Salin Artikel

Melirik Seragam Modis Milik 8 Negara di Olimpiade Tokyo 2020

Mulai dari ditunda akibat pandemi Covid-19, masalah staf rasis dan seksis, hingga 80 persen warga Jepang yang meminta agar olimpiade dibatalkan atau ditunda.

Kendati demikian, pesta olahraga terbesar dunia ini tetap berjalan dan memukau penonton, salah satunya soal pilihan busana para atlet.

Mulai dari baju berteknologi tinggi namun modis milik tim Amerika Serikat, hingga yang unik seperti milik Republik Ceko.

Nah, berikut ini adalah delapan seragam modis di Olimpiade Tokyo 2020.

Amerika Serikat

Ralph Lauren masih menyumbangkan kreatifitasnya untuk mencapai American Dream bagi tim AS.

Salah satu terobosan baru Ralph Lauren adalah sistem RL Coolin, sebuah alat yang dapat mengendalikan suhu secara otomatis dalam jaket pembawa bendera.

Mengingat suhu di Jepang yang tergolong tinggi, tentu sistem ini sangat berguna.

Namun, hal yang paling menarik dari tim AS adalah Kim Kardashian. Ya, Kim lewat brand miliknya, SKIMS, menjadi pakaian dalam resmi bagi para atlet AS.

Kim mengaku sebagai penggemar berat olimpiade. Apalagi, dia memang dibesarkan oleh mantan atlet olimpiade.

Lalu, Speedo dan Nike juga ambil bagian sebagai sponsor seragam tim AS.

Rusia (ROC)

Akibat masih mendapat sanksi WADA, tim Rusia terpaksa kembali bertanding di bawah tim “netral” Olympic Committee (Komite Olimpiade).

Hal ini membuat desainer Anastasia Zadorina dari Zasport sedikit kesulitan untuk menyeimbangkan warna merah, putih, dan biru dalam batasan hukum, meski akhirnya berhasil.

Hal menarik soal fesyen Tim Rusia justru datang dari cerita tim yang didiskualifikasi akibat pakaian renang yang bergambar beruang.

Rupanya, beruang dinilai terlalu mencerminkan budaya Rusia, sehingga dianggap melanggar ketentuan sanksi.

Clemens dikenal dengan brand-nya, Teflar, yang memproduksi pakaian vegan-friendly dan unisex.

Kini, kreator dari “Bushwick Birkin” itu mengukir sejarah di olimpiade dengan rancangannya untuk tim track and field nasional Liberia.

Clemens mengubah seragam tim Liberia menjadi seragam atletik dalam pertandingan.

Berkat gaya streetwear-nya ini, Vogue bahkan menganugerahi seragam Liberia sebagai “seragam terkeren”

Desainer Zuzana Osako menampilkan potongan-potongan rumit yang dilakukan dengan teknik modrotisk.

Meski teknik ini sebenarnya berasal dari Jepang, para perajin tekstil Danube mengadaptasi dan menyempurnakannya selama berabad-abad.

Hingga, pada tahun 2018, UNESCO secara resmi mengakui teknik modrotisk sebagai bagian dari warisan budaya takbenda.

Seragam olimpiade Republik Ceko merupakan kain modrotisk yang dibentuk menjadi dress bagi wanita dan vest bagi pria.

Kazakhstan

Sebanyak 35 anggota tim Kazakhstan rupanya terlibat dalam pembuatan seragam mereka.

Ya, desainer Saltanat Baimukhamedova berkolaborasi dengan para atlet dalam memilih kain, warna, dan elemen dekoratif untuk memastikan agar para atlet merasa didukung.

Pilihan warna menarik dan cerdas ini memperkuat kesan modis dari Astana dan Almaty, dua kota terbesar di negara itu.

Dia memenangi Academy Award dalam kategori penyutradaraan seni untuk film ikonik Crouching Tiger Hidden Dragon dan masuk nominasi BAFTA Award atas desain kostum dalam film tersebut.

Kali ini, tim China mengenakan “Champion Dragon Suits” karya Tim Yip yang juga hadir dalam versi pakaian anak.

Mungkin, seragam ini menggambarkan ambisi China dalam olimpiade yang mengirimkan 777 atlet ke Tokyo tahun ini.

Hal ini menjadi kali pertama untuk seluruh perlengkapan -termasuk sepatu resmi luar lapangan yang dibuat Veldskoen- dibuat dan diproduksi secara lokal.

Meski mungkin tidak masuk dalam kategori gaya busana yang memorable, eksperimen Afrika Selatan ini layak dipuji dan bisa dijadikan contoh sikap persatuan yang baik.

Jepang

Honorable mention tahun ini adalah sang tuan rumah, Jepang.

Untuk pertama kalinya, baik tim olimpiade dan paralimpiade Jepang memiliki seragam yang sama.

Seragam Jepang diproduksi oleh Aoki, salah satu brand fesyen terbesar di negeri sakura.

Seragam ini juga melambangkan berbagai kemajuan di Jepang, termasuk dalam inklusi sosial, busana adaptif, serta perubahan bersejarah lainnya.

Moto resmi olimpiade juga diperbarui untuk pertama kalinya sejak dimulainya olimpiade pada tahun 1894 silam.

Kini, moto olimpiade berbunyi: "Faster, Higher, Stronger – Together, sangat cocok dengan situasi dunia yang tengah menghadapi tantangan besar, pandemi virus Covid-19.

Namun, nampaknya tidak semua seragam olimpiade memiliki desain yang menuai pujian.

Misalnya, tim Italia yang menjadi bahan candaan di internet.

Atau pun, seragam Britania Raya yang dianggap “malas” karena hanya mengubah seragam olimpiade 1964 buatan Ben Sherman.

Mungkin, kedua negara ini akan memiliki gaya busana yang lebih modis saat olimpiade berikutnya.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/07/28/172006920/melirik-seragam-modis-milik-8-negara-di-olimpiade-tokyo-2020

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.