Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kleptomania pada Anak Ganggu Fungsi Psikologis, Apa Solusinya?

Meski bukan kondisi yang membahayakan keselamatan jiwa, perilaku kleptomania bisa mengganggu fungsi psikologis, terutama pada anak-anak.

Nah, sebagian besar anak-anak yang didiagnosis mengalami gangguan kleptomania cenderung tidak memiliki teman, atau tidak ada yang mau berteman.

Kondisi ini tercipta -salah satunya, karena perilaku yang dianggap meresahkan.

"Yang pasti sih akan ada penghakiman atau judgemental secara sosial. Apalagi di lingkungan yang belum begitu memahami kondisi kleptomania itu seperti apa."

Demikian penuturan psikolog anak yang berpraktik di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok, Ratih Zulhaqqi, SPsi, MPsi ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (24/11/2020).

Menurut Ratih, penghakiman yang diterima anak-anak dengan gangguan kleptomania tentu saja akan membuat harga diri atau self esteem mereka menurun.

"Akhirnya fungsi psikologis dalam kehidupannya juga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal."

"Jadi, anak yang kleptomania harus segera mendapatkan penanganan yang tepat," ungkap Ratih.

Kendati demikian, Ratih menyebut, kleptomania tidak bisa dikategorikan sebagai tindakan kriminal, karena merupakan bentuk gangguan mental.

Ratih mengungkapkan, terkadang anak-anak yang memiliki gangguan kleptomania bahkan tidak sadar mereka telah mengambil barang milik orang lain.

"Bagi mereka mencuri barang sudah dianggap sebagai kejadian sehari-hari yang mungkin tidak melanggar sistem atau norma apa pun, karena ketidakmampuan menahan impuls," ujar dia.

"Sehingga mereka tidak mengetahui apa yang mereka lakukan itu bisa menimbulkan masalah yang besar," sambung Ratih.

Di samping itu, biasanya orang-orang kleptomania hanya mengambil barang-barang yang tidak ada nilai jualnya atau yang unik-unik saja.

"Jadi sesuatu yang memang tidak berharga," sebut dia.

"Saya pernah dapat pasien anak-anak yang kleptomania, dan dia sering mengambil jepit rambut temannya untuk dikumpulkan."

"Sampai rumah hanya dimasukan ke dalam kotak, tidak dipakai," ujar dia.

Setelah mencuri, orang-orang kleptomania biasanya akan merasakan kepuasan tersendiri karena keinginannya terpenuhi.

Maka dari itu, jika anak-anak sudah memunculkan gejala kleptomania, orangtua perlu membawanya berkonsultasi ke psikolog demi mendapatkan penanganan yang tepat.

Psikolog akan membantu mereka mengontrol impuls yang datang supaya tetap logis.

Kemampuan mengontrol impuls mencegah mereka memiliki dorongan untuk mengambil barang milik orang lain.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/11/24/195732620/kleptomania-pada-anak-ganggu-fungsi-psikologis-apa-solusinya

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke