Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Cerita Sneaker Lokal Maha Nagari Patrobas yang Harganya Melangit

Sneaker bernama Maha Nagari itu resmi dirilis hari ini, Senin (23/11/2020).

Ada keunikan dan makna mendalam dari sneaker yang desainnya bergambar motif Batik Asmat Papua.

Maha Nagari diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya 'Negara yang Besar'. Selain itu, sneaker ini dapat berubah warna di bagian lukisan batik

Pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, lukisan batik berwarna coklat tua. Sedangkan jika suhunya di atas 30 derajat Celsius, maka warnanya menjadi merah.

Debby mengartikan hal ini sebagai simbol keberagaman di Tanah Air. Walaupun banyak perbedaan di tengah masyarakat, intinya tetap satu yaitu Indonesia.

"Warna coklat tua itu gelap sebagai simbol perbedaan. Lalu ketika lukisan berubah warna menjadi merah, sepatu jadi terlihat merah putih yang menunjukkan Indonesia."

Demikian yang diungkap Debby saat dihubungi Kompas.com, Senin (23/11/2020).

Debby menambahkan, awal mula kolaborasi ini juga dimaksudkan untuk memeringati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus lalu.

Saat itu, pihak Patrobas mengajak Debby berkolaborasi mendesain sneaker yang ada sentuhan motif batik namun yang belum pernah dibuat sebelumnya.

Memang perempuan asal Bandung itu sudah beberapa kali mendesain sneaker dengan motif batik. Namun kebanyakan motif batik dari Pulau Jawa, seperti megamendung dan parang.

"Jadi aku ngulik tentang batik dan ambil yang di luar Pulau Jawa biar sekalian mengenalkan. Kebanyakan masyarakat 'kan tahunya motif batik yang dari Pulau Jawa," tambah Debby.

Akhirnya dipilihlah motif Batik Asmat dari Papua. Motif itu dirasa cocok dengan sneaker yang hendak Debby desain. Kebetulan dia mendambakan motif yang berpola.

Selain itu, motif batik juga terlihat elegan. Cocok dengan tema sneaker yang ingin dibuatnya.

Kebetulan, Debby memang mengaku ingin sneaker yang elegan. Bahkan ia mengubah beberapa material pada sneaker tersebut.

Sebut saja bahan kanvas yang diganti menjadi suede. Lalu shoe lace yang tadinya round menjadi flat.

"Akhirnya pas dirilis 17 Agustus kemarin banyak yang suka dan minta diperbanyak. Dari permintaan itu aku sama Patrobas ngobrol lagi," kata Debby.

Debby mengaku membutuhkan waktu 14 hari untuk mendesain keseluruhan sneaker. Sebab ia melukis sneaker seorang diri satu per satu.

Kesulitan yang Debby alami bukan karena harus melakukan hand painting dalam jumlah banyak. Namun, kesulitan muncul karena bahan yang digunakan pada sneaker.

"Sneaker ini 'kan materialnya jadi suede, berbulu. Jadi enggak bisa salah kalau gambar, enggak bisa sketsa, harus sekali jadi langsung bagus," tambah dia.

Ini menjadi tantangan bagi Debby untuk melukis dengan sangat hati-hati, agar hasilnya rapi.

Uniknya, sebelum sepatu resmi dirilis, di marketplace lain seperti Shopee, sudah ada juga yang menjual dengan sistem pre-order, dengan harga menjadi dua kali lipat.

"Saya kaget banget, enggak nyangka, berarti memang antusiasnya tinggi. Bahkan beberapa jam sebelum dirilis ada yang jual," kata Debby.

Walau kaget, namun Debby mengaku paham bahwa sekarang ini memang banyak barang yang dijual dengan harga "melangit" apabila jumlahnya terbatas.

Di sisi lain, Debby mengakui ada yang meminta sneaker yang ia desain di-restock. Sebab penjualannya di masa 'tanggung bulan'.

Namun, ada pula yang meminta jangan di-restock dengan alasan kelangkaan dan keunikan.

"Jadi saat ini apakah sneaker akan di-restock atau tidak belum tahu, lihat dulu rilis gimana. Enggak menutup kemungkinan juga di-restock," kata Debby.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/11/23/192656020/cerita-sneaker-lokal-maha-nagari-patrobas-yang-harganya-melangit

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.