Salin Artikel

Ucapan Ben Affleck di Hari Ibu untuk Mantan Istrinya, Jennifer Garner

KOMPAS.com - Ben Affleck mengunggah ucapan Mother's Day untuk mantan istrinya sekaligus ibu dari tiga anaknya, Jennifer Garner.

Ucapan manis di akun Instagramnya itu berupa lima foto dan satu video. Empat foto merupakan momen Jennifer dengan anak-anaknya, sedangkan potret terakhir merupakan kenangan saat keluarga tersebut merayakan Halloween.

Sedangkan videonya berisi rekaman pemeran Elektra ini berbisik ketika akan menikmati waktu tidurnya setelah mengasuh buah hatinya.

Ben Affleck menyertakan caption yang tak kalah manisnya, "So happy to share these kids with you. Luckiest parents in the world. Thanks for all the good you do. Happy Mother's Day. Love, their Dad".

Banyak yang memuji cara pemeran Batman di semesta DC ini memberikan perhatian untuk perempuan yang pernah menjalin rumah tangga dengannya.

Terlebih lagi, ia saat ini dikabarkan sedang kembali dekat dengan Jennifer Lopez, mantan tunangannya.

Namun hubungan Ben Affleck dan Jennifer Garner memang terbukti selalu dekat. Padahal hubungan dan perpisahan keduanya tidak terlalu mulus.

Banyak kabar tidak sedap yang dipercaya jadi alasan perceraian keduanya setelah menikah belasan tahun lamanya. Salah satunya karena masalah ketergantungan alkohol yang dialami Affleck dan gosip perselingkuhan dengan pengasuh anaknya.

Namun dalam banyak kesempatan, aktor yang juga sutradara ini seringkali memuji mantan istrinya.

Dalam wawancaranya dengan media People, Ben Affleck pernah mengatakan beruntung menjadikan Garner ibu dari anak-anaknya.

"Saya sangat bersyukur dan menghormati dia, pernikahan kami tidak berjalan dan itu sulit. Kami berdua percaya penting bagi anak-anak untuk melihat orantuanya saling menghormati dan akur, baik masih menikah atau tidak," jelasnya.

Menurutnya, anak-anaknya mengetahui berapa ia sangat mengagumi Jen, panggilan akrab Garner. Ia juga sangat peduli dan mengharapkan yang terbaik bagi perempuan berlesung pipit itu.

Ben Affleck dan Jennifer Garner memang menerapkan prinsip co-parenting untuk tetap membesarkan anaknya bersama meski sudah bercerai.

Sebenarnya, bukan hanya mereka yang melakukannya di Hollywood. Aktris Gwyneth Paltrow dan Chris Martin, vokalis Cold Play, terus melakukannya meski si mantan istri sudah menikah kembali.

Kourtney Kardashian dan Scott Dissick, juga menerapkannya meski rutin punya pasangan kencan masing-masing.

Berteman dengan Mantan Jadi Cara Terbaik Menerapkan Co-Parenting

Ketika pasangan suami istri bercerai, anak kerapkali menjadi korban harus kehilangan kedua orangtuanya. Dalam banyak kasus, mereka harus memilih tinggal dengan salah satunya dan kehilangan banyak waktu dengan yang lain.

Karena alasan inilah maka perceraian disebut memberikan dampak psikologis yang seringkali buruk bagi anak-anak. Orangtua yang harusnya hadir dan memberikan pengaruh yang sama dalam hidup anak terpaksa dibatasi karena perceraian.

Belakangan kemudian muncul konsep co-parenting sebagai upaya para orangtua untuk memastikan kebahagiaan anaknya sekaligus kebutuhan personalnya.

Untuk melakukannya, orangtua harus mengesampingkan perbedaan dan menjaga komunikasi terbuka mengenai keputusan penting untuk kesejahteraan anaknya. Misalnya saja berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, masa depan dan banyak hal lainnya.

Sayangnya, menerapkan co-parenting tidak semudah yang terlihat. Diperlukan banyak kerja keras dan keberanian untuk mencoba mempertahankan hubungan dengan mantan pasangan.

Terlebih lagi jika kita memiliki pengalaman buruk yang menjadi alasan bubarnya pernikahan. Namun semua itu harus disisihkan demia dedikasi optimal kepada anak.

Kesehatan dan kesejahteraan anak-anak harus menjadi prioritas utama selama dan setelah putus. Untuk melakukannya maka berteman dengan mantan adalah cara terbaik.

Berikut adalah tips yang bisa diterapkan untuk mempraktikkan co-parenting untuk kebahagiaan anak:

  • Hilangkan semua sakit hati perceraian

Perceraian memberikan sakit hati dan jejak emosional yang tidak ringan termasuk kesal, sakit hati, kecewa, dan marah. Hal tersebut ditujukan diri sendiri, kondisi yang dihadapi atau kepada mantan pasangan.

Buang semua perasaan masa lalu itu dan fokus anak dan peran kita sebagai orangtua.

Jika perasaan negatif itu muncul kembali,cobalah curhat dengan sahabat atau orang lain. Jangan sampai hal itu berdampak buruk pada hubungan co-parenting yang sedang dibangun.

  • Komunikasi terbatas soal anak

Batasi komunikasi dengan mantan hanya pada hal yang berkaitan soal anak. Anggaplah mantan sebagai klien atau rekan bisnis yang hanya membicarakan urusan pekerjaan saja.

Hindari bertengkar tentang topik yang tidak berkaitan dengan anak. Jangan gegabah mengungkit masalah yang sudah berlalu atau menyebabkan perceraian.

  • Buat keputusan sebagai tim

Semua hal soal anak harus dilakukan berdasarkan kesepakatan atau keputusan yang dibuat bersama. Pendapat semua pihak sama pentingnya dalam memutuskan soal kebutuhan anak.

Diskusikan semuanya dengan baik dan cobalah mendapatkan solusi damai jika terjadi perbedaan pendapat.

  • Jangan mempermasalahkan hal kecil

Tidak ada perlunya mempermasalahkan hal kecil dalam hal pengasuhan anak. Misalnya saja mantan yang sesekali mengajak anak nonton bioskop lewat larut malam.

Keluhan soal ini hanya akan memberikan dampak buruk bagi anak dibandingkan manfaatnya. Fokus pada hal-hal besar yang penting dibandingkan soal masalah sepele.

  • Buat sistem co-parenting yang mudah bagi semua pihak

Buatlah pengaturan co-parenting yang nyaman untuk semua pihak termasuk anak. Misalnya mereka akan lebih banyak tinggal dengan siapa, menghabiskan liburan dengan siapa, atau aspek lainnya.

Tanyakan pendapat anak untuk mengetahui mana yang paling nyaman bagi mereka. Harus diingat bahwa kebutuhan anak adalah yang paling diutamakan dalam konsep ini.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/05/10/162000020/ucapan-ben-affleck-di-hari-ibu-untuk-mantan-istrinya-jennifer-garner

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.