Salin Artikel

5 Tips Pakai Masker "Bebas" Covid-19 untuk Para Pemilik Jenggot

Namun tidak demikian dengan para pria yang telah lama memelihara jenggot untuk penampilan mereka. Memakai masker bukanlah hal yang terlalu sederhana bagi mereka.

Sesungguhnya, keberadaan jenggot yang lebat bisa menjadi penghalang dan bahkan mengurangi efektivitas masker dalam membendung virus.

Kendati demikian memangkas janggut tentu merupakan pilihan yang sangat personal.

Sehingga, mungkin masih bisa dicari cara agar masker bisa bekerja efektif pada mereka yang berjenggot.

Jenggot dan masker tidak cocok

Jika kita mengibaratkan helaian rambut di wajah itu sebagai pakaian, maka jenggot lebih mirip dengan dengan sweater rajut ketimbang kaus katun yang ditenun rapat.

"Sweater rajut" tentu memiliki celah yang lebih leabr untuk partikel asing menyelinap, termasuk infeksi virus corona ke dalam mulut dan hidung kita.

Selain itu, mudah pula untuk dibayangkan bahwa jenggot akan memberikan ruang yang kurang rapat antara masker dan permukaan kulit. 

Juga, bisa menyebabkan masker tak duduk pada tempatnya. Jadi, ada kemungkinan kita harus menyentuh masker terus-menerus untuk memperbaiki posisinya.

“Masker tidak bisa bekerja sebaik yang seharusnya saat dipakai di permukaan wajah berjenggot,"

Ungkap Dr. Sten Vermund, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Yale, yang dikenal telah memelihara janggut lebatnya selama lebih dari 40 tahun. 

Dengan demikian, harus dipikirkan cara terbaik yang bisa memaksimalkan fungsi masker, meski digunakan pada wajah berjanggut. 

Alternatifnya antara lain adalah:

1. Merapikan jenggot

Mungkin mencukur jenggot bukan pilihan bagi sebagian orang, meski pandemi Covid-19 masih belum berakhir.

Jika demikian, mungkin langkah untuk merapikannya bisa menjadi pilihan yang bijak. Tujuannya adalah untuk mengurangi volume janggut, sehingga dapat ditampung dengan baik oleh masker.

Vermud pun melakukan langkah serupa. Dia langsung memodifikasi bentuk janggut lebatnya pada awal tahun 2020 ketika pandemi mulai terjadi. demi dapat memakai masker dengan baik.

2. Cari masker lebar

“Orang yang tidak menjalani profesi yang berisiko besar terjangkit Covid-19, tidak harus bercukur bersih janggutnya."

"Mereka hanya perlu mencoba menemukan masker yang cocok,” kata Dr. Monica Gandhi, profesor dan spesialis penyakit menular di University of California, San Francisco, AS.

Tujuannya sama, agar masker menempel pada kulit alih-alih rambut.

Jika bisa menemukan topeng yang cukup besar, kita dapat melupakan pemangkasan apa pun.

Ada beberapa model masker yang berbeda dari telinga ke telinga, dan yang menggunakan lipatan untuk "mengantongi" janggut di dalam.

Mungkin kita juga dapat menemukan masker dengan potongan tambahan untuk menutupi jenggot panjang, meskipun Gandhi mengatakan ini tidak perlu.

3. Kenakan dengan ketat

Selama kita bisa menyisakan ruang untuk bernapas dengan nyaman, semakin ketat ukuran masker akan semakin baik.

Kondisi semacam ini bisa menghilangkan celah sebanyak mungkin.

Mungkin, kita bisa mencoba menggunakan masker ganda, misalnya melapisi masker kain dengan masker bedah.

Atau, kita bisa menggunakan pantyhose yang ditarik ke bagian atas masker di wajah.

Namun, panas, kelembapan, dan kondensasi dari napas kemungkinan besar akan membuat masker yang ketat menjadi tidak nyaman.

Jadi, pastikan untuk beristirahat dengan aman, ketika saatnya memungkinkan.

Lagi pula, ruang di belakang masker juga merupakan lingkungan yang sempurna untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri.

Sehingga, perlu dipastikan untuk mengganti atau membersihkan masker, serta mencuci muka saat kembali ke rumah.

4. Jangan pakai masker dengan kait telinga

Dagu merupakan bagian penting dari wajah yang menopang masker agar tetap duduk pada tempatnya.

Tetapi jika kita memiliki janggut yang panjang, maka mungkin memakai masker secara benar bakal menjadi kesulitan.

Sebab, tanpa dagu untuk menahan, masker dengan kait di telinga akan naik ke bagian atas wajah.

Tentu, kondisi ini bukan hanya mengganggu, tetapi juga berbahaya.

Jadi, saat memilih masker, usahakan untuk memilih model dengan tali pengikat di belakang leher atau kepala.

Dengan begitu kita akan lebih mudah untuk mengontrol penempatan dan pemasangan.

5. Sering-seringlah mencuci tangan

Mencuci tangan adalah salah satu kampanye yang dikumandangkan ketika pandemi Covid-19 terjadi.

Namun seiring berjalannya waktu, orang menjadi kerap lupa dengan satu imbauan ini, atau setidaknya menjadi kurang memerhatikan.

Nah, bagi para pemilik janggut lebat, imbauan ini menjadi lebih kencang, karena mereka harus mencuci tangan lebih sering.

Penjelasannya adalah, ketika kita memilik jenggot, maka kita akan lebih sering memerbaiki posisi masker di wajah.

Artinya, kita akan lebih sering untuk memperbaiknya dengan menyentuh.

Hal inilah yang memperbesar risiko. Sebab, mungkin malah tangan kita yang membawa partikel yang terinfeksi langsung ke wajah.

Jadi cucilah tangan lebih sering. Atau, saat berada di perjalanan kita dapat membawa pembersih tangan, atau mempir ke tempat yang menyediakannya secara gratis.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/02/16/114807420/5-tips-pakai-masker-bebas-covid-19-untuk-para-pemilik-jenggot

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.