Salin Artikel

10 Bahasa Tubuh yang Menunjukkan Perasaan Kita

KOMPAS.com - Bahasa tubuh tidak menyiratkan pesan atau perasaan secara gamblang. Dengan kata lain, tidak ada makna yang pasti ketika seseorang memperlihatkan isyarat tertentu dari bahasa tubuhnya.

Namun, kita bisa memerhatikan bahasa tubuh seseorang untuk mengetahui apa yang dipikirkan dan dirasakan orang itu. Begitu pula sebaliknya.

Beberapa petunjuk berikut dapat digunakan seseorang untuk menyimpulkan perasaan yang kita alami.

1. Senyuman palsu

Psikolog ahli komunikasi nonverbal, Paul Ekman, membedakan antara senyum sebenarnya --yang disebut senyum Duchenne-- dan senyuman palsu.

Senyuman Duchenne menunjukkan kebahagiaan sejati, sedangkan senyuman palsu tidak.

Kita menggunakan senyuman palsu saat kita berusaha untuk terlihat senang atau terhibur, namun faktanya kita tidak merasa nyaman di dekat seseorang.

Baik senyum "asli" maupun senyum "palsu" memiliki ciri khas yang sama, yaitu sudut bibir yang mengarah ke atas.

Bedanya, dalam senyum Duchenne atau senyum asli, mata menyempit dan sudut luarnya berkerut layaknya bentuk kaki gagak.

2. Menenangkan diri

Saat kita cemas, stres, atau tidak nyaman, kita cenderung melakukan isyarat nonverbal untuk menenangkan diri, seperti mengusap tangan, memegang bagian tubuh, mengusap kaki, atau leher.

Ini adalah upaya kita untuk menenangkan kecemasan dengan menyentuh diri kita.

Saat kita merasa bangga dan percaya diri, kita akan menerapkan postur tubuh yang tegak. Sedangkan ketika kita sedih, kita mungkin membungkuk dengan kepala tertunduk.

4. Tatapan mata

Tatapan mata dapat memberi tahu orang lain sesuatu tentang minat kita terhadap mereka.

Misalnya, saat seseorang berbicara kepada kita, kita akan terlihat antusias jika menatap mata lawan bicara kita.

Sementara jika mata kita berpaling, artinya kita tidak tertarik dengan apa yang diobrolkan.

5. Reaksi yang kurang

Senyuman palsu adalah salah satu jenis shortfall signal atau reaksi yang menunjukkan kekurangan, di mana kita sebenarnya tidak antusias akan sesuatu.

Sementara jenis reaksi "shortfall" lainnya adalah ketika kita memerlihatkan sedikit kemarahan atau kemarahan palsu pada sesuatu yang dikatakan seseorang.

Biasanya, reaksi "shortfall" menunjukkan bahwa kita tidak terlalu terlibat dalam apa yang sedang terjadi.

6. Pupil mata yang membesar

Pupil mata kita akan membesar ketika kita tertarik pada sesuatu atau seseorang.

Ketika kita tegang atau cemas, kita terlibat dalam perilaku nonverbal yang membantu kita mengatasi kecemasan, seperti menggaruk kepala, menggosok tangan, dan perilaku menenangkan diri lainnya.

Perilaku menenangkan diri semacam itu terkadang digunakan oleh petugas bea cukai atau aparat penegak hukum untuk mengetahui kegugupan seseorang yang mungkin melakukan penyelundupan atau tindakan kriminal.

8. Isyarat wajah

Biasanya, isyarat wajah kita bersifat lateral atau seimbang antara sisi kiri dan sisi kanan.

Contohnya, ketika kita tersenyum, maka kedua sudut mulut terangkat. Atau saat kaget dan terkejut, kedua mata kita akan terbuka lebar.

Sementara itu, isyarat wajah non-lateral biasanya digunakan untuk menyiratkan bahwa ada sesuatu yang janggal atau kita tidak senang, bingung, dan gelisah.

Salah satu contohnya yaitu mengangkat satu alis untuk menunjukkan kita tidak memercayai apa yang dikatakan orang lain.

9. Non-verbal leakage

Istilah non-verbal leakage mengacu pada perilaku non-verbal yang terjadi ketika seseorang mengungkapkan sesuatu, namun bahasa tubuh orang itu menyiratkan hal yang berbeda.

Sederhananya, dalam non-verbal leakage, kata-kata dan tindak-tanduk kita tidaklah sinkron.

Di saat kita berbohong, kita menatap mata orang lain agar terlihat percaya diri dan menghindari tanda-tanda bahwa kita gugup.

Namun, rasa tidak nyaman ketika berbohong akan terlihat di bagian tubuh yang sulit dikendalikan, seperti mengubah postur tubuh, menunjukkan perilaku menenangkan diri, nada suara yang bergetar, atau wajah memerah.

10. Sinyal keterikatan

Ini adalah isyarat nonverbal yang menunjukkan kepada orang lain bahwa kita cenderung "posesif" terhadap orang lain.

Misalnya, jika kita ingin menunjukkan hubungan dengan kekasih atau orang lain yang dekat pada kita, maka kita akan memegang tangan atau merangkul bahu kekasih.

Cara itu memperlihatkan kita terikat dengan orang lain.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/04/20/133349420/10-bahasa-tubuh-yang-menunjukkan-perasaan-kita

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.