Salin Artikel

Jadikan Anak sebagai Teman, Pola Asuh Idealkah?

Ada keluarga yang tahu bahwa orangtua harus berperan sebagai pebimbing dan guru bagi anak-anaknya, namun tak terlalu peduli soal berteman dengan anak. Ada pula yang sebaliknya.

Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan, justru banyak orangtua yang ingin berteman dengan anak mereka.

Bahkan, beberapa ibu dilaporkan mencoba sekuat tenaga untuk membuat anak-anak mereka memandangnya sebagai teman.

Pertanyaannya, berapa banyak orangtua yang ingin berteman dengan anak?

Menurut laporan The Toys Matrix dan Daily Advent, survei memang menunjukkan, orangtua di era modern ingin agar anak menganggap orangtua sebagai teman.

Survei itu juga menunjukkan, 87 persen partisipan, termasuk orangtua saat ini, percaya bahwa berteman dengan anak memberi keuntungan bagi mental orangtua.

Namun, survei tersebut juga mengungkap, tidak semua orangtua menyukai metode yang menganggap anak sebagai teman.

Coba disimak hasil survei tersebut:

- 37 persen pasangan orangtua dengan usia lebih matang memandang anak sebagai teman saat tumbuh dewasa.

Dari sana terlihat adanya perbedaan drastis dalam pola asuh masa lalu dan masa kini. Generasi yang lebih tua memandang adanya kekurangan dalam pola asuh seperti ini.

- 29 persen mengatakan, berteman dengan anak hanya akan membuat mereka tumbuh tanpa rasa hormat.

- Lalu, 45 persen responden berpikir, anak mereka tidak akan bisa mengetahui batas antara orangtua dan anak saat mereka tumbuh dewasa.

Hal itu terjadi jika mereka sebagai teman, bukan anak.

Beberapa orang bahkan mengatakan, pola asuh ini “malas” dan beranggapan bahwa metode ini menunjukkan orangtua yang kurang asertif.

Lantas, bagaimana pendapat para ahli tentang pola asuh ini? Apakah ini pola asuh yang ideal?

Ternyata, tidak semuanya berkata metode ini adalah metode yang buruk. Sue Atkins, seorang ahli parenting, mengatakan, ada beberapa hal positif dari dalam pola asuh ini.

Dia menegaskan, saat orangtua menunjukkan metode asuh dengan pendekatan menyenangkan dan positif, ikatan antara anak dan orangtua akan semakin kuat.

Saat orangtua mencoba dan menjadikan anak sebagai teman, maka orangtua pun membantu mereka merasa diasuh, didukung, dan dipahami.

Kondisi inilah yang lantas bermanfaat bagi kesehatan mental anak.

Melihat survei yang mengumpulkan berbagai cara orangtua memperlakukan anak, dapat disimpulkan, generasi yang lebih matang cenderung “membungkam” anak.

Sementara itu, pola asuh modern terlihat mengandalkan pemberian penghargaan atas perilaku baik, dan membiarkan anak membuat kesalahan demi proses belajar.

Orangtua modern juga cenderung memaafkan kesalahan kecil, sesuatu yang jauh berbeda dari generasi sebelumnya.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/07/08/150209020/jadikan-anak-sebagai-teman-pola-asuh-idealkah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.