Salin Artikel

Gaya Hidup Sehari-hari yang Bisa Menjaga Bumi

KOMPAS.com – Setiap orang berperan besar untuk menjaga bumi dan lingkungan. Tidak perlu menunggu Hari Bumi untuk melakukan aksi menjaga lingkungan, kita perlu memiliki gaya hidup yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Ada beberapa tips yang bisa kita terapkan untuk memiliki gaya hidup “hijau” demi bumi:

- Hidup minim sampah
Sampah plastik jika dibiarkan menumpuk dapat mencemari lingkungan. Karena itu bijaklah dalam membeli atau mengonsumsi suatu produk, sehingga kita bisa mengurangi sampah. Evaluasi sampah di rumah, mana yang paling banyak dihasilkan lalu cari cara menguranginya.

Solusi untuk masalah sampah adalah mengikuti prinsip 5R, refuse (menolak produk plastik sekali pakai), reduce (mengurangi plastik), reuse (memanfaatkan barang yang ada), recycle (mendaur ulang), dan root (membusukkan sampah organik).

- Membuat kompos sampah organik
Bagaimana cara membuat kompos? Kamu bisa melakukannya menggunakan komposter, sebuah kontainer yang digunakan untuk mengubah sampah organik menjadi kompos.

Bila perlu, tuangkan cairan bioaktivator secukupnya untuk menghasilkan kompos yang lebih baik. Biarkan selama beberapa minggu. Kompos kemudian siap digunakan untuk taman di rumah atau tanaman pot apa pun yang kamu miliki.

Tempat sampah kompos ini dapat membantu mengurangi jumlah sampah organik sehari-hari di rumah. Tidak ada kata terlambat untuk memiliki komposter di rumah karena sekarang banyak komposter yang bisa didapat di marketplace.

- Memakai wadah yang bisa dipakai berulang kali
perilaku hidup minim sampah perlu dilatih agar menjadi kebiasaan. Ini bisa dilakukan dengan cara-cara yang sederhana, seperti membawa kantong belanja, membawa botol minum, dan membawa wadah sendiri saat belanja.

- Pilih produk dengan kemasan yang ramah lingkungan
Saat ini sudah banyak produsen makanan dan minuman yang memilih bahan-bahan yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya produk kemasan karton untuk makanan dan minuman yang menggunakan kemasan buatan SIG.

Rata-rata karton kemasan SIG menggunakan 70-80 persen renewable paperboard berbahan nabati yang kami dapatkan dari sumber yang diserti?kasi oleh Forest Stewardship Council.

- Belanja pakaian secara berkesadaran

Tahan diri untuk tidak sering berbelanja pakaian, apalagi jika alasannya hanya karena mengikuti tren atau takut kehabisan.

Seperti diketahui, limbah dari industri fesyen termasuk penyumbang pencemaran tertinggi. Di lain pihak, banyak baju-baju yang kita beli pada akhirnya hanya dipakai satu kali dan menumpuk di lemari.

Kita bisa menerapkan praktik mindfulness (berkesadaran) dalam hal berbelanja pakaian. Pikirkan apakah yang kita beli memang yang kita butuhkan. 

Saat ini juga banyak alternatif untuk mendapatkan pakaian baru, mulai dari menyewa, tukar baju, membeli pakaian bekas, atau membeli pakaian baru dari brand yang menganut paham keberlanjutan.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/04/24/104217720/gaya-hidup-sehari-hari-yang-bisa-menjaga-bumi

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.