Salin Artikel

Ungkap Identitas Pelaku Kekerasan Seksual Online Bukan Solusi Bijak

KOMPAS.com - Spill out alias membocorkan nama dan identitas pelaku ke media sosial sering jadi cara korban Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mencari keadilan.

Kita kerap menemukan fenomena spill out ini di Twitter, Instagram atau Facebook. Korban akan meunggah foto dan identitas pelaku beserta bukti-bukti perilakunya.

Tujuannya agar pelaku mendapatkan ganjarannya berupa stigma buruk dan martabatnya tercoreng.

Biasanya ini dilakukan setelah korban merasa putus asa karena tak juga berhasil mendapatkan keadilan yang dibutuhkannya.

Biasanya tindakan ini cukup efektif bekerja dalam waktu singkat. Warganet akan beramai-ramai merundung pelaku secara daring dan mendapatkan perhatian publik.

Meski demikian, Alvin Theodorus, Co-founder Tabu.id, komunitas daring yang fokus pada pendidikan seksual anak muda, mengatakan cara ini sebenarnya tidak direkomendasikan.

"Spill out bisa berisiko pedang bermata dua, bisa saja kemudian pelaku menyerang balik dengan memperkarakan lewat UU ITE," terangnya dalam diskusi bertemakan KBGO secara daring pada Senin (19/04/2021).

Selain itu, perhatian publik yang tinggi bisa saja berpengaruh negatif pada kondisi mental korban dan bukannya malah membantu.

Sebaliknya, ia menyarankan untuk mengumpulkan bukti yang dibutuhkan untuk melaporkan ke aparat kepolisian. Untuk lebih jelasnya, ia menyarankan untuk memanfaatkan panduan dari Safenet untuk menjerat pelakunya.

Dukungan untuk korban

Sementara itu, pengungkapan di media sosial memang bisa bermanfaat untuk mendapatkan afirmasi dan dukungan bagi korban.

Pasalnya media sosial memiliki perspektif yang lebih luas sehingga lebih banyak kemungkinan yang terjadi. Misalnya saja uluran bantuan dari berbagai pihak yang lebih paham menangani kasus ini.

Seringkali, spill out dilakukan oleh korban yang tidak memiliki dukungan sosial dari sekitarnya termasuk keluarga dan teman.

Sementara itu, Safenet, organisasi yang fokus pada hak digital masyarakat, juga menyatakan hal serupa.

Dikutip dari situs resminya, masyarakat masih memiliki keraguan untuk mencari keadilan melalui proses hukum dan situasi harus berhadapan dengan aparat penegak hukum.

Hal ini karena kurangnya pemahaman tentang pasal-pasal hukum yang dapat melindungi mereka, alih-alih yang terlihat di publik adalah mudahnya korban untuk dikriminalisasi.

Permasalahan lainnya ialah minimnya kesigapan aparat penegak hukum dalam menangani kasus-kasus KBGO. Khususnya ketika pelaku memanfaatkan fitur anonim di media sosial untuk melakukan tindakannya.

Karena berbagai alasan ini maka Safenet merilis Aspek Hukum untuk Jerat Pelaku untuk memudahkan korban.

Dokumen ini menjelaskan berbagai unsur tindakan yang biasa menyertai ancaman dan penyebaran konten intim non-konsensual. Tentunya ini disertai dengan pasal-pasal yang sudah ada yang dapat digunakan korban untuk menuntut pelaku.

Panduan tersebut bisa diundah memalui situs awaskbgo.id untuk membantu korban mendapatkan keadilan yang dibutuhkannya.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/04/20/191400220/ungkap-identitas-pelaku-kekerasan-seksual-online-bukan-solusi-bijak

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.