Salin Artikel

5 Sayur Hidroponik yang Mudah Ditanam, Cocok untuk Pemula

Menurut laman resmi Kementerian Pertanian RI, hidroponik adalah budidaya tanaman dengan memanfaatkan air sebagai media tumbuhnya dan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Bercocok tanam menggunakan cara ini dapat menjadi alternatif berkebun, terutama bagi orang-orang yang tidak memiliki lahan cukup luas.

Meski begitu, pemilik tanaman hidroponik tetap bisa mendapatkan hasil yang melimpah, lho. Terutama jika rajin melakukan perawatan tanaman-tanaman hidroponiknya secara intensif.

Bercocok tanam dengan sistem hidroponik memberikan banyak manfaat, seperti ramah lingkungan, lingkungan kerja lebih bersih, minim hama dan penyakit tanaman, serta dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Menurut buku "My Potential Business: Hidroponik Praktis", jika menanam hidroponik hanya untuk dijadikan sekadar hobi dan mempelajari teknik menanamnya, cobalah pilih jenis sayuran yang tahan serangan hama dan penyakit, seperti selada dan seledri.

Jenis tanaman tersebut juga cocok bagi Anda yang hanya punya lahan terbatas.

Sementara tanaman seperti paprika atau tomat cenderung memerlukan halaman yang lebih lega karena akan tumbuh menjalar ke atas.

Dosen di Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB University, Prof. Dr. Ir. Anas Dinurrohman Susila, MSi mengungkapkan dalam buku tersebut, dibandingkan dengan caisim, kangkung dan pakcoy, selada tergolong sayuran minim hama, terutama belalang.

Namun, jika Anda berencana menanam tanaman hidroponik untuk dipasok ke restoran atau rumah makan, Anda bisa memilih tanaman sayur seperti lettuce romaine.

Nah, beberapa tanaman sayur yang bisa ditanam dengan cara hidroponik dan cocok untuk pemula, antara lain:

1. Bayam
Bayam yang ditanam secara hidroponik terdiri dari dua jenis, yakni bayam berdaun hijau dan berdaun merah.

Bibit bayam relatif mudah berkecambah di lingkungan yang lembap. Dalam dua hingga tiga hari setelah semai, benih yang bagus akan mulai mengeluarkan tunas dan sekitar seminggu kemudian bibit dapat dipindahkan ke talang produksi.

Umur panen bayam hidroponik berkisar antara 20-25 hari dari pembenihan.

Ciri-ciri daun siap dipanen adaalah daunnya merekah sempurna dengan panjang daun dewasa 10-15 cm, tergantung jenis bayamnya.

2. Selada keriting
Ada berbagai macam selada. Namun, jenis yang paling banyak dibudidayakan antara lain selada daun longgar, selada kepala renyah dan selada romaine.

Selada keriting hijau masuk ke dalam jenis selada daun longgar.

Umumnya, pertumbuhan selada dewasa mencapai 65-130 hari setelah tanam.

Namun, selada yang dipanen hingga setua itu biasanya punya rasa pahit dan jadi tidak laku dijual.

Oleh karena itu, selada idealnya dipanen ketika usianya masih relatif muda. Pembiaran tanaman hingga dewasa hanya dilakukan untuk mendapatkan benih.

Umur panen selada berkisar antara 30-40 hari dari pembenihan.

Ciri-ciri tanaman siap dipanen adalah ketika daun dewasanya berwarna hijau cerah, lebar dan bergelombang.

Sama seperti selada keriting hijau, ada pula jenis selada keriting merah yang termasuk jenis selada daun longgar.

Bedanya, ketika sudah siap panen, daun selada keriting kerah akan menunjukkan bagian tepi warna merah yang lebih nyata ketimbang bagian dalamnya atau yang dekat dengan batang.

3.Kangkung

Namun, jenis yang ditanam secara hidroponik adalah kangkung darat.

Lama pembibitan kangkung kurang lebih selama tujuh hari. Setelah itu, Anda bisa memindahkan bibitnya ke tempat pembesaran atau produksi.

Jika ditanam pada media kerikil, benih bisa langsung ditebar sehingga tidak perlu dipindahkan. Namun, penyebarannya harus merata dan teratur agar tidak terbuang percuma.

Umur panen kangkung darat yang ditanam dengan cara hidroponik antara 20-25 hari dari waktu pembenihan.

Ciri-ciri kangkung siap dipanen adalah jika daunnya sudah berwarna hijau tua dan melebar terbuka membentuk segitiga.

4. Lettuce romaine

Ini merupakan varian lettuce yang tumbuh oval memanjang dengan ujung atas (kepala) yang makin melebar.

Varian daunnya mulai dari hijau terang, hijauu tua, bercak merah kecokelatan, hingga merah.

Penikmat kuliner Timur Tengah pasti sudah tidak asing dengan varian sayur ini di dalam menu salad.

Di Eropa, salad caesar memakai bahan utama lettuce romaine selain menggunakan bahan-bahan utama, seperti dressing minyak zaitun, perasan lemon, telur, dan merica hitam.

Umur panen lettuce romaine berkisar antara 30-49 hari.

Ciri-ciri daunnya sudah siap panen adalah berwarna hijau tua, bergelombang dan permukaannya kasar.

5. Sawi
Sawi memiliki batang yang cukup panjang. Oleh karena itu, jarak tanam untuk pehobi dengan instalasi beberapa lubang tanam sekitar 15 x 15 cm.

Sawi bisa dipanen beserta akarnya atau membuang akar hingga bagian pangkal.

Umur panen tanaman ini berkisar antara 22-30 hari.

Ciri-ciri tanaman sudah bisa dipanen adalah jika daunnya oval melebar, tangai daun hijau cerah dan relatif pendek.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/01/06/153000920/5-sayur-hidroponik-yang-mudah-ditanam-cocok-untuk-pemula

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.