Salin Artikel

Pahami, Pentingnya Latihan Kekuatan Otot bagi Perempuan

Ada pun jenis-jenis dari latihan kekuatan otot ini di antaranya yoga, calisthenics, suspension training, latihan beban, dan lain-lain.

Latihan kekuatan otot memang identik sebagai olahraga yang sering kali dilakukan oleh pria untuk membentuk massa otot.

Namun, latihan ini juga memiliki manfaat yang besar bagi perempuan.

Founder FitNest and Woman Fitness Specialist, Marcellina Leonora menjelaskan pentingnya melatih kekuatan otot bagi perempuan dalam seminar online melalui aplikasi Zoom, Sabtu (12/12/2020).

Memperlambat proses penuaan

Wanita cenderung mengalami penuaan lebih cepat dibandingkan dengan pria. Kenapa? Karena wanita akan berada pada kondisi perimenopause ketika sudah berusia di atas 40 tahun.

Nah, menopause menyebabkan hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh wanita menurun dengan drastis.

Alhasil, tulang maupun otot juga ikut melemah dan menimbulkan sejumlah risiko kesehatan.

Leony -demikian dia biasa disapa, mengatakan, hormon estrogen dan progesteron itu memiliki fungsinya masing-masing bagi tubuh.

Saat menopause terjadi, kedua hormon itu akan menghilang.

"Untuk ekstrogen sendiri tidak hanya berguna sebagai hormon yang membuat wanita menstruasi saja, tetapi membantu pembentukan tulang," kata Ketua Umum Asiosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI) ini.

"Jadi, tidak mengherankan apabila wanita yang sudah mengalami menopause lebih rentan terkena osteoporosis," sambung Leony.

Maka, dengan rutin melakukan latihan kekuatan ini akan memperlambat proses penuaan dan mencegah penurunan metabolisme tubuh secara drastis.

Manfaat lain dari latihan kekuatan adalah membuat otot semakin bagus dan tubuh dapat mengatur glukosa yang dikonsumsi setiap hari menjadi energi.

Otomatis, latihan kekuatan mengurangi potensi penyakit diabetes.

Memulai latihan kekuatan

Strength training sebaiknya dilakukan saat usia awal 20-30 tahun agar tulang dan otot tetap kuat meskipun sudah menginjak usia 40 tahun.

Namun, latihan kekuatan ini masih belum terlambat dilakukan oleh ibu-ibu yang sudah memiliki anak, bahkan lansia.

Banyak ibu-ibu yang mengeluhkan penampilan tubuhnya setelah memiliki anak karena menjadi lebih besar dari sebelumnya.

Hal ini terkadang membuat mereka tidak percaya diri dengan bentuk tubuh dan merasa sulit untuk mengembalikannya lagi dengan olahraga.

"Sebenarnya, para ibu sudah banyak melakukan pekerjaan rumah tangga yang merupakan aktivitas fisik non-exercise."

"Jika ditambah dengan latihan kekuatan, mereka tidak hanya mengurangi lemak, tetapi juga memlerkuat otot," kata dia.

Sementara itu, bagi wanita yang sudah lansia, latihan kekuatan tetap bisa dilakukan dimulai dari yang sederhana.

Misalnya, push up, yoga, atau angkat beban yang disesuaikan dengan kemampuan.

Leony lalu menyarankan, supaya kita memilih latihan kekuatan yang memang disukai, bukan karena ikut-ikutan orang lain.

Sebab, jika dipaksakan justru akan membuat stres dan membuat berat badan naik.

Selain itu, carilah teman atau komunitas yang sejalan dengan latihan kekuatan yang diinginkan karena bisa membuat kita lebih bersemangat untuk olahraga.

Mengubah pola hidup sehat

Latihan kekuatan sepertinya tidak akan efektif kalau tidak dibarengi dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat.

"Beberapa klien saya mengeluhkan, bahwa mereka sudaj rajin latihan dan olahraga tapi berat badan tetap sama saja. Kadang merasa kesakitan setelah olahraga," ungkapnya.

Ini mungkin disebabkan karena pola hidup yang kurang sehat seperti kualitas tidur yang buruk dan masih mengonsumsi karbohidrat yang berlebihan.

Dia menjelaskan, latihan kekuatan itu dapat merusak serat otot. Memiliki kualitas tidur yang baik adalah kunci memaksimalkan proses recovery otot pasca latihan.

Tidur yang cukup juga membantu kita mengatasi keinginan untuk mengonsumsi comfort food dan tinggi kalori namun rendah nutrisi.

"Kita juga harus menambahkan asupan protein harian. Normalnya yang disarankan WHO adalah 0,8 kali berat badan," ujar dia.

"Tapi kalau sudah mulai strength training 3-5 kali bisa ditingkatkan menjadi 1,8 sampai dua kali berat badan," lanjut dia.

Kebutuhan protein setiap orang pastinya akan berbeda-beda sesuai dengan berat badannya.

Oleh karena itu, selain melakukan latihan kekuatan, kita bisa berkonsultasi pada ahli gizi atau nutrisi tentang asupan yang baik.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/12/12/154355820/pahami-pentingnya-latihan-kekuatan-otot-bagi-perempuan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.