tidak menekan tuas rem secara berlebihan

Ada kalanya kita membutuhkan rem saat melalui rintangan tertentu. Namun, kita tidak perlu menekan kedua tuas rem dengan kekuatan penuh agar sepeda berhenti.

Rem sepeda gunung relatif bertenaga sehingga kita hanya perlu satu atau dua jari untuk menekan tuas rem demi mengatur kecepatan sepeda kita.

Sesuaikan kecepatan sebelum menghadapi bebatuan dan belokan, lalu pertahankan kecepatan sepeda.

Jika kita berbelok dengan kecepatan tinggi, hindari rem depan (tuas rem sebelah kiri). Menghentikan ban depan akan membuat ban depan selip, dan kemungkinan besar badan kita melewati handlebar dan jatuh ke tanah.

Gunakan tuas rem sebelah kanan (rem belakang) sebagai gantinya. Kita bisa saja tergelincir, namun jauh lebih mudah bagi kita untuk mempertahankan sepeda agar tetap tegak.

5. Maksimalkan roda gigi pada sepeda

Jalur di perbukitan terdiri dari jalan datar, tanjakan, dan turunan. Karena itu, jika kita melihat tanjakan atau turunan terjal di depan, antisipasi perubahan medan tersebut dengan mengganti gir (shifting) lebih awal. Hal ini akan membantu kita menjaga momentum saat bersepeda gunung.

6. Atur suspensi

Rata-rata sepeda gunung saat ini memiliki suspensi di bagian depan dan belakang. Fungsi suspensi adalah mengurangi guncangan saat kita berada di atas sepeda. Namun, suspensi hanya berfungsi jika kita mengaturnya dengan tepat.

Kita bisa meluangkan waktu untuk belajar mengatur suspensi, terutama cara kerja suspensi yang memantul ke bawah dan kembali ke atas.

Ketahui pula cara mengunci dan membuka suspensi dengan benar agar kita terhindar dari kesalahan yang membuat sadel tidak nyaman diduduki akibat suspensi yang terlalu keras.

7. Tentukan jalur yang ingin dilalui

Menatap ke bebatuan yang tidak ingin kita lewati justru membuat kita berakhir menerjang bebatuan tersebut. Sebab, sepeda akan secara otomatis mengarah ke jalur yang diarahkan oleh mata.

Karena itu, lihat jalur atau rintangan yang sebenarnya ingin kita lalui. Usahakan posisi dagu rata, pandangan ke depan, dan gunakan penglihatan tidak langsung (yang jauh dari pusat pandangan) untuk menghindari rintangan yang tiba-tiba ada di depan kita.

Memakai helm khusus sepeda gunung akan melindungi kepala kita jika ada rintangan yang sulit dilewati dan membuat kita terjatuh.

8. Mengetahui perbaikan sepeda sederhana

Karena medan yang berat, masalah saat bersepeda cenderung lebih sering terjadi di jalur off road dibandingkan trotoar.

Ban tubeless telah membantu meminimalkan ban bocor, namun tidak menghilangkan kemungkinan tersebut. Sehingga, ketahui beberapa tindakan sederhana yang dapat kita lakukan jika ada bagian sepeda yang rusak.

Setidaknya, kita harus tahu cara memperbaiki ban bocor. Keterampilan lainnya yang perlu dimiliki termasuk memperbaiki rantai yang rusak dan mengganti derailleur hanger (pegangan gir di roda belakang) yang bengkok atau retak.

9. Bawa logistik dan perlengkapan lain

Bersepeda gunung memakan waktu lebih lama dari yang kita perkirakan, karena kita akan menerjang medan berat atau tersesat di tengah gunung.

Bawa lebih banyak makanan dan air daripada yang kita butuhkan. Selain itu, ingat bahwa kita tidak dapat mengandalkan orang lain untuk datang menjemput kita jika terjadi sesuatu saat bersepeda di gunung.

Selalu siapkan perlengkapan seperti ban dalam cadangan, pompa, dan perkakas. Dengan membawa perlengkapan yang dibutuhkan, kita akan lebih rileks dan bersenang-senang saat bersepeda gunung.


https://lifestyle.kompas.com/read/2020/08/19/111325220/apa-saja-persiapan-bersepeda-gunung-bagi-pemula

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.