Salin Artikel

Jakarta Metaverse NFT Gallery, Wujud Teknologi di Industri Kreatif

Ada pun penjualan karya dalam bentuk NFT akan tercatat dalam blockchain sebagai "buku besar" yang mirip dengan jaringan (network) yang mendukung Ethereum, Bitcoin, dan mata uang kripto lainnya.

Nah, untuk memperkenalkan NFT, khususnya dalam lingkup industri kreatif di Jakarta, Komite Ekraf Jakarta (KE JKT) pun menggelar Jakarta Metaverse NFT Gallery (JMNG).

JMNG merupakan sebuah etalase virtual karya digital para pelaku ekonomi kreatif Jakarta yang diabadikan dengan teknologi Blockchain dalam format NFT, sehingga bisa diperjual-belikan oleh masyarakat.

Perwakilan Jakarta Metaverse sekaligus kurator pameran pertama dari JMNG, Sunny Gho menyampaikan besarnya potensi kolaborasi yang mungkin terjadi dengan adanya NFT Gallery ini.

"NFT adalah sebuah implementasi teknologi Blockchain yang sangat serbaguna, terutama di bidang industri kreatif," kata dia dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

"Kami melihat potensi terjadinya kolaborasi yang sangat tinggi lewat NFT untuk mendorong pergerakan ekraf, khususnya di Jakarta," lanjut dia.

Selain itu, menurut Sunny, para pelaku ekraf di Jakarta juga sangat antusias terhadap fenomena baru NFT ini.

Mereka umumnya menyambut dengan baik ajakan untuk melakukan pameran.

Rencananya, pameran pertama JMNG menampilkan karya dari nama-nama besar seperti sutradara Wregas Bhanuteja dengan film pendeknya "Tak Ada yang Gila di Kota Ini".

Film karyanya tersebut akan menelurkan lima buah NFT yang sangat unik untuk menunjukkan kemampuan NFT dalam menggabungkan konsep barang digital dan peleburannya dengan dunia fisik.

Sebagai salah satu contoh, pengunjung dapat membeli sebuah shot dari film tersebut untuk kemudian mendapatkan memorabilia yang dipakai para pemeran.

Pameran ini juga didukung oleh Bumilangit Entertainment sebagai perusahaan yang menaungi karakter-karakter superhero Indonesia legendaris seperti Gundala dan Godam.

Tak hanya itu saja, ada pula kartunis kawakan Muhammad Misrad (Mice Cartoon) yang akan menjual karya-karyanya tentang Jakarta yang dibuat pada tahun 1998.

Sederet kreator muda lintas sektor juga ikut meramaikan pembukaan galeri virtual ini di antaranya Andriano Andigracio (3D Sculptor), dan Galang Larope (Sutradara Animasi).

Lalu ada Mochtar Sarman (Painter), Kei Kusuma (Illustrator), Rhoald Marcellius (Comic Artist), dan Shakti Siddarta (Fotografer).

Dalam pelaksanaannya, KE JKT bekerja sama dengan KaryaKarsa sebagai platform kreatif dan TokoCrypto.

Kerja sama ini baru melahirkan TokoMall sebagai platform marketplace NFT, di mana pengunjung bisa membeli NFT secara eksklusif.

Separuh dari seluruh hasil penjualan pameran ini juga akan disumbangkan untuk masyarakat yang terdampak pandemi lewat kerja sama TokoCrypto dan benihbaik.com.

Lebih lanjut, pameran pertama JMNG ini akan dibuka untuk umum pada 29 Agustus-29 September 2021 dan bisa diakses lewat tautan, jakartametaverse.id/nft.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/08/29/192656420/jakarta-metaverse-nft-gallery-wujud-teknologi-di-industri-kreatif

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.