Salin Artikel

Perhatikan, 5 Tanda Kamu Sudah Siap Nikah di Usia Muda

Kamu tidak pernah terlalu tua untuk menikah, meskipun ada kemungkinan untuk menikah dalam usia muda, ketika sebenarnya kamu belum siap.

Demikian diungkapkan Sheryl Paul, M.A., konsultan bergelar master dalam Konseling Psikologi dari Pacifica Graduate Institute, California, Amerika Serikat.

Sheryl adalah penulis buku The Wisdom of Anxiety: How Worry and Intrusive Thoughts Are Gifts to Help You Heal.

Dia jugatelah membimbing ribuan klien dari berbagai belahan dunia melalui praktik pribadi, buku-buku, dan juga pelatihan online serta lewat situs web. 

"Saya tak berhenti terkesima dengan banyak kebijaksanaan yang saya lihat pada anak-anak muda di jaman ini."

"Dari sana saya menjadi percaya bahwa kesiapan pernikahan tidak didasarkan pada usia kronologis, tetapi kebijaksanaan sejati," ungkap dia. 

Tanda siap menikah

Apakah kamu sedang berada dalam hubungan yang berkomitmen dan bertanya-tanya apakah kamu sudah cukup dewasa untuk menikah?

Lupakan soal usia, lalu pertimbangkan apakah hal-hal berikut ini terjadi pada dirimu?

Di bawah ini adalah sejumlah tanda bahwa kamu siap menikah, dan apakah kamu akan menikah pada usia 20 atau 60:tahun?

1. Memahami perbedaan antara cinta sejati dan cinta buta

Ketika kamu tergila-gila dengan seseorang, maka kamu berharap bisa merasakan cinta sepanjang waktu.

Kamu mengharapkan pasanganmu menjadi sempurna, sambil terus berharap perasaan "jatuh cinta" itu akan bertahan selamanya.

Ingat, hal tersebut bukanlah kenyataan. Sehingga, jika kamu masih berada dalam tahap cinta buta yang gila semacam itu, maka mungkin kamu belum siap untuk menikah. 

2. Siap bersedih akhiri masa lajang

Kamu sudah siap untuk melepaskan momen kencan pertama, ciuman pertama, dan sensasi mengejar atau dikejar gebetan?

Dalam mencari keputusan untuk menikah, maka kamu harus siap menutup kemungkinan untuk pasangan lain.

Kamu harus memahami apa artinya berkomitmen pada satu orang seumur hidup.

Hal ini terkadang sulit untuk dilakukan, pada usia berapa pun. Namun, membutuhkan perhatian khusus jika kamu belum memiliki banyak pengalaman dalam dunia kencan.

Dan, penting bagi kamu untuk meluangkan waktu demi bisa mengakui dan berduka bahwa kamu harus mengucapkan selamat tinggal pada status melajang. Siap?

3. Alasan menikah

Kamu memahami bahwa bukanlah tugas pasangan untuk memenuhi semua pengharapanmu.

Pernikahan tidak dimaksudkan untuk memberi jawaban atas semua masalah hidupmu.

Jadi, jika kamu ingin menikah dengan harapan pernikahan akan menyelesaikan masalah, maka yang terbaik adalah menunggu dan mengatasi masalah terlebih dulu.

Selain itu, jika kamu ingin menikah untuk menjauh dari orangtua, atau untuk sekadar melewati batasan agama tentang seks, maka lebih baik kamu menunda pernikahan.

Pernikahan bukanlah jalan keluar; ini adalah komitmen terbesar yang pernah kamu buat selain memiliki anak.

Sehingga, penting untuk benar-benar siap dan tidak hanya untuk lari dari masalah lain.

Pernikahan yang sehat membutuhkan dua orang yang sehat dan utuh berkumpul untuk belajar dan menumbuhkan kapasitas saling memberi dan menerima cinta.

Satu kebenaran tentang pernikahan adalah kita harus merasa sama amannya, berhasil, sukses, dan bebas terlepas dari apakah kita sudah menikah atau belum.

Kamu harus merasa puas dan lengkap, dengan atau tanpa pasanganmu.

4. Memiliki cara sehat dalam menangani konflik

Kamu dan pasangan dapat dengan mudah membicarakan topik yang sulit. Kamu mungkin bertengkar sesekali -itu normal-, tetapi kamu selalu menghormati satu sama lain.

Hingga, pada akhirnya dapat mencapai kompromi yang sehat.

Sadarilah, kurangnya komunikasi dapat mengikis hubungan dari waktu ke waktu, tidak peduli seberapa besar cinta yang kamu rasakan.

5. Selaras dalam nilai-nilai utama

Kamutidak harus menikmati hobi atau minat yang sama untuk memiliki pernikahan yang sehat.

Namun, kamu harus memiliki pandangan yang sama tentang agama, memiliki anak, uang, dan bagaimana menghabiskan waktu bersama keluarga.

Kamu bahkan -terkadang, tak mutlak harus memiliki agama yang sama, atau memiliki standar ekonomi yang sama, tetapi lebih dari itu, kamu perlu tahu bagaimana akan menangani masalah di masa depan dengan nilai-nilai utama dalam kesepahaman. 

Kesimpulan

Perhatikanlah lima poin di atas, lalu diskusikan dengan calon pasangan hidupmu. Sementara, jika kamu memang sudah menikah, tentu jawabannya akan tergambar langsung di benakmu. 

Ingat, kedewasaan seringkali bukan merupakan fungsi dari usia, melainkan tentang memiliki kebijaksanaan tertentu dan kemauan untuk mengambil tanggung jawab.

Orang-orang tertentu memiliki kualitas-kualitas ini pada usia muda, dan di sisi lain, orang-orang tertentu tidak pernah mencapainya sama sekali.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/02/10/103600620/perhatikan-5-tanda-kamu-sudah-siap-nikah-di-usia-muda

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.