Salin Artikel

Merasa Stres? Konsumsi 10 Jenis Teh Herbal ini

KOMPAS.com - Sejak zaman dahulu, teh herbal digunakan masyarakat untuk kebutuhan kesehatan dan menghangatkan tubuh di sore hari.

Teh herbal diyakini bisa membantu menurunkan stres, kecemasan, serta membuat tidur kita menjadi lebih nyenyak.

Berbagai penelitian menemukan teh herbal dapat memberikan efek positif untuk menurunkan tingkat stres, serta memperbaiki kesehatan fisik dan mental.

Terdapat beberapa jenis senyawa anti-peradangan dalam teh herbal yang bermanfaat bagi tubuh.

Pertama, antioksidan pada teh herbal membantu melindungi tubuh dari stres.

Teh tersebut juga mengandung senyawa antivirus dan antibakteri, herbal yang mengurangi peradangan, dan herbal yang menurunkan risiko pembekuan darah serta tekanan darah tinggi.

Penelitian lain pada tahun 2014 menunjukkan, teh herbal termasuk Melissa officinails atau ekstrak lemon balm bisa menurunkan kadar kortisol --hormon stres-- di dalam tubuh.

Berdasarkan studi lain yang diterbitkan di tahun 2018, terungkap menghirup aroma teh, khususnya teh hitam, dapat membantu mengurangi tingkat stres dan menciptakan suasana hati yang lebih rileks.

Berikut ini 10 teh herbal yang bisa dicoba untuk mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan otak.

Tapi ingat, sebelum mengonsumsi salah satu jenis teh herbal, lakukan riset untuk mengetahui apakah teh itu dapat memengaruhi kondisi kesehatan kita atau tidak.

1. Teh lemon balm

Sebagian besar studi ilmiah membuktikan lemon balm dapat membuat tubuh rileks, meningkatkan mood, dan meredakan stres.

Studi tahun 2014 mengungkapkan makanan yang mengandung lemon balm bisa memperbaiki tingkat stres dan fungsi kognitif pada orang dewasa.

Penelitian yang ada menggunakan dosis tertentu lemon balm, bukan teh lemon balm.

Jadi, belum diketahui secara pasti apakah teh lemon balm juga memiliki manfaat yang sama seperti lemon balm atau tidak.

2. Teh linden

Teh linden terbuat dari bunga kering, daun, atau kulit pohon linden.

Secara tradisional, teh ini sudah digunakan sebagai obat herbal untuk menenangkan saraf dan mengobati kecemasan, insomnia, dan sakit kepala.

Satu studi di tahun 2015 menemukan senyawa dalam teh linden mempengaruhi aktivitas asam gamma aminobutyric (GABA).

Asam gamma aminobutyric adalah asam amino alami yang bertindak sebagai pembawa pesan kimia di otak, dengan cara yang sama seperti efek obat anti kecemasan.

Bagi yang memiliki tekanan darah rendah atau sedang mengonsumsi obat untuk menurunkan tekanan darah, dianjurkan tidak mengonsumsi teh linden atau meminum teh ini dalam porsi terbatas.

Jika dikonsumsi berlebihan, teh linden bisa menyebabkan tekanan darah menurun ke tingkat yang sangat rendah.

3. Teh chamomile

Faktanya, teh chamomile digunakan untuk mengobati masalah perut dan usus, termasuk terlalu banyak gas, sakit perut, radang perut, dan buang air besar yang terkait kecemasan.

Stres dan kecemasan dapat memperburuk gejala pada orang dengan sindrom iritasi usus besar atau irritable bowel syndrome (IBS).

Beberapa penelitian menunjukkan efek relaksasi chamomile dan senyawa lain pada teh chamomile dapat meringankan penderita IBS.

Sebuah studi tahun 2015 yang melibatkan 45 penderita IBS mengungkap, gejala iritasi pada peserta yang mengonsumsi teh chamomile selama empat minggu menurun secara signifikan.

Penelitian tersebut juga menunjukkan chamomile dapat membantu mengurangi kecemasan dan insomnia.

4. Teh rosemary

Namun, banyak penelitian yang menemukan konsumsi teh rosemary secara teratur dapat mencegah penyakit Alzheimer.

Senyawa dalam rosemary dinilai mampu mengurangi peradangan, mencegah bisul, dan meningkatkan kesehatan otak secara keseluruhan.

Meski demikian, penelitian tentang teh rosemary masih belum memadai dan sulit untuk mengetahui efek jangka panjang dari konsumsi teh ini.

5. Teh lavender

Dari sebuah studi, terungkap ekstrak lavender juga bermanfaat bagi kesehatan mental jika diminum.

Menurut studi yang dilakukan pada 60 orang berusia lanjut di tahun 2020, meminum teh lavender di pagi dan malam hari dapat mengurangi angka kecemasan dan depresi para peserta.

Lavender juga bisa membuat tubuh rileks dan memudahkan kita tidur, meredakan sakit perut, dan meningkatkan mood.

6. Teh rose atau teh mawar

Kelopak mawar juga merupakan sumber antioksidan yang baik seperti vitamin C, A, dan E.

Studi pada 2005 yang meneliti 130 remaja perempuan dengan dismenore primer (nyeri di perut bagian bawah saat menstruasi tanpa kelainan pada panggul) menemukan fakta menarik terkait teh mawar.

Dari studi tersebut, ditemukan teh mawar membantu mengurangi nyeri dan kecemasan saat menstruasi.

Senyawa lain dalam teh mawar juga dinilai bisa mengurangi risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung.

7. Teh melati

Senyawa dalam melati memicu neurotransmitter GABA, membantu mengendurkan sistem saraf dan meredakan kecemasan.

Studi yang melibatkan 24 orang sehat pada 2005 menunjukkan, aroma melati menurunkan detak jantung dan menciptakan suasana hati yang lebih tenang.

Melati sering dicampur dengan teh hitam atau teh hijau, yang keduanya mengandung kafein.

Jika kita ingin meminum teh melati sebelum tidur, carilah teh yang bebas kafein.

8. Teh akar valerian

Studi menunjukkan ramuan valerian bekerja dengan memblokir enzim yang mengganggu fungsi GABA, yang meningkatkan perasaan rileks.

Selain itu, ada juga penelitian yang mendukung teh akar valerian sebagai obat tidur.

Penelitian di tahun 2020 mengungkap teh herbal valerian efektif meningkatkan waktu yang dihabiskan untuk tidur nyenyak dan mengurangi jumlah waktu yang dibutuhkan agar seseorang bisa tertidur.

9. Teh pepermint

Aroma dari peppermint juga membantu mengurangi kecemasan dan stres.

Sebuah studi yang meneliti 80 pasien jantung memeroleh hasil bahwa peppermint dapat mengurangi rasa sakit dan kecemasan pada pasien yang menerima infus.

10. Teh jerami gandum

Teh jerami gandum terbuat dari batang, biji, dan bunga tanaman gandum.

Ekstrak teh oat digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional untuk membantu tubuh rileks, meningkatkan mood, dan mengurangi kelelahan.

Sebuah studi di tahun 2011 menemukan ekstrak ramuan gandum membantu meningkatkan perhatian dan konsentrasi pada orang berusia lanjut.

Namun tidak banyak penelitian yang membahas manfaat oat straw saat dikonsumsi sebagai teh, padahal senyawa ini sudah lama dijadikan obat tradisional.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/08/03/093256420/merasa-stres-konsumsi-10-jenis-teh-herbal-ini

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.