Salin Artikel

Inovasi Nike untuk Sepatu Atlet Atletik di Olimpiade Tokyo

KOMPAS.com - Menjelang diadakannya Olimpiade Tokyo pada pekan depan, perusahaan perlengkapan olahraga Nike merancang sepatu khusus.

Sepatu khusus Olimpiade itu dibekali teknologi inovatif yang diciptakan untuk mempermudah para atlet tim Amerika Serikat meraih medali emas.

Wakil presiden inovasi alas kaki Nike, Brett Holts berkomentar mengenai hal ini.

"Teknologi itu benar-benar DNA Nike, memberi atlet setiap keuntungan melalui produk dan inovasi yang kami berikan. Kami sangat senang dengan produk yang digunakan para atlet kami, dan mereka akan terus bersaing untuk Olimpiade," kata Holts kepada People.

Sebagian besar atlet atletik tim AS akan memakai sepatu kets Nike pada Olimpiade Tokyo nantinya.

Sepatu tersebut antara lain sepatu balap Air Zoom Alphafly Next%, Air Zoom Vaporfly Next% 2, serta sepatu balap spike ZoomX Dragonfly.

Seluruh produk itu dihadirkan dalam palet warna Rawdacious yang mencakup putih, merah muda (pink blast), total orange, dan merah (bright crimson).

"Kami menggunakan warna fluoresen yang lebih mencolok untuk menonjolkan teknologi," sebut direktur produk alas kaki senior Nike running, Rachel Bull.

Bull menambahkan, berbagai sepatu yang dirombak Nike menggabungkan banyak pertimbangan, seperti menambahkan kenyamanan di Vaporfly Next% 2.

Selain itu, para desainer dan inovator produk juga memperluas fokus mereka dengan mengubah konsep sepatu lari biasa menjadi sepatu lari khusus lapangan.

"Kami dapat mengambil konsep ini dan menyebarkannya ke berbagai disiplin ilmu untuk memberikan keuntungan pada lebih banyak atlet," sambung Bull.

Nike pertama kali meluncurkan sepatu lari di sebuah ajang di AS pada 1972.

Sejak saat itu, sepatu lari buatan Nike juga dibekali teknologi khusus. Salah satunya adalah siluet Ultra Zoom dengan spike panjang.

Sepatu Ultra Zoom tersebut mengantarkan Carl Lewis menjadi orang Amerika pertama yang meraih empat medali emas di Olimpiade.

Nah, beberapa produk sepatu dengan corak warna Rawdacious yang baru saja diciptakan merek berlogo centang itu terinspirasi dari sejarah yang ditorehkan oleh Lewis.

"Banyak inovasi terbaik kami dan beberapa inovasi terbaru membutuhkan waktu bertahun-tahun," jelas Holts.

Waktu yang dihabiskan perusahaan dalam menciptakan produk, sambung Holts, membuat Nike mampu mengembangkan hubungan dan kepercayaan dengan atlet Olimpiade.

Bull juga setuju dengan pendapat Holts.

"Kami memiliki klaim performa yang terukur. Ketika kami mengatakan sebuah sepatu dapat meningkatkan running economy sebesar empat persen, maka hal itu akan valid jika dengan sepatu tersebut kami memenangkan medali dan memecahkan rekor."

"Para atlet sudah menunggu inovasi ini, lima tahun dan empat tahun adalah perjalanan yang panjang," kata Bull kepada People.


https://lifestyle.kompas.com/read/2021/07/15/164329220/inovasi-nike-untuk-sepatu-atlet-atletik-di-olimpiade-tokyo

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.