Salin Artikel

Vaksin Covid-19 Sinovac Aman untuk Anak, Benarkah?

Kebijakan ini pun sesuai dengan izin penggunaan darurat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang telah diterbitkan sebelumnya.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga telah menyetujui percepatan vaksinasi untuk usia remaja tersebut.

Orangtua dianjurkan untuk mengajak anak mengikuti vaksinasi demi mencegah penularan virus ini.

Jika tertular, remaja yang sudah divaksin diharapkan tidak merasakan gejala yang parah.

Namun, mungkin masih banyak orangtua yang bertanya-tanya, apakah Sinovac aman untuk anak dan remaja?

Vaksin ini memang banyak dipakai untuk orang dewasa di Indonesia. Namun, belum banyak publikasi soal keamanannya untuk anak di bawah umur.

Untuk diketahui, produk vaksin dari China ini telah dinyatakan aman dan efektif diberikan untuk remaja berdasarkan penelitian dan uji klinis yang telah dilakukan.

Otoritas kesehatan di China bahkan telah menyetujui pemberian Sinovac kepada anak di atas usia tiga tahun.

Penelitian yang diterbitkan jurnal the Lancet Infectious Diseases belum lama ini pun menguatkan hal tersebut.

Disebutkan, lebih dari 96 persen dari 552 peserta uji coba berusia 3-17 tahun mengembangkan antibodi terhadap virus corona, setelah mendapatkan dua dosis vaksin Sinovac.

“Sinovac ditoleransi dengan baik dan aman, dan menginduksi respons humoral pada anak-anak dan remaja berusia 3-17 tahun."

"Hasilnya mendukung penggunaan dosis 3 mikrogram dengan jadwal dua imunisasi pada anak-anak dan remaja.”

Demikian diungkapkan salah satu peneliti seperti dikutip dari laman South China Morning Post.

Para peneliti juga menemukan respons imun di antara anak-anak dan remaja lebih tinggi daripada orang dewasa yang dinilai dalam penelitian sebelumnya.

Pemberian vaksin juga terbukti aman dengan sebagian besar reaksi berupa rasa sakit di tempat suntikan.

Lalu, ada pula reaksi serupa pada kelompok dosis berbeda. Kesemuanya menunjukkan bahwa tidak ada masalah keamanan terkait dosis.

Namun, semua peserta berasal dari kelompok etnis Han, sehingga penelitian di masa depan harus memiliki perwakilan etnis yang lebih luas.

Selain itu, jumlah peserta yang sedikit juga berarti masih diperlukan kesimpulan berdasarkan data yang lebih memadai.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/07/01/163624020/vaksin-covid-19-sinovac-aman-untuk-anak-benarkah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.