Salin Artikel

7 Masalah Kesehatan yang Terjadi Akibat Senang Minum Soda

KOMPAS.com - Minuman bersoda seperti soft drink termasuk minuman favorit banyak orang. Tapi seperti yang diketahui, ini bukanlah jenis minuman sehat.

Banyak hal yang membuat minuman bersoda berdampak buruk bagi kesehatan. Berikut ulasannya.

1. Membuat gula darah melonjak

Satu kaleng soft drink biasanya mengandung 39 gram gula. Kandungan gula ini sangat tinggi mengingat batas konsumsi gula harian ialah 50 gram.

Terlebih saat minum soft drink, sebagian besar orang melakukannya sambil makan sesuatu. Apabila yang dimakan adalah makanan manis tentu jumlah asupan gula semakin bertambah.

Seperti diketahui, mengonsumsi makanan dan minuman manis dapat menyebabkan kadar gula darah naik.

Di sisi lain, kandungan sirup jagung fruktosa pada soft drink terbilang tinggi. Ini dapat menyebabkan gula darah melonjak yang memiliki efek samping jangka panjang.

Suatu penelitian di jurnal Circulation menemukan, mengonsumsi minuman yang dimaniskan dengan gula berkaitan dengan timbulnya diabetes tipe 2.

Oleh karenanya, sering minum soft drink bisa meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2. Apalagi jika diminum setiap hari.

2. Menambah berat badan

Selain tinggi gula, soft drink juga tinggi kalori. Jumlahnya bisa mencapai 140 kalori.

Kedua faktor ini dapat menambah berat badan apabila soft drink dikonsumi dalam jangka panjang.

Suatu studi di The American Journal of Clinical Nutrition menemukan, minuman yang dibuat dengan sirup jagung fruktosa tinggi ternyata terkait dengan obesitas.

Lebih baik perbanyak minum air mineral. Selain lebih sehat, juga rendah kalori sehingga menjaga berat badan tetap ideal.

3. Menyebabkan masalah kulit

Terlalu sering minum soft drink bisa membuat jerawat bertambah banyak. Hal ini dibuktikan oleh suatu penelitian 2019.

Penelitian tersebut menemukan, partisipan yang sering minum soft drink, teh manis, dan minuman rasa buah cenderung mengalami jerawat sedang hingga parah.

Terutama jika asupan gula dari minuman bersoda melebihi 100 gram per hari. Gula adalah makanan yang menyebabkan peradangan termasuk di kulit.

4. Merusak gigi

Menurut suatu penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Dentistry, minuman soda berwarna yang lebih gelap dapat menodai permukaan gigi.

Selain itu, soft drink juga dapat menyebabkan erosi gigi. Menurut American Dental Association gula merupakan penyebab utama kerusakan gigi.

Gigi yang rusak membuat seseorang kurang percaya diri untuk tersenyum. Tentu ini memengaruhi penampilannya di muka umum.

5. Mengganggu waktu tidur

Suatu studi di Sleep Health menemukan, tidur singkat dikaitkan dengan asupan soda manis berkafein yang lebih banyak.

Dari 18 ribu peserta, mereka yang minum soda manis berkafein hanya tidur lima jam atau kurang.

6. Meningkatkan risiko kematian dini

Suatu penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Internal Medicine menemukan, minuman dengan pemanis buatan seperti soft drink meningkatkan risiko kematian dini hingga 26 persen.

Penelitian ini mengikuti 450 ribu orang Eropa selama rentang waktu 16 tahun dan melacak tingkat kematian para partisipan

Studi lain yang diterbitkan di Circulation menemukan, walau hanya mengonsumsi minuman bersoda 12 ons sehari dapat meningkatkan risiko serangan jantung hingga 20 persen.

Hal ini dikarenakan soda memiliki sifat inflamasi.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/11/06/110748420/7-masalah-kesehatan-yang-terjadi-akibat-senang-minum-soda

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.