Salin Artikel

Kabar Baik dari Vaksin Oxford untuk Lawan Infeksi Covid-19

Banyak pihak dari berbagai negara berupaya keras untuk menciptakan "tameng" pelindung dari infeksi virus SARS-CoV-2.

Kini, salah satu harapan datang dari Inggris.Hasil penelitian lanjutan dalam upaya pengembanganvaksin Oxford dikabarkan menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Sebab, vaksin tersebut ternyata menunjukkan respons kekebalan yang lebih kuat pada orang berusia 60-70 tahun.

Temuan ini tentu meningkatkan harapan bahwa vaksin tersebut dapat melindungi kelompok usia yang justru paling berisiko terkena virus corona.

Pada kesimpulan dalam penelitian tahap kedua yang terbit dalam jurnal Lancet, peneliti memberikan vaksin kepada 560 sukarelawan dewasa yang sehat.

Selanjutnya, dalam tahap ketiga, peneliti juga menguji apakah vaksin dapat menghentikan orang mengembangkan Covid-19 yang lebih besar.

Hasil awal dari tahap penting ini diharapkan bisa segera dipublikasikan dalam beberapa minggu mendatang.

Selain itu, dalam jangka panjang kemungkinan vaksin ini bisa lebih mudah diluncurkan karena tidak perlu disimpan pada suhu yang sangat dingin.

Pemerintah Inggris dikabarkan telah memesan lebih banyak vaksin Oxford yang diproduksi oleh AstraZeneca.

Jumlah pemesanan Pemerintah Inggris -seperti diberitakan BBC, mencapai 100 juta dosis.

Angka tersebut terbilang tinggi, jika dibandingkan dengan pemesanan vaksin Pfizer-BioNTech yang hanya 40 juta dosis, dan vaksi Moderna sebanyak lima juta dosis.

Uji coba vaksin

Pemimpin dalam penelitian di Universitas Oxford, Prof Andrew Pollard mengaku sangat senang dengan hasil tersebut. 

Namun, tentang pertanyaan apakah vaksin ini mampu melindungi orang dari infeksi Covid-19, Andrew merasa penelitian ini belum sampai ke sana.

Dia mengatakan, masih akan ada beberapa data yang dirilis sebelum Natal. 

Andrew juga memberi klarifikasi, bahwa tidak ada persaingan dengan vaksin lain.

Menurut dia, segala upaya ini adalah tugas peneliti untuk menemukan sebanyak mungkin vaksin yang efektif melindungi manusia dari Covid-19.

"Kami akan membutuhkan semuanya untuk melindungi orang-orang di seluruh dunia," ungkap Andrew.

Dia menyebut, tantangan terberat dalam mengembangkan vaksin Covid-19, adalah menemukan vaksin yang sungguh memicu tubuh melawan virus -tanpa peduli berapa umur seseorang.

Dalam penelitian untuk vaksi Oxford terlihat, orang dewasa yang lebih tua, -usia 56-69 tahun dan lebih dari 70 tahun- memiliki kekebalan yang serupa dengan orang dewasa muda berusia 18-55 tahun.

Melindungi yang paling rentan

Seorang peninjau di Oxford Vaccine Group, Dr Maheshi Ramasamy mengatakan, langkah selanjutnya adalah melihat apakah vaksin ini bisa diterjemahkan menjadi "tameng" dari Covid-19.

Dua minggu setelah dosis kedua diberikan, lebih dari 99 persen peserta memiliki tanggapan antibodi yang menetralkan. Kondisi ini terjadi pada orang-orang dari segala usia.

Respons sel-T memuncak dua minggu setelah dosis pertama vaksin diberikan, -lagi-lagi  tanpa memandang usia.

"Respons antibodi dan sel T yang kuat terlihat pada orang tua dalam penelitian kami. Itu sangat menggembirakan," ujar Maheshi.

"Kami berharap, vaksin kami akan membantu melindungi kelompok yang paling rentan di masyarakat."

"Namun, penelitian lebih lanjut akan diperlukan sebelum kami dapat memastikannya," lanjut Maheshi.

Saat uji coba terhadap orang-orang lanjut usia (lansia), responden juga cenderung tidak mengalami efek samping yang biasanya terjadi.

Relawan dalam uji coba itu dikelompokkan dan diberi satu atau dua dosis vaksin. Reaksi sistem kekebalan mereka dinilai pada hari mereka mendapat suntikan vaksin.

Kemudian satu, dua, dan empat minggu setelah kedua dosis diberikan.

Vaksin Oxford dibuat dari versi lemah virus flu biasa -dikenal sebagai adenovirus, dari simpanse, yang telah dimodifikasi sehingga tidak dapat tumbuh pada manusia.

Penelitian vaksin ini dimulai pada bulan Januari, dan dikembangkan dalam waktu kurang dari tiga bulan.

Kemudian vaksin ini memulai uji coba pada manusia yang pertama di Eropa pada bulan April lalu.

Nah, untuk uji coba vaksin fase tiga akan melihat seberapa efektifnya melindungi orang dari Covid-19 dimulai pada akhir Agustus, dan masih berlanjut sampai sekarang.

Ketika data dari tahap ini dikirim kepada regulator, diteliti, dan disetujui, barulah vaksin dapat memeroleh "lampu hijau" untuk digunakan pada orang di seluruh dunia.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/11/21/091704220/kabar-baik-dari-vaksin-oxford-untuk-lawan-infeksi-covid-19

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.