Salin Artikel

5 Perempuan Selebritas yang Gencar Serukan "Body Positivity"

Maklum saja, kaum hawa memang menjadi kelompok yang paling sering menjadi sasaran objektifikasi semacam itu.

Isu soal pentingnya penerimaan diri sendiri akan citra tubuh memang tergolong baru.

Namun, gerakan ini menjawab masalah lama yang menuntut seseorang -umumnya wanita, untuk berpenampilan ideal dan sempurna.

Standar kesempurnaan yang dibangun dari citra media dan anggapan yang salah kaprah kerap menyebabkan ketidakadilan.

Hal ini termasuk pula dirasakan oleh para wanita artis yang dituntut harus tampil sempurna demi mempertahankan kariernya.

Mereka harus selalu terlihat cantik, kurus, flawless, dan glowing, tanpa peduli dengan implikasi tertentu yang mungkin mereka dirasakan.

Tuntutan ini membuat banyak perempuan menderita, dan mengalami masalah mental maupun kesehatan.

Untungnya, kini sejumlah pesohor gencar mengampanyekan body positivity untuk pola pikir yang lebih baik.

Marshanda merupakan salah satu artis Tanah Air yang belum lama ini melakukannya lewat akun Instagram-nya.

Selain itu, ada sejumlah wanita selebritas dunia yang dikenal lantang menyuarakan pentingnya mencintai tubuh sendiri. Siapa saja mereka?

Melissa Vivianne Jefferson atau lebih dikenal sebagai Lizzo membuktikan tubuhnya yang besar tak menghalanginya meraih popularitas dan prestasi yang dinikmatinya saat ini.

Melalui akun Instagram, dia tak lelah mengingatkan penggemarnya soal hal tersebut, termasuk dengan mengunggah potret tubuhnya tanpa proses editing.

"Saya mulai berbicara dengan perut saya tahun ini. Memberinya kecupan, dan segala pujian. Padahal dulu, saya ingin sekali memotong perut ini, saya amat membencinya."

"Tapi kembali lagi, inilah diriku. Saya belajar banyak untuk memberikan lebih banyak cinta pada setiap bagian tubuh ini. Meskipun, dengan begitu saya harus mengajaknya 'berbicara' setiap pagi."

"Tapi, itulah tanda bahwa kita cinta pada diri kita sendiri hari ini," tulis dia dalam salah satu unggahannya.

  • Demi Lovato

Penyanyi berusia 28 tahun ini memang dikenal punya masalah berat badan sejak remaja, dengan problem anorexia dan bulimia.

Belakangan, dia memutuskan hidup lebih sehat meski harus terlihat gemuk dan tak ideal di mata publik.

Ia menyadari, dengan susah payah, kesempurnaan adalah hal yang semu dan mustahil diwujudkan.

Kini, dia memilih fokus pada karier dan berbagai hal positif yang bisa dilakukannya dalam hidup.

"Saya memutuskan, saya sudah cukup menyia-nyiakan hidup saya untuk mengkhawatirkan dan menekankan hal-hal yang tidak penting," ujar dia.

Graham adalah salah satu model plus size yang bisa dibilang paling sukses di dunia saat ini, sekaligus menjadi bukti akan pentingnya body positivity untuk membangun kariernya.

Dalam wawancaranya, dia mengaku termotivasi untuk terus berkampanye tentang isu ini, karena tidak mempunyai role model yang sesuai ketika masih muda.

"Inilah mengapa saya tidak memposting seperti foto Instagram yang 'sempurna'."

"Saya tetap membuatnya nyata dan mentah terus-menerus karena saya ingin orang tahu bahwa ada wanita dengan selulit, dengan lemak punggung, dengan stretch mark..."

"Ada banyak wanita berlekuk, wanita ukuran plus, wanita gemuk, apa pun yang kalian ingin memanggil mereka."

Begitu kata model yang wajah dan tubuhnya pernah menghiasi sampul majalah fashion dunia, seperti Vogue, Harper's Bazaar, Glamour, serta Elle tersebut.

Dia menerima sejumlah komentar jahat terkait tubuhnya yang dianggap tidak ideal selepas melahirkan.

Menurut dia, hal ini kerap dialami sejumlah aktris Hollywood setelah mempunyai anak.

Melalui akun Instagram-nya, dia kemudian menekankan tidak ada perlunya merasa malu soal perubahan tubuh yang dialami wanita setelah berbagai fase penting di hidup.

"Tidak ada yang memalukan dengan bertambahnya berat badan karena kehamilan, tidak akan pernah."

"Juga bukan hal yang memalukan jika kita membutuhkan waktu lebih lama dari yang kita bayangkan, untuk menurunkan berat badan -itupun jika kita mau menurunkannya."

"Tidak perlu ada ada rasa malu untuk akhirnya membuat celana pendek jins untuk musim panas. Tubuh berubah, tumbuh, menyusut, itu semua cinta."

"Jadi jangan pernah biarkan orang lain memberi tahu kalian sebaliknya," ungkap dia. 

Penyanyi kaliber dunia ini berhasil mendobrak stigma soal tubuh wanita dengan sukses merilis Savage X Fenty.

Lini pakaian dalam ini menyediakan produk yang nyaman sekaligus inklusif, suatu gebrakan dalam dunia fashion wanita.

Langkahnya sukses memaksa banyak brand melakukan hal serupa jika ingin bisnisnya bertahan, termasuk Victoria's Secret.

Rihanna berkontribusi nyata mewujudkan kondisi yang lebih nyaman untuk sesama wanita.

Dalam kesehariannya, ia juga dikenal amat percaya diri dengan tubuhnya, tak peduli akan komentar orang lain.

"Jujur, kalian harus menertawakan diri sendiri. Maksudku, saya tahu kapan saya mengalami hari yang gemuk dan kapan saya kehilangan berat badan."

"Saya menerima semua kondisi tubuh tersebut. Saya tidak dibangun seperti Victoria's Secret."

"Para wanita, dan juga saya masih merasa sangat cantik dan percaya diri dengan pakaian dalam yang saya pakai," ujar dia dalam wawancara bersama Vogue.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/07/12/141837920/5-perempuan-selebritas-yang-gencar-serukan-body-positivity

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.