Salin Artikel

6 Posisi Tidur Terbaik Ketika Menderita Sakit Punggung Bawah

KOMPAS.com - Sakit punggung bagian bawah tidak hanya mempengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang, tetapi juga mengganggu kualitas tidurnya.

Salah satu aspek yang perlu diperhatikan ketika kita menderita sakit punggung adalah posisi tidur.

Dilansir Medical News Today, posisi tidur yang buruk dapat memperburuk rasa sakit yang ada, bahkan bisa menyebabkan sakit punggung itu sendiri.

Sebab, posisi tertentu dapat memberikan tekanan yang tidak perlu pada leher, pinggul dan punggung.

Penting untuk menjaga lekuk alami tulang belakang saat berbaring di tempat tidur.

Setiap orang tidur dengan cara yang berbeda, jadi ada berbagai pilihan untuk orang yang ingin tidur lebih nyenyak dan mengurangi sakit punggung.

Apa saja posisi tidur terbaik untuk mengatasi nyeri punggung bawah?

1. Telentang
Secara umum, berbaring telentang dianggap sebagai posisi tidur terbaik untuk punggung yang sehat.

Posisi ini dapat mendistribusikan bobot secara merata ke seluruh permukaan terbesar tubuh.

Posisi ini juga meminimalisasi titik-titik tekanan dan memastikan keselarasan pada kepala, leher dan tulang belakang.

Meletakkan bantal kecil di bawah lutut dapat memberikan dukungan tambahan dan membantu menjaga lekukan alami tulang belakang.

Untuk penopang ekstra, isi celah di antara badan dan kasur dengan bantal tambahan, seperti di bawah punggung bagian bawah.

2. Tidur menyamping
Meskipun berbaring miring adalah posisi tidur yang populer dan nyaman, posisi ini dapat menarik tulang belakang keluar dari posisinya dan bisa membebani punggung bawah.

Memperbaikinya cukup mudah.

Siapa pun yang tidur miring dapat dengan mudah meletakkan bantal yang kokoh di antara kedua lutut.

Posisi ini akan mengangkat kaki bagian atas, yang mengembalikan keselarasan alami pinggul, panggul, dan tulang belakang.

Untuk penopang ekstra, isilah celah antara badan dan kasur dengan lebih banyak bantal, terutama di bagian pinggang.

Untuk menjaga punggung tetap sejajar, kita bisa pula memeluk bantal besar atau guling di dada dan perit.

3. Posisi janin
Bagi penderita hernia diskus, posisi janin yang meringkuk dapat meredakan nyeri ketika tidur di malam hari.

Sebab, berbaring miring dengan lutut terselip ke dada dapat mengurangi tekukan tulang belakang dan membantu membuka persendian.

4. Tengkurap dengan bantal di bawah perut
Berbaring tengkurap biasanya dianggap sebagai postur tidur yang paling buruk.

Namun, bagi mereka yang kesulitan tidur dengan posisi lain, menempatkan bantal ramping di bawah perut dan pinggul bisa membantu meningkatkan kesejajaran tulang belakang.

Tidur tengkurap juga dapat bermanfaat bagi penderita hernia diskus atau penyakit cakram degeneratif.

5. Tidur tengkurap menghadap bawah
Salah satu alasan lain mengapa tidur tengkurap dianggap buruk karena kepala biasanya menoleh ke satu sisi.

Posisi ini dapat memelintir tulang belakang dan memberi tekanan tambahan pada leher, bahu dan punggung.

Untuk menghindarinya, cobalah berbaring telungkup.

Buatlah agar bantal kecil yang kuat atau handuk yang digulung rapat digunakan sebagai penopang menopang dahi, memberikan ruang untuk bernapas.

Hal ini harus dilakukan selain meletakkan bantal di bawah perut.

6. Tidur bersadar
Tidur dalam posisi bersandar dapat bermanfaat bagi nyeri punggung bawah, terutama pada orang dengan spondylolisthesis isthmic.

Jika merasa lebih nyaman secara signifikan ketika beristirahat di kursi malas, mungkin ada baiknya berinvestasi di tempat tidur yang posisinya dapat disesuaikan.

Kapan perlu ke dokter?
Siapa pun yang merasa nyeri punggungnya lebih parah atau memburuk, terutama setelah jatuh atau cedera, harus berkonsultasi dengan dokter.

Konsultasi juga diperlukan jika mengalami rasa sakit yang semakin parah setelah istirahat atau pada malam hari.

Selain meminta saran tentamg posisi tidur dan spesifikask bantal atau kasur yang tepat, dokter dapat memberikan nasihat medis untuk kondisi lainnya ketika sakit punggung.

Terutama jika sakit punggung disertai dengan salah satu dari kondisi berikut:

  • Demam.
  • Nyeri dada.
  • Mati rasa di area kaki, bokong atau selangkangan.
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Kehilangan kontrol pada kandung kemih atau usus.
  • Penurunan berat badan yang tidak terduga.

Jika sakit punggung menyebabkan kurang tidur jangka panjang, cobalah untuk bertanya pada dokter tentang pilihan pengobatan dan perubahan gaya hidup untuk memperbaiki gejala dan membantu mendapatkan istirahat yang lebih baik.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/11/08/083158220/6-posisi-tidur-terbaik-ketika-menderita-sakit-punggung-bawah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.