Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pemberian ASI Eksklusif Bukan Cuma Tugas Ibu

"Pemberian ASI ekslusif tidak hanya mengandalkan pengetahuan dan sikap positif ibu saja, tapi ketersediaan fasilitas dan waktu untuk memberikan ASI pada bayi menjadi hal yang perlu dipertimbangkan."

Demikian diungkapkan oleh Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Prof Dr Dida A Gurnida, dr, SpA(K), MKes, pada diskusi Satu Jam Berbicang Ilmu (Sajabi) yang digelar Dewan Profesor Unpad secara virtual, seperti dilansir unpad.ac.id.

Menurutnya, tenaga kesehatan wajib memberikan pengetahuan pada ibu menyusui mengenai pentingnya ASI eksklusif hingga membantu bagaimana cara pemberian ASI pada bayi.

Ibu menyusui pun diharapkan tidak ragu untuk menghubungi tenaga kesehatan jika menemukan masalah dalam proses menyusui.

Selain itu, dukungan keluarga, terutama peran aktif suami, juga penting dan diperlukan dalam upaya pemberian ASI eksklusif.

"Besarnya campur tangan keluarga dalam perawatan bayi juga memengaruhi ibu dalam pemberian ASI eksklusif," katanya.

Sementara bagi ibu yang bekerja, tersedianya waktu dan fasilitas dari perusahaan untuk mendukung pemberian ASI juga sangat diperlukan.

Beberapa fasilitas untuk ibu menyusui yang perlu diberikan perusahaan mulai dari fasilitas cuti bagi ibu menyusui hingga penyediaan tempat yang nyaman bagi ibu untuk memerah ASI di kantor.

Pemerintah juga perlu menerapkan regulasi dan sanksi untuk pihak-pihak yang dengan sengaja menghalangi pemberian ASI pada bayi.

Dida menyayangkan penerapan sanksi yang masih minim terkait hal ini.

Pekan Menyusui Sedunia 2021 juga diharapkan menjadi momen agar semua pihak mengingat tugas-tugas tersebut.

"Dengan tema ini kita harus ikut andil. Tidak boleh berdiam diri," tegasnya.

Pentingnya ASI eksklusif

ASI merupakan makanan alami pertama yang didapatkan oleh bayi.

ASI menyediakan semua energi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi hingga enam bulan pertama kehidupan. Dengan mendapatkan cukup ASI eksklusif, pertumbuhan dan perkembangan bayi akan lebih optimal.

Bahkan, pemberian ASI eksklusif diyakini dapat berkontribusi menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi.

"Menyusui merupakan investasi terbaik untuk meningkatkan kesehatan, perkembangan sosial, serta ekonomi individu dan bangsa," kata Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak itu.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/08/02/154522620/pemberian-asi-eksklusif-bukan-cuma-tugas-ibu

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke