Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Cegah Anemia, Ibu Hamil Perlu Konsumsi Tablet Tambah Darah

KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) menjelaskan, pemberian tablet tambah darah (TTD) setiap hari selama kehamilan dapat menurunkan risiko anemia maternal sebesar 70 persen.

Selain itu, pemberian TTD pada ibu hamil juga dapat menurunkan risiko anemia defisiensi besi sebesar 57 persen.

Dengan mengurangi risiko anemia, maka ibu hamil juga menurunkan risiko kelahiran prematur dan depresi pasca persalinan.

Meski demikian, ada panduan khusus bagi ibu hamil mendapatkan TTD di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu tercantum dalam Pedoman Pelayanan Gizi pada Masa Tanggap Darurat Pandemi Covid-19. 

Program pemberian TTD ibu hamil dilaksanakan saat pemeriksaan kehamilan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) sesuai jadwal kunjungan.

Kemudian, kunjungan rumah diprioritaskan untuk ibu hamil yang berisiko anemia dan belum mendapatkan TTD.

Selanjutnya, TTD juga bisa didapat dari bidan desa atau tenaga pengelola gizi melalui Fasyankes.

Namun, jika tidak dapat ke bidan, ibu hamil dapat meminta keluarga untuk membantu memperoleh TTD pada bidan desa atau tenaga gizi.

Tak hanya dari Fasyankes, Ibu hamil juga bisa mendapatkan TTD dengan cara membeli sendiri.

Bagi ibu hamil yang dalam pengawasan (ODP), terduga (PDP), dan positif Covid-19, pemberian TTD ditunda dan butuh konsultasi dokter.

Agar hasilnya maksimal, ibu hamil dianjurkan untuk meminum TTD dengan beberapa tips khusus.

Pertama, ibu hamil dapat mengkonsumsi TTD di malam hari sebelum tidur untuk mengurangi rasa mual.

Kedua, ibu hamil perlu mengimbangi dengan konsumsi makanan mengandung vitamin C agar penyerapan TTD lebih optimal.

Ketiga, saat ibu hamil meminum TTD, jangan dibarengi dengan susu, teh, kopi, tablet kalsium, atau obat mag.

Tanda dan dampak anemia pada ibu Hamil

Ibu hamil yang mengalami anemia biasanya memiliki ciri yang sering disebut dengan 5L, yaitu lesu, lelah, letih, lemah, dan lalai.

Gejala lainnya yakni, daerah wajah, karena kelopak mata, lidah dan bibir penderita anemia akan terlihat lebih pucat.

Disamping itu, ibu hamil biasanya juga akan sering pusing ditambah mata berkunang-kunang.

Jika beberapa ciri tersebut telah terjadi, ibu hamil perlu mengkonsultasikannya dengan dokter agar bisa segera ditangani.

Biasanya, dokter akan melakukan cek kadar Hemoglobin (Hb). Pasien anemia atau ibu hamil bisa dikatakan anemia apabila kadar Hb dalam darah kurang dari 11 gram per desiliter.

Mulai sekarang, Genbest bisa mencari informasi lainnya mengenai seputar kesehatan bayi, remaja putri, ibu hamil, dan hal-hal yang berkaitan dengan pencegahan stunting lewat laman https://genbest.id/. Yuk sadar stunting dimulai dari diri sendiri.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/10/03/134049020/cegah-anemia-ibu-hamil-perlu-konsumsi-tablet-tambah-darah

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.