Salin Artikel

Mantan Pasangan Punya Pacar Baru, Bagaimana Kita Harus Merespon?

KOMPAS.com - Mengetahui bahwa mantan pasangan punya pacar atau kekasih baru mungkin rasanya tidak menyenangkan. Ada perasaan sedih, ditinggalkan, kecewa atau bahkan merasa dikalahkan.

Kabar hubungan Kanye West dan Irina Shayk mungkin terasa aneh bagi sebagian orang. Pasalnya, rapper ini diketahui masih berstatus suami dari Kim Kardashian, sosialita sekaligus selebgram kelas dunia.

Hubungan keduanya memang dikabarkan sudah merenggang, ditandai dengan pengajuan perceraian di pengadilan beberapa bulan silam. Namun belum ada putusan resmi yang menyatakan keduanya tak lagi berstatus suami istri.

Meski demikian, Kim dikabarkan memberikan respon positif atas hubungan baru ayah dari keempat anaknya ini.

Sikap bintang serial televisi Keeping Up with the Kardashians ini sepertinya bisa jadi contoh baik untuk kita.

Orang-orang seringkali kebingungan ketika mengetahui mantan suami, istri atau pacarnya memiliki pasangan baru. Banyak yang tak tahu sikap atau respon yang tepat untuk situasi ini.

Terlebih lagi ketika status hubungan sebelumnya masih menggantung. Misalnya saja proses perceraian yang belum selesai, tidak mendapatkan kepastian atau ketidakjelasan lainnya.

Kekecewaan, kaget, sedih atau emosi apapun yang kita rasakan sebenarnya sangat wajar.  Jeannie Ingram, psikoterapis yang berbasis di Nashville, mengatakan itu adalah hal yang normal.

Menyaksikan mantan berpindah ke lain hari, meski kita tidak berniat kembali bersama, tetap saja bisa memicu kesedihan.

“Ketika kita telah memberikan hati kita kepada seseorang, serta bagian paling intim dari diri kita sendiri, rasanya menyiksa untuk merasa diganti atau diabaikan,” ujarnya.

Apabila pernah memiliki keterikatan mendalam dengan pasangan, kita mungkin akan dihinggapi rasa cemas dan penyesalan yang muncul kembali. Rasanya mungkin sangat aneh dan tidak bisa dipahami secara intelektual namun sangat normal.

Salah satu sebabnya mungkin saja karena kebutuhan manusia secara mendasar yang suka merasa terikat dan tetap terikat dengan orang lain untuk bertahan hidup.

Hal itu sebenarnya tidak rasional namun memang menjadi insting bertahan hidup mendasar manusia.

Galau karena Mantan Punya Pasangan Baru? Begini Cara Menghadapinya

Perasaan negatif yang muncul karena mengetahui mantan sudah memiliki pasangan baru adalah hal yang normal. Untuk menghadapinya, kita hanya membutuhkan cara yang tepat agar efeknya tidak berkepanjangan.

Ada beberapa cara yang bisa ditempuh misalnya saja:

  • Jujur pada perasaan sendiri

Jangan menyalahkan diri sendiri karena masih peduli, tidak peduli sudah berapa lama hubungan yang pernah terjalin.

Lynsie Seely, terapis pernikahan yang berbasis di San Fransisco menjelaskan kesedihan yang dirasakan pasti akan terasa sangat baru dan menyakitkan.

"Anda menghadapi bagian baru dari proses berduka yang belum Anda proses," tambahnya. Cobalah mengambil napas dalam-dalam, menangis jika perlu, menyadari perasaan yang muncul, atau membuka diri kepada orang terdekat.

Menurutnya, fase ini adalah penghormatan untuk seberapa jauh kita bisa mencintai orang lain.

  • Jangan bertindak berdasarkan perasaan

Hargai perasaan yang muncul namun jangan gegabah menyikapinya. Terkadang perasaan ini mendorong kita ingin berbicara dengan mantan, mengkritik perilakunya dan pasangan barunya, membalas dendam atau mencoba bersaing dalam beberapa cara.

Sesaat, sikap tersebut mungkin terasa memuaskan namun tidak berguna untuk jangka panjang. Momen ini bahkan bisa dimanfaatkan untuk mencari peluang hubungan baru bersama orang lain.

Namun jangan tergoda untuk mencari pasangan hanya karena tidak mau kalah dengan mantan.

  • Tidak perlu kepo lewat media sosial

Kebanyakan dari kita pasti tergoda untuk mencari tahu lebih jauh soal mantan dan pasangannya di media sosial. Padahal sikap kepo ini hanya akan berdampak buruk pada diri kita.

Perilaku ini akan menghalangi kita untuk move on sekaligus memicu asumsi yang salah soal pasangan baru tersebut. Kita juga akan cenderung membandingkan diri dengan kehidupan mantan saat ini. 

  • Semangati diri sendiri

Lakukan berbagai hal yang bisa menyemangati diri sendiri. Fokuskan energi pada hal positif, produktif sekaligus menggembirakan.

Misalnya saja mencoba jenis olahraga baru, traveling atau menjajal gaya riasan yang berbeda. Selain menyenangkan, aktivitas baru ini juga dapat mendefinisikan kembali identitas kita sebagai pribadi yang mandiri.

  • Lakukan ritual move on

Jika memang belum benar-benar bisa move on dari mantan pasangan, cobalah melakukan satu ritual untuk melepaskan semua kenangan dan perasaan yang ada. Tujuannya untuk menandai transisi dari akhir sesuatu ke awal yang baru.

Misalnya saja menyisihkan semua foto kenangan, menghapus jejak media sosial atau menyimpan barang pemberian mantan ke gudang.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/06/10/182705520/mantan-pasangan-punya-pacar-baru-bagaimana-kita-harus-merespon

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.