Salin Artikel

Ketahui 7 Tips untuk "Istirahat" dari Hubungan Percintaan

KOMPAS.com - Tak ada hubungan percintaan yang selalu berjalan mulus. Pertengkaran dan juga rasa bosan adalah hal yang wajar. Jika semua bisa diatasi, maka ikatan hubungan akan bertambah kuat.

Ketika perasaan bosan itu datang, banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyegarkan kembali hubungan. Melakukan jeda atau istirahat sejenak dari hubungan salah satu yang bisa dipertimbangkan.

Nah, bagi yang sedang ingin beristirahat dari suatu hubungan percintaan, cobalah tujuh tips yang dilansir dari laman Times of India berikut ini untuk memulainya.

1. Menentukan waktunya

Kerangka waktu sangat penting ketika kita dan pasangan ingin mengambil istirahat dari satu sama lain.

Menurut terapis, empat hingga enam minggu sudah cukup bagi dua orang untuk jeda dan mempertimbangkan kembali berbagai hal serta mendapatkan kejelasan.

Dalam rentang waktu ini, kita akan beradaptasi dengan krisis dan memikirkan sesuatu yang lebih lanjut pada hubungan kita.

2. Pengaruh istirahat berbeda bagi setiap orang

Jika kita sudah memiliki gagasan tentang seperti apa seharusnya istirahat dari hubungan, bersiaplah untuk beberapa kejutan.

Sebab, semuanya bergantung pada kita dan pasangan dalam memutuskan bentuk "break" seperti apa yang akan berhasil untuk satu sama lain. Sebaiknya bicarakan dengan pasangan untuk mencegah salah paham.

Mungkin bagi kita tidak bertemu di akhir pekan sudah cukup untuk memberi ruang, sementara bagi pasangan ingin lebih dari itu.

3. Tetapkan beberapa batasan

Menetapkan batasan akan membantu kita dan pasangan menghindari pertengkaran.

Kita bisa memutuskan untuk tidak bertemu sama sekali dan membuat ekspektasi tetap terkendali.

Mungkin kita juga perlu konseling ke psikolog atau orang yang dianggap netral guna membicarakan batasan-batasan yang tepat.

4. Berdiskusi tentang hal yang dilakukan selama istirahat

Mendiskusikan tentang berbagai hal yang dilakukan selama istirahat dari hubungan itu sangatlah penting.

Apabila kita dan pasangan tidak berada di pemahaman yang sama dalam hal ini, maka masalah kepercayaan pasti akan muncul berlipat ganda saat fase istirahat berakhir.

5. Putuskan untuk merahasiakannya atau tidak

Kita harus memutuskan apakah kita akan menceritakan fase istirahat ini kepada orang-orang terdekat seperti keluarga, teman, atau anak-anak (bagi yang sudah menikah).

Pastikan juga kita memberi tahu keputusan itu bersama dengan pasangan secara detail.

6. Menjadi produktif

Terlibat dalam kegiatan yang produktif dan terhubung kembali dengan diri kita adalah bagian penting dari masa-masa istirahat ini.

Kunci untuk istirahat yang baik adalah menemukan apa yang telah kita lewatkan. Baik itu melakukan hobi atau melibatkan diri kita dalam hal apa pun yang kita sukai.

7. Mempertimbangkan kembali ekspektasi

Pastikan kita memiliki ekspektasi atau harapan yang valid dan realistis. Terkadang, kita menemukan bahwa kebutuhan yang diharapkan dari pasangan sebenarnya adalah kebutuhan yang belum terpenuhi dari hubungan di masa lalu.

Tentunya ini bukanlah sesuatu yang pantas untuk kita harapkan dari pasangan kita yang sekarang.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/06/12/082003120/ketahui-7-tips-untuk-istirahat-dari-hubungan-percintaan

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.