Salin Artikel

Ukuran Penis Ternyata Bisa Menyusut, Ketahui 6 Penyebabnya

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di BJU International menemukan bahwa ras atau etnis sebetulnya tidak memengaruhi ukuran penis seseorang.

Penelitian tersebut menemukan ukuran penis rata-rata dapar dikategorikan dalam kisaran berikut:

  • Panjang rata-rata penis yang lembek: 9,16 cm.
  • Panjang rata-rata penis yang meregang: 13,24 cm.
  • Panjang rata-rata penis yang ereksi: 13,12 cm.
  • Panjang rata-rata lingkar penis yang lembek: 9,31 cm.
  • Panjang rata-rata lingkar penis yang ereksi: 11,66 cm.

Kebanyakan pria amat peduli dengan ukuran penisnya.

Fakta bahwa penyusutan penis bisa terjadi mungkin berpotensi menimbulkan kekhawatiran pada beberapa pria.

Dilansir Medical News Today, penyusutan penis merupakan penurunan ukuran penis.

Penyusutan terkadang bersifat permanen, dan di lain waktu kondisi tersebut adalah hasil dari masalah yang dapat diobati atau karena kebiasaan gaya hidup.

Sebelum khawatir berlebihan, ada baiknya memahami terlebih dahulu penyebab terjadinya penyusutan penis, di antaranya:

1. Penuaan
Seiring bertambahnya usia, timbunan lemak menumpuk di arteri yang menyebabkan aliran darah ke penis berkurang.

Kondisi ini menyebabkan sel-sel otot di saluran ereksi di dalam penis menjadi lebih lemah.

Saluran tersebut dapat menyebabkan ereksi pada pria ketika membesar karena darah.

Jadi, lebih sedikit aliran darah berarti ereksi yang lebih kecil atau lebih sedikit.

Alasan lain yang memungkinkan terjadinya penyusutan penis adalah penumpukan jaringan parut yang disebabkan oleh cedera kecil selama bertahun-tahun akibat seks dan olahraga.

Akumulasi jaringan parut ini memengaruhi jaringan ereksi yang bertekstur seperti spons pada penis, menyebabkan penis menyusut dan ukuran ereksinya terbatas.

2. Kenaikan berat badan
Kenaikan berat badan, terutama di sekitar perut, perlu menjadi perhatian bagi para pria seiring bertambahnya usia.

Meskipun penis pria mungkin tampak lebih kecil akibat penambahan berat badan, namun penis sebetulnya tidak menyusut.

Alasan mengapa penis terlihat lebih kecil adalah karena penis menempel pada dinding perut, dan ketika perut mengembang, penis akan tertarik ke dalam.

Jika seorang pria kehilangan berat badan, penis akan mendapatkan kembali bentuknya dan kembali ke ukuran biasa.

3. Bedah prostat
Penelitian menunjukkan, pria yang pernah menjalani operasi pengangkatan kelenjar prostat kanker (prostatektomi radikal) mungkin mengalami sedikit penyusutan penis.

Sebuah laporan dalam International Journal of Impotence Research menemukan bahwa 71 persen pria yang menjalani prostatektomi radikal mengalami penyusutan penis.

Tetapi para peneliti tidak begitu tahu mengapa penyusutan terjadi setelah prostatektomi radikal.

Beberapa peneliti berpikir itu mungkin berkaitan dengan memendeknya saluran kencing, yang terhubung ke kandung kemih, selama prostatektomi.

4. Penyakit peyronie
Pada penyakit peyronie, jaringan parut fibrosa berkembang di dalam penis, yang menyebabkan penis bengkok saat ereksi.

Sering kali, ereksi melengkung tak perlu dikhawatirkan, tetapi bagi beberapa pria bengkokan itu mungkin terasa signifikan atau menyakitkan.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), Peyronie dialami hingga 23 persen pria berusia 40-70 tahun.

Kemungkinan ada lebih banyak pria yang mengalami kondisi ini, tetapi belum melaporkannya ke dokter karena merasa malu.

Peyronie berkembang seiring bertambahnya usia.

Namun, penyakit ini mulai terlihat dialami pria berusia sekitar 30 tahun.

Peyronie dapat menyebabkan penurunan panjang dan lingkar penis pria.

Pada kebanyakan kasus, peyronie dapat menghilang dengan sendirinya, tetapi kondisi itu bisa menetap atau bahkan menjadi lebih buruk.

Dokter hanya akan mempertimbangkan pengobatan jika bengkokan itu menyakitkan atau mencegah hubungan seksual.

Pembedahan dapat dilakukan untuk mengangkat jaringan parut yang menyebabkan penyusutan, pembengkokan atau nyeri.

5. Obat-obatan
Beberapa obat dapat menyebabkan penyusutan penis, termasuk Adderall, yang diresepkan untuk defisit perhatian atau hiperaktif, beberapa antidepresan dan antipsikotik, serta beberapa obat yang diresepkan untuk mengobati prostat yang membesar

Sebuah studi tahun 2012 yang dilaporkan dalam Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa beberapa pria yang menjadi subjek studi menggunakan finasteride untuk mengobati prostat yang membesar.

Mereka kemudian melaporkan ukuran penis yang lebih kecil dan sensasi yang berkurang.

Studi lainnya di tahun 2014 yang dilaporkan dalam jurnal Urology menemukan, 41 persen pria yang memakai dutasteride untuk pengobatan prostat yang membesar mengalami beberapa bentuk disfungsi seksual.

6. Merokok
Bahan kimia dari rokok dapat melukai pembuluh darah di penis serta menghambat penis terisi darah dan meregang.

Terlepas dari rangsangan dan pengaruhnya terhadap otak, jika pembuluh darah rusak, penis tidak akan mencapai ereksi.

Menurut BBC, sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1998 oleh Boston University of Medicine meneliti penis yang ereksi dari 200 pria.

Hasil penelitian tersebut menemukan, perokok memiliki penis ereksi yang lebih pendek dibandingkan dengan pria yang tidak merokok.

Para peneliti meyakini, hal itu disebabkan karena merokok menghambat aliran darah dan mencegah penis meregang, yang pada akhirnya dapat mengurangi panjang penis.

Menurut sebuah studi tahun 2017 yang dilaporkan di BJU International, merokok juga berkaitan dengan disfungsi ereksi.

Disfungsi ereksi memengaruhi kemampuan pria untuk mempertahankan ereksi, dan merokok juga dapat mencegah ereksi.

Mengatasi penyusutan penis
Kabar baiknya, menurut Very Well Health, kebanyakan pasangan tidak peduli dengan ukuran penis, dan di beberapa kasus, ukuran penis yang terlalu besar justru bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada pasangan.

Jadi, penyusutan penis mungkin bisa membuat Anda stres, terutama jika itu adalah kejadian yang benar-benar tak terduga.

Namun, berhentilah merasa insecure karena ada banyak faktor yang bisa menentukan kepuasan kehidupan seks seseorang, dan ukuran penis mungkin tidak termasuk di dalamnya.

Meski begitu, ada beberapa cara yang bisa Anda upayakan:

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/11/19/220000420/ukuran-penis-ternyata-bisa-menyusut-ketahui-6-penyebabnya

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.