Salin Artikel

Film Antihero Makin Banyak, Apakah Cocok Bagi Anak-anak?

KOMPAS.com - Film dengan genre antihero belakangan lebih sering dirilis seperti Venom dan Deadpool. Salah satu yang terbaru adalah The Suicide Squad yang baru saja merilis trailer-nya secara online.

Film bertemakan superhero biasanya menggambarkan konflik hitam putih. Konsep utamanya ialah pahlawan penebar kebajikan melawan penjahat yang menyebabkan kesengsaraan umat manusia.

Karena itulah biasanya film jagoan super tergolong ramah anak dan keluarga. Adegan kekerasan yag ditampilkan juga minimalis dan tidak sadis.

Namun, belakangan berbagai film pahlawan super lebih banyak mengeksplorasi area abu-abu. Bukan hanya itu, sineas juga mulai berani mengangkat kisah anti hero ke layar perak.

Karakter antitesis dari pahlawan ini biasanya memiliki nilai yang berbeda dari jagoan pada umumnya. Namun, plot film menjadikan mereka sebagai karakter protagonis dengan misi tertentu.

Beberapa yang paling dikenal misalnya Loki di Marvel Universe, Deadpool, dan Harley Queen. Mereka digambarkan mampu menghalalkan berbagai cara untuk mencapai tujuannya namun juga punya sisi kebaikan, meski sedikit dan hanya muncul sesekali.

Selain sifat karakternya, film tersebut juga biasanya lebih berani mengeksplorasi adegannya. Misalnya dengan menambahkan kekerasan, tampilan darah dan kata-kata kasar dari pemainnya.

Ada pula film jagoan super yang lebih 'dark' seperti Justice League dengan adegan yang tak seharusnya dinikmati oleh anak-anak.

Masalahnya, film-film dengan karakter tersebut sering dipromosikan besar-besaran. Hal ini membuat anak yang masih di bawah umur tertarik untuk menontonnya di bioskop.

Sulit pula bagi orangtua untuk membatasi anak untuk tidak terpapar konten seperti ini. Kita mungkin bisa mengaktifkan beberapa fitur meski tak sepenuhnya menghilangkan kemungkinan tersebut.

Karena itulah, para orangtua harus bersikap selektif menyeleksi tontonan bagi anak-anaknya. Salah satunya dengan memperhatikan soal rating yang diberikan bagi film tersebut.

Klasifikasi film oleh Lembaga Sensor Film Indonesia berdasarkan PP Nomor 18 tahun 2014 membaginya menjadi 3 yakni SU (Semua Umur), 13+ (penonton di atas 13 tahun), dan 17+ (penonton di atas usia 17 tahun).

Idealnya anak tidak dianjurkan untuk nonton film dengan rating 17+. Terlebih lagi, rating 13+ biasanya memiliki konten kekerasan dan seksual yang nyaris sama banyaknya dengan 17+.

Mengacu pada Pediatrics, jurnal dari American Academy of Pediatrics, ditemukan bahwa film 13+ mengandung banyak kekerasan atau lebih seperti film dengan rating R. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa keberadaan senjata dapat meningkatkan agresi.

Namun jika sudah berkaitan dengan film yang sedang hits seperti anti hero, agaknya sulit untuk membatasi anak.

Jika sudah demikian, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh para orangtua antara lain:

  • Nonton trailer

Trailer merupakan salah satu materi promosi yang biasanya dirilis menjelang hari penayangannya. Jika merasa anak tertarik pada film tersebut, orangtua sebaiknya menonton trailernya lebih dulu.

Cuplikan film ini biasanya akan menampilkan sejumlah highlight termasuk adegan perkelahian. Orangtua bisa menilai sendiri sejauh mana ini cocok dinikmati oleh anak.

  • Baca review

Cari tahu dan baca review soal film yang akan ditonton. Saat ini sudah banyak akun di media sosial yang membahas suatu film dengan detail termasuk kelayakannya untuk ditonton oleh anak-anak.

Hal ini bisa menjadi bahan pertimbangan utama jika belum yakin jika film tersebut pantas ditonton oleh buah hati.

  • Nonton duluan

Orangtua bisa memutuskan untuk nonton film tersebut lebih dahulu sehingga bisa menyimak seluruh kontennya. Dengan demikian kita bisa melakukan observasi menyeluruh dan memastikan tidak ada yang terlewat.

Mungkin saja ada adegan yang kita anggap tidak sesuai dengan nilai atau tradisi yang dianut dalam keluarga. Cara ini mungkin sedikit lebih mahal karena harus keluar biaya tiket bioskop lebih dulu namun tergolong paling efektif.

  • Gunakan aplikasi atau situs khusus bagi orangtua

Kini banyak panduan bagi orangtua untuk mengetahui kelayakan suatu film bagi anak-anak. Caranya dengan mengakses berbagai aplikasi dan situs web tempat orangtua di seluruh dunia saling berbagi informasi. Ada berbagai informasi yang bisa kita nilai secara objektif dan gratis.

  • Temani anak saat menonton

Opsi ini mungkin tidak selalu cocok bagi semua orangtua. Namun jika amat terpaksa, jangan biarkan anak nonton sendiri hanya bersama teman sebayanya.

Temanin anak menyaksikan film tersebut di bioskop untuk bisa menjelaskan apa saja yang baik dan tidak.

Sampaikan pula pada anak bahwa tindakan para jagoannya sepenuhnya ada di dunia fiksi dan tidak selalu bisa dilakukan di dunia nyata.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/03/28/171448920/film-antihero-makin-banyak-apakah-cocok-bagi-anak-anak

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.