Salin Artikel

Menyibak Jalinan "Asmara" Porsche dan TAG Heuer

Namun di masa lalu, kedua perusahaan di bidang industri yang berbeda ini justru terkesan "malu-malu kucing" antara satu sama lain.

Bahkan, Heritage Director TAG Heuer Catherine Eberle-Devaux pernah menggambarkan seperti apa hubungan yang dimiliki perusahaannya dengan Porsche.

"Kami sudah saling 'menggoda' selama beberapa dekade, lebih dari setengah abad, tetapi baru sekarang hubungan itu terungkap ke publik," ucap Eberle-Devaux.

Setelah melewati negosiasi yang panjang, barulah TAG Heuer dan Porsche menjalin kerja sama global secara resmi.

Kolaborasi antara TAG Heuer dan Porsche bisa dibilang sedikit terlambat. Hal itu setidaknya dikatakan oleh CEO TAG Heuer, Frederic Arnault.

"Kami sudah berdekatan dalam banyak topik tanpa pernah bekerja sama dengan semestinya," kata dia.

Kisah "asmara" kedua perusahaan dimulai pada awal 1960-an.

Kala itu, perusahaan Heuer (sebelum berganti nama menjadi TAG Heuer) dipimpin oleh anak muda yang ambisius, yaitu Jack Heuer.

Pada tahun 1961, ketika Jack berusia 29 tahun, dia mengambil alih kendali perusahaan yang didirikan oleh kakek buyutnya, Edouard.

Bisnis arloji bukanlah satu-satunya bisnis yang diwarisi Jack dari sang kakek.

Jack juga mendapat pengaruh dari Edouard yang menggandrungi segala jenis mesin, termasuk mesin mobil.

"Dia menyadari dengan cepat bahwa kita tidak pernah tahu kapan kita akan tiba di mana pun itu, karena kita harus sering berhenti untuk mendinginkan mesin," sebut Jack.

Dituturkan Jack, di masa lalu, orang mengendarai mobil di Swiss -negeri asal TAG Heuer, menghadapi banyak potensi risiko.

Misalnya, mesin yang mengalami overheat, salju menumpuk di jalanan, hingga hewan ternak yang menghambat pengendara.

Alhasil, pengendara mobil di Swiss kala itu cenderung lebih mudah melupakan waktu.

"Karena itulah dia (Edouard) menemukan apa yang kita sebut kronograf 'Time of Trip',” jelas Jack.

Pada saat Jack bergabung dengan perusahaan, kondisi jalanan di Swiss sudah membaik.

Gelaran balapan reli di negara itu dimanfaatkan perusahaan Heuer untuk "membenamkan" pengatur waktu di dasbor mobil MGA merah.

"Kami berada di urutan ketiga, terlambat satu menit, karena saya salah membaca tombol register kecil, saya sangat marah kala itu," kata Jack.

Dia lantas merombak desain arloji perusahaan itu, dan menamainya sesuai nama ajang balapan terkenal, Carrera.

Salah satu model arloji Heuer yang dinamai Carrera Panamericana cenderung berumur pendek dan kurang laris.

Kemungkinan, karena namanya diambil dari ajang balapan Carrera Panamericana tahun 1952 yang menewaskan banyak pebalap.

Ajang tersebut hanya digelar sebanyak lima kali, dan diadakan terakhir kalinya pada tahun 1954.

Saat ini, hampir 100 arloji dalam katalog TAG Heuer menyandang sebutan Carrera.

Jack Heuer menyadari kekuatan komersial dari nama Carrera. "Ajang balapan itu membuat imajinasi saya melambung," sebut Jack.

Bisa dikatakan, dari ajang balapan itulah, hubungan antara TAG Heuer dan Porsche mulai terbentuk.

Ajang balapan lainnya semakin mendekatkan kedua perusahaan tersebut.

Pada tahun 1970, aktor Steve McQueen bermain di film tentang ajang balapan endurance, "Le Mans".

Ketika itu, McQueen merupakan salah satu bintang film Hollywood yang paling terkenal, dan dia juga senang mengendarai mobil dengan performa tinggi.

Film yang diproduksi di tahun 1971 tersebut diambil dari kejadian sebenarnya, yaitu ajang balapan Le Mans di tahun 1970.

Sebagai bagian dari sejarah balap mobil, film Le Mans menyiratkan jelas hubungan baik antara Porsche dan Heuer.

Dalam beberapa adegan film, terlihat McQueen mengendarai Porsche (baik di dalam maupun di luar lintasan balap).

Ia juga mengenakan jaket balap putih dengan emblem "Heuer" di dada bagian kanan, serta arloji Heuer Monaco di pergelangan tangan kanannya.

Kembali ke produsen jam Heuer, selain "bermesraan" dengan Porsche, Jack juga pernah menggaet manufaktur mobil lain, Ferrari.

Pada tahun 1971-1979, setiap pebalap Ferrari memakai jaket dengan emblem Heuer.

Masing-masing pebalap Ferrari juga mengunjungi pabrik Heuer untuk mengambil arloji emas yang diukir dengan nama dan golongan darah mereka.

Arloji Porsche

Sementara itu, Porsche pun sempat mencoba untuk membikin jam tangan. Di tahun 1972, kronograf Porsche Design pertama lahir dengan material baja berwarna hitam.

Merek mobil Jerman itu kembali meluncurkan jam tangan anodised aluminium yang disertakan kompas di akhir 70-an. Arloji ini merupakan hasil kerja sama Porsche dengan IWC.

Kemitraan dengan IWC berlanjut hingga akhir 90-an, sebelum Porsche Design berkolaborasi dengan Eterna.

Bersatunya TAG Heuer dan Porsche

Setelah berganti nama menjadi TAG Heuer di tahun 1985, produsen jam ini bekerja sama dengan banyak manufaktur dalam pembuatan arloji.

Beberapa di antaranya adalah McLaren, Audi, Nissan, Red Bull Racing, dan Aston Martin.

"Secara historis, kami pernah bekerja dengan banyak perusahaan mobil di masa lalu," terang Frederic Arnault.

"Jadi ketika saya bergabung dengan TAG Heuer pada 2017, saya terkejut kami tidak pernah benar-benar bekerja secara langsung dengan Porsche."

"Saya merasa Porsche adalah merek mobil yang paling cocok dengan TAG Heuer, dan TAG Heuer dengan Porsche."

"Kami memiliki banyak kesamaan dalam sejarah. Dan ketika kami memulai diskusi dengan manajemen Porsche, mereka juga merasakan hal yang sama," sambung Arnault.

Tujuan dari kolaborasi Porsche dan TAG Heuer, Arnault melanjutkan, adalah untuk membangun kemitraan yang kuat dalam jangka panjang.

Arloji pertama yang diciptakan TAG Heuer --tentu saja, diberi nama "Carrera".

"Kami mengambil desain angka dari Porsche. Kami memilih lapisan abu-abu aspal pada dial jam sebagai pengingat beberapa kode Porsche," kata Arnault.

"Tentu kami mencantumkan nama 'Porsche' di jam tangan, tetapi kami tidak ingin terlihat terlalu jelas."

"Daripada meletakkan logo di dial jam, 'Porsche' diukir di bagian bezel. Dan rotor dirancang untuk mengingatkan pada roda kemudi Porsche," tambah dia.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/03/10/230000620/menyibak-jalinan-asmara-porsche-dan-tag-heuer

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.