Salin Artikel

Simak 5 Cara Mengendalikan Emosi di Masa yang Sulit

KOMPAS.com -  Di masa pandemi ini segala sesuatunya menjadi terasa berat dan terkadang membuat kita jadi emosi secara berlebihan.

Terlebih lagi, bagi orang-orang yang sudah memiliki anak dan harus bekerja di rumah. Wajar saja segala hiruk pikuk yang harus dilakukan memicu stres dan menyebabkan kemarahan yang memuncak.

Berangkat dari hal itu, seorang psikolog, Adam Borland, PsyD kemudian mencoba memberikan beberapa tips tentang mengelola emosi dan menahan rasa marah selama masa yang sulit ini.

1. Menarik napas dalam-dalam

Namun, ini bukan sembarang bernapas. Borland merekomendasikan bernapas melalui diafragma atau dikenal juga sebagai pernapasan perut.

Ini adalah jenis napas dalam yang membuat perut mengembang saat kita sedang menarik napas, dan mengecil saat menghembuskannya.

Berlatihlah menarik napas perlahan melalui hidung dan menghembuskannya secara bertahap melalui mulut.

Mungkin tampaknya terlalu sederhana untuk membantu kita mengendalikan emosi.

Akan tetapi, pernapasan diafragma melibatkan sistem saraf parasimpatis yang menenangkan saat kita merasa stres atau kesal.

Kita juga dapat meningkatkan pernapasan diafragma dengan visualisasi yang menenangkan. Coba lakukan sambil membayangkan kita sedang bersantai di pantai atau hutan.

2. Atasi stres dengan berolahraga

"Berjalan, menaiki tangga, dan apapun yang membuat kita bergerak lebih banyak dari sebelumnya akan sangat membantu," katanya.

Dia juga menyebut yoga dengan fokusnya pada perhatian dan pernapasan sebagai pereda stres yang ampuh.

"Beberapa orang meremehkan sarannya, tetapi jika mereka mencobanya, mereka akan menyadari bahwa itu sangat membantu," ujarnya.

Apalagi, internet dipenuhi dengan sumber daya dan video gratis untuk dapat membantu kita memulai yoga atau latihan yang bisa dilakukan di rumah selama masa pandemi.

3. Bersyukur

"Satu hal yang benar-benar saya fokuskan dengan pasien saya adalah gagasan tentang rasa syukur,” katanya.

"Saya pikir secara umum kita cenderung mengarah ke hal negatif dan kita sering mengabaikan hal-hal baik," sambung dia.

Cobalah membuat jurnal yang berisi ucapan rasa syukur atau menghubungi orang-orang terdekat untuk saling mengingatkan tentang hal-hal yang disyukuri secara teratur.

4. Perhatikan isyarat tubuh

Beberapa tanda pertama bahwa kecemasan atau kemarahan akan membanjiri kita akan terlihat pada tubuh kita.

Perhatikan isyarat ini. Kemudian coba gunakan beberapa keterampilan mengatasi emosi, seperti pernapasan diafragma.

"Jika kita dapat mengatasi gejala-gejala ini maka akan lebih mudah untuk menenangkan diri sendiri," terangnya.

5. Carilah bantuan

Salah satu cara sederhana untuk mengetahuinya adalah dengan bertanya pada diri sendiri apakah kita telah bertindak di luar kepribadian sebagai berikut.

  • Apakah kita biasanya berwatak lembut tetapi sekarang mengalami ledakan amarah?
  • Apakah kita biasanya orang yang dapat diandalkan tetapi sudah mulai kehilangan kepedulian karena kecemasan?
  • Apakah kita menghindari panggilan telepon dari teman atau keluarga karena suasana hati yang buruk?

Jika kita sedang mengalami perubahan ini, membicarakannya pada orang terdekat atau psikolog akan menjadi cara yang baik untuk membantu melepaskan emosi terpendam dan mempelajari keterampilan untuk menangani stres.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/11/27/110245420/simak-5-cara-mengendalikan-emosi-di-masa-yang-sulit

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.