Salin Artikel

Fakta tentang Hipospadia, Kondisi Medis yang Dialami Aprilia Manganang

Hal itu diumumkan Andika, Selasa (9/3/2021) menyusul hasil pemeriksaan medis di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Pemeriksaan medis menunjukkan Aprilia lebih memiliki organ tubuh laki-laki. Selain itu, kadar hormon testosteron yang identik dengan laki-laki juga ditemukan lebih tinggi di tubuh Aprilia.

Disebutkan bahwa Aprilia ternyata mengalami hipospadia atau kelainan pada sistem reproduksi saat dilahirkan.

Lalu, apa yang dimaksud hipospadia?

Dikutip dari laman Departemen Urologi RSCM-FKUI, hipospadia adalah suatu kelainan pada saluran kemih atau uretra dan penis.

Jika dalam kondisi normal lubang berkemih terletak di ujung penis, pada penderita hipospadia lubang berkemih justru berada di bagian bawah penis.

Hipospadia merupakan kelainan bawaan yang umumnya diderita sejak lahir.

Meski begitu, kondisi hipospadia pada setiap penderita bisa berbeda-beda. Tingkat keparahannya bergantung pada lokasi lubang uretra pada penis.

Menurut Mayo Clinic, hipospadia bisa terjadi ketika terjadi kerusakan akibat kerja hormon tertentu, yang menyebabkan uretra berkembang secara tidak normal.

Kerusakan hormon itulah yang mungkin mengganggu pembentukan penis secara sempurna.

Sayangnya, dalam kebanyakan kasus, penyebab pasti hipospadia tidak diketahui. Terkadang, kondisi ini bersifat genetik, tetapi faktor lingkungan disebut juga bisa berperan.

Gejala

Beberapa tanda dan gejala hipospadia yang mungkin dialami meliputi:

  • Pembukaan uretra di lokasi selain ujung penis.
  • Lekukan penis ke bawah.
  • Hanya bagian atas penis yang tertutup kulup.
  • Penyemprotan tidak normal ketika buang air kecil.

Jika tidak ditangani secara tepat, hipospadia bisa menyebabkan penampilan penis tidak normal, ada kesulitan dalam belajar menggunakan toilet, terdapat kelengkungan penis yang tidak normal ketika ereksi, hingga masalah dengan gangguan ejakulasi.

Kapan harus ke dokter?

Menurut Hello Sehat, kebanyakan bayi laki-laki yang didiagnosis hipospadia umumnya sudah menunjukkan gejala sejak lahir dan masih berada di rumah sakit.

Namun, kejadian hipospadia yang tidak begitu berat biasanya tidak terlihat.

Hubungi dokter jika Anda menyadari bahwa muara uretra anak tidak terletak di ujung penis, kulit penutup penis tidak berkembang secara sempurna, atau penis melengkung ke bawah.

Ingat, kondisi pada setiap penderita bisa berbeda-beda dan gejalanya juga bisa berbeda. Jadi, untuk mengetahui penanganan yang tepat, berkonsultasilah dengan dokter.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/03/09/210057220/fakta-tentang-hipospadia-kondisi-medis-yang-dialami-aprilia-manganang

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.