Salin Artikel

Ingin Pesan Sepatu Onderhoud Handmade, Bersiaplah Menunggu Lama

BANDUNG, KOMPAS.com - Setiap kali Ben Robinson mengunggah foto sepatu boots Onderhoud Handmade, banyak orang menyatakan kekagumannya sekaligus berharap bisa memiliki salah satu sepatu buatan Bandung, Indonesia itu.

Ben Robinson merupakan pendiri Stitchdown.com, situs yang mengupas segala sesuatu mengenai sepatu-sepatu terbaik, dan situsnya banyak dijadikan rujukan oleh mereka yang mencari boots berkualitas.

Ben sendiri mengetahui keberadaan Onderhoud Handmade dari pengrajin sepatu asal Norwegia, Lars Jensen yang menyebut Onderhoud sebagai pembuat sepatu yang kualitasnya melebihi yang lain dalam hal desain, pola, dan finishing.

Dalam kalimat Lars, Onderhoud adalah "among the very best in the entire world." Salah satu yang terbaik di dunia.

Tidak heran setiap kali Ben memamerkan sepatu Onderhoud yang akhirnya bisa ia beli tahun 2019, nyaris semua follower instagramnya menanyakan kapan mereka bisa ikut memesan sepatu tersebut.

Karena banyaknya pesanan yang hanya dikerjakan oleh tiga orang, para pemesan harus menunggu berbulan-bulan, bahkan harus melewati undian untuk mendapatkan sepatu itu.

Saking banjirnya pesanan, sang pemilik Onderhoud Handmade, Rizky Afnan Penggalih, hanya membuka pesanan 2-3 bulan sekali, sejak tahun 2019.

Kepada Kompas.com, saat dihubungi Kamis (4/3/2021) Rizky bercerita, kemampuan produksi Onderhoud Handmade hanya 3-4 pasang per minggu. Itu karena semua sepatu ia kerjakan sendiri, dibantu dua orang asisten yang ia didik dari nol.

Sedangkan pesanan yang masuk begitu banyak. Akhirnya, lulusan Teknik Industri Universitas Widyatama Bandung ini memberlakukan sistem arisan.

Caranya, setiap 2-3 bulan, ia akan membuka PO atau daftar ppesanan. Siapa yang akan pesan sepatu, bisa menyampaikannya lewat chat di komentar Instagram.

“Misalnya ada 200 yang komen. Nama-nama tersebut dikocok seperti arisan. Nanti diambil 20 orang,” tutur Rizky.

Dengan 20 orang yang terpilih ini, Rizky akan berdiskusi secara mendetail mengenai sepatu yang diinginkan masing-masing pemesan.

Mulai dari pemilihan artikel, konstruksi, size, pembeda sepatunya ada dimana, dan lainnya. Setelah sepakat, sepatu mulai diproses.

Suatu hari, salah satu pembeli mengaku sudah chat lima bulan hingga akhirnya mendapat undian (arisan) untuk bisa memesan. Karena sulitnya memesan sepatu di Onderhoud, ia ingin memesan hingga tiga pasang. Namun Rizky menolak dan tetap hanya memberikan satu pasang.

Pernah pula ada pejabat di Indonesia yang ingin dibuatkan sepatu tanpa sistem PO. Dengan terang-terangan, Rizky pun menolak.

Spesial

Ada beberapa hal yang membuat sepatu Onderhoud Handmade diburu para pecinta boots. Salah satunya, sepatu yang dibuat spesial berdasar pilihan yang disediakan Rizky.

Mulai dari pemilihan bahan, konstruksi, detail, hingga fisnishing, para pemesan bisa minta sesuai apa yang mereka inginkan dan semua dikerjakan langsung oleh Rizky.

Dengan kualitas itu, ia membandrol produknya 300 dollar AS hingga 700 dollar AS, harga yang murah bila dibandingkan dengan sepatu sejenis buatan luar negeri.

“Kebanyakan brand sepatu, image yang dimunculkan adalah mereknya, produknya. Saya berbeda, saya ingin lebih dulu memunculkan saya sebagai craftman,” ungkap dia.

Itulah mengapa, akun Instagram Onderhoud bukan hanya menampilkan produk, tapi juga proses pembuatan. Selain itu, untuk sepatu pesanan, Rizky selalu memberi kabar kepada pemesan mengenai proses pembuatan sepatu mereka, sehingga pemesan bisa mengetahui secara detail.

“Sekarang saya dibantu dua asisten yang dididik dari nol. Sebelumnya, kedua orang ini bekerja sebagai tukang roti dan kuli bangunan. Mereka baru beberapa bulan bantu saya,” tutur dia.

Yang diajarkan Rizky bukan hanya teknik membuat sepatu. Tapi juga etika, gaya hidup, dan pemahaman dia tentang sepatu.

Semua itu diajarkan pria kelahiran Bandung 20 Februari 1991 ini karena satu tujuan. Ia ingin meningkatkan citra pengrajin sepatu.

Karena semua dikerjakan sendiri, Rizky sangat memperhatikan detail kualitas sepatunya. Mulai dari bahan, konstruksi, bahkan jahitan tangan di atas sepatu.

Cobalah meluncur ke Instagram Onderhoud dan perhatikan sepatunya dengan seksama. Semua jahitan tidak lurus, tapi miring, mirip dengan mesin.

Namun semua jahitan itu dibuat oleh tangan. Bahkan berbagai proses sepatu lainnya pun dibuat teliti dengan tangan.

Untuk bahan, Rizky mengaku 80 persen dari luar Indonesia. Misalnya untuk kulit, ia ambil dari Italia dan beberapa tannery terkenal lain. Sedangkan sol karet diambil dari Taiwan.

Dengan pembuatan yang sangat cermat dan presisi, Onderhoud Handmade selalu jadi pembicaraan di kalangan pecinta sepatu. Apalagi dengan harga yang menarik jika dibandingkan produk lain.

Ben Robinson mengatakan: Onderhoud is one of the best values in footwear that I can see right now. Tentu jika kamu cukup sabar untuk menantikan pesanan berikutnya dibuka.

Gimana, tertarik untuk memesannya?

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/03/05/101851320/ingin-pesan-sepatu-onderhoud-handmade-bersiaplah-menunggu-lama

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.