Salin Artikel

Pria Berbobot 158 Kg Mampu Turunkan Berat Badan Jadi 74 Kg

Alhasil, dia kerap menjadi bahan lelucon, bahkan hingga dia masuk ke perguruan tinggi.

Namun, seiring bertambahnya usia, dia mulai menyadari bahwa lelucon tersebut sangat tidak baik jika diteruskan, karena dapat memengaruhinya secara mental.

Di samping itu, lelucon tentang tubuhnya juga tidak membuat perubahan apa pun dalam hal kesehatan.

Pria yang menjadi sukarelawan konsultan keuangan nirlaba untuk organisasi internasional itu sering bepergian ke beberapa negara di Afrika, Eropa, dan Amerika Tengah.

Dalam satu perjalanan, di harus mendaki Gunung Sinai di Mesir, dan dia mulai terengah-engah karena saat itu bobotnya sudah mencapai 158 kilogram.

"Saya hanya menyelesaikan sekitar seperempat jalan dan memutuskan untuk menyewa unta selama sisa perjalanan," ungkap dia.

"Namun, saya tetap diperbolehkan menyewa unta itu meski ukurannya sangat kecil dibandingkan dengan badan saya yang sangat berat," tambah dia.

Di sanalah Andrew menyadari bahwa berat badannya tidak hanya memengaruhi kesehatannya, tetapi juga menghambat aktivitasnya.

Mengikuti spin class

Sepulangnya dari Mesir, pria yang berasal dari Fort Worth, Texas, AS itu akhirnya membuat janji dengan seorang ahli bedah untuk menyedot lemak di tubuhnya.

"Tetapi, teman saya Elizabeth mengambil ponsel saya dan mendaftarkan saya untuk keanggotaan di tempat gym Life Time sebagai hadiah ulang tahun pada Oktober 2017," ungkap dia.

Dia pun mulai mengikuti spin class atau latihan aerobik dalam ruangan dengan sepeda statis di Life Time.

"Kelas ini sangat membantu saya karena saya bisa belajar dan bersepeda pada saat yang sama."

"Awalnya saya hanya bisa menyelesaikan setengah kelas, seminggu sekali," ujar dia.

"Tapi setelah beberapa bulan, saya naik tiga kelas seminggu, dan saya ingin beralih ke bersepeda di luar ruangan," lanjut dia.

Mengubah kebiasaan makan

Pada hari yang sama saat bergabung dengan Life Time, Andrew juga mendaftarkan dirinya di WW (sebelumnya dikenal sebagai Weight Watchers) untuk membantunya mengendalikan kebiasaan makan.

Dia pun telah membuat pilihan yang berbeda dan menambahkan makanan yang lebih baik untuk tubuhnya.

Berbekal usahanya yang keras selama empat tahun, Andrew berhasil menurunkan 83 kilogram dan berat badannya sekarang telah mencapai sekitar 74 kilogram sekarang.

"Saya masih orang yang sama, hanya berat badan saya saat ini lebih ringan karena bersepeda," ujar dia.

"Saya bukan orang yang lebih baik karena berat badan saya turun. Nilai saya tidak bertambah karena berat badan saya berkurang," tutur dia.

Ketika memutuskan untuk menurunkan berat badan, Andrew sama sekali tidak memikirkan berapa banyak berat yang harus diturunkan.

Tetapi, bagaimana dia mampu meningkatkan  intensitasnya bersepeda, dan dia merasa tubuhnya menjadi lebih baik.

Rencananya, Andrew masih akan menurunkan berat badannya sebanyak tujuh kilogram lagi hingga Oktober 2021, untuk meraih target 90 kilogram penurunan berat badan.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/08/21/220000520/pria-berbobot-158-kg-mampu-turunkan-berat-badan-jadi-74-kg

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.