Salin Artikel

3 Tips Belanja Pakaian Dalam Online

Meski begitu, masih banyak orang yang ragu ketika hendak membeli pakaian dalam online.

Selain khawatir ukurannya tak pas, kenyamanan juga jadi faktor penting yang mungkin tak bisa dipastikan jika belanja pakaian dalam online.

Founder Booka Lingerie, Khairiyyah Sari memberikan sejumlah tips belanja pakaian dalam online bagi kamu yang ingin mencobanya.

1. Lihat ulasan

Ulasan adalah salah satu hal penting yang perlu dicari tahu ketika kita hendak belanja pakaian dalam online.

Agar lebih pasti, kita bisa mengeceknya di beberapa platform. Selain ulasan di e-commerce atau situs toko tersebut, kita juga bisa melihat ulasan pelanggan di media sosial brand.

Dari berbagai platform tersebut, kita juga bisa mencari tahu bahan yang digunakan untuk membuat pakaian dalam yang akan kita beli. Membaca ulasan membuat kita dapat menaksir kenyamanan produk ketika dikenakan.

Menurut perempuan yang sejak dulu sudah melakukan transaksi jual-beli di eBay itu, jika ulasannya meyakinkan, maka kita bisa percaya dengan penjual tersebut.

"Kalau di eBay kan ada bintang. Kalau 100 persen feedback berarti bagus dan bisa percaya sama seller," ujarnya kepada Kompas.com, belum lama ini.

2. Pastikan ukuran pas

Ini adalah hal paling utama yang perlu diperhatikan.

Menurut Sari, masih banyak perempuan yang tidak tahu ukuran payudaranya.

Padahal, ketika kita salah mengenali ukuran payudara, kemungkinan membeli produk yang tidak pas akan menjadi lebih besar.

Fakta ini membuat Booka mencoba menyediakan bra dengan renda yang bisa disesuaikan dengan bentuk payudara pemakainya.

Cobalah melihat panduan ukuran yang disediakan oleh setiap toko. Memantau ulasan pelanggan juga bisa digunakan untuk mencari tahu apakah daftar ukuran yang disediakan cukup akurat.

"Soal sizing, ya harus tahu size-nya apa. Makanya kami cukup cerewet dan menyediakan tips seperti bagaimana mengukur payudara kita," tuturnya.

Jika dulu pemilik brand sering kali hanya berada di balik layar, kini banyak brand -terutama di Amerika Serikat dan Eropa, sudah menunjukkan sosok di balik brand tersebut.

Hal ini, kata Sari, memunculkan sebuah prinsip kedekatan antara brand dan pelanggan.

"Jadi orang akan percaya "ooh ternyata owner-nya si A,B. Apalagi kalau brand perempuan, orang kalau beli produk akan melihat siapa owner-nya."

"Itu juga bisa jadi salah satu tambahan informasi supaya kita percaya dan beli produknya," tutur dia.

Nah, coba perhatikan beberapa brand fesyen ternama yang kita kenal. Apakah sudah menampilkan pemilik atau desainernya?

Biasanya, kita akan semakin yakin dengan produknya jika figur tersebut terlihat merepresentasikan segmentasi produknya.

"Owner juga harus bisa jadi PR, marketing. Jadi lebih dipercaya lah bahwa brand ini betulan ada," tutur Sari.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/07/21/182126020/3-tips-belanja-pakaian-dalam-online

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.