Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bos Nike Lengser, Putranya Tepergok "Main Curang" dengan Sneaker Mahal

Hal ini pula yang dimanfaatkan Joe Hebert, pemilik online shop Westcoast Streetwear yang berjualan lewat platform Instagram.

Joe Hebert adalah putra dari Ann Hebert, Vice President Nike yang berjualan sepatu langka keluaran Nike dengan cara tak etis.

Perempuan itu lalu mengundurkan diri tak lama setelah Bloomberg Businessweek menerbitkan pemberitaan tentang anaknya tersebut. 

Selama ini, lapak Westcoast Streetwear dikenal sebagai salah satu penjual sneaker terbesar di wilayah Amerika Utara.

Bisnis remaja 19 tahun ini difokuskan pada penjualan sneaker Nike langka atau rilisan terbaru edisi khusus. Padahal, biasanya varian semacam ini ludes dalam waktu sekejap setelah dirilis ke pasaran.

Tak heran jika para sneakerhead rela membeli dengan harga yang menjadi lebih tinggi di pasar reseller.

Meski tak banyak yang tahu bagaimana cara Joe bisa mendapatkan koleksi-koleksi langka untuk tokonya, namun yang pasti dagangannya selalu laris manis. 

Terlebih lagi lewat akun Instagram, dia selalu mampu memamerkan stoknya yang banyak.

Tak tanggung-tanggung, Joe lalu dikabarkan memanfaatkan aksesnya tersebut dengan membanderol harga jauh di atas harta retail untuk tiap item yang dijualnya.

Namun belakangan ulahnya terendus. Aksi curangnya untuk mendapatkan stok sepatu pun terbongkar.  

Dalam Bloomberg itu diulas tentang bagaimana dia menjadikan koleksi Nike dan Yeezy sebagai ladang bisnis yang menggiurkan.

Joe menggunakan bot yang menjadi kontroversi itu untuk memborong sepatu dari dua brand tersebut.

Sementara, Nike biasa menggunakan aplikasi SNKRS Nike untuk menjual koleksi langka dan paling dicari, agar para konsumen bisa mengakses dengan fair.

Aplikasi ini diluncurkan untuk merespons keluhan konsumen tentang adanya bot yang dipakai reseller tiap kali ada penjualan produk secara online.

Para sneakershead tentu saja merasa dicurangi, termasuk oleh ulah Joe, yang belakangan diketahui sebagai anak dari petinggi Nike.

Apalagi, Ann Hebert dikenal sebagai pejabat yang memprakarsai lahirnya aplikasi SNKRS Nike.

Bloomberg menyebutkan, Joe diperkirakan mendapatkan keuntungan hingga 20.000 dollar AS, atau hampir setara dengan Rp 268 juta dalam perilisan Yeezy terakhir.

Nike bukan tak tahu dengan bisnis yang dijalankan oleh putra Ann.

Sebab, sebelumnya Jurubicara Nike mengatakan kepada Bloomberg, Ann membeberkan informasi tentang bisnis anaknya pada tahun 2018.

Kala itu, tidak ada pelanggaran kebijakan perusahaan, dan keterkaitan dengan Ann atas bisnis tersebut.

Namun, kisah itu mulai terurai dan mengarah pada keterlibatan Ann Hebert, ketika Nike mengeluarkan siaran pers yang mengumumkan muncurnya Ann dari jabatan.

Puncaknya terjadi ketika diketahui kartu kredit korporat dari American Express atas nama Ann, dipakai untuk memborong Yeezy senilai 132.000 dollar AS, atau sekitar Rp 1,88 miliar.

Belum lagi enam pasang sneaker super langka Nike Air Mags, yang harganya mencapai lebih dari 60.000 dollar AS atau setara Rp 856 juta per pasang.

Sepatu itu menjadi koleksi langka menyusul kemunculannya di kaki Marty McFly dalam film legendaris Back to the Future Part II.

Sepatu-sepatu yang dulu diberitakan ditemukan di unit penyimpanan kedaluwarsa Nike pada pada Januari 2020, ternyata ada di tangan Joe Hebert.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/03/04/144423720/bos-nike-lengser-putranya-tepergok-main-curang-dengan-sneaker-mahal

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke