Salin Artikel

Benci Hari Senin? Coba Atasi dengan 14 Cara Ini

Monday blues dialami ketika kita hendak beralih dari akhir pekan -yang dipersepsikan menyenangkan, ke hari kerja -yang dipersepsikan penuh ketegangan.

Melansir Greatist, para peneliti juga menemukan bahwa Monday blues adalah hal yang sangat nyata.

Misalnya, berdasarkan sebuah studi pesan Twitter, para peneliti berpikir orang paling mungkin merasakan kesedihan itu pada hari Senin dan Selasa. Namun, itu bisa lebih dari sekadar membenci jam alarm berbunyi.

Sebuah penelitian di Jepang menemukan tingkat bunuh diri tertinggi terjadi pada hari Senin dan pada beberapa orang, depresi di Senin pagi bahkan dapat memicu masalah kardiovaskular.

Mengatasi Monday blues

Lalu, bagaimana cara menghadapi rasa benci hari Senin? Melansir Healthline, beberapa cara berikut bisa kita coba:

1. Jalani rutinitas yang sama

Salah satu penyebab kita benci hari Senin adalah karena adanya perubahan pola hidup di akhir pekan dan hari kerja.

Misalnya, kita tidur lebih larut dan bangun lebih siang di akhir pekan. Pola itu berubah lagi ketika menghadapi hari Senin. Itulah yang membuat ritme alami tubuh kita terganggu sehingga merasa lebih capek di pagi harinya.

Ketika capek, kita akan lebih mudah merasa terganggu.

Bukan berarti kita tak boleh rileks di akhir pekan. Tapi, cobalah temukan keseimbangan sehingga kita tetap bisa menjalani rutinitas dengan baik selama tujuh hari.

"Manjakan diri kita, tapi tetap pada jalurnya," kata konselor Kathryn Ely.

2. Jauhi pekerjaan di akhir pekan

Monday blues bisa juga merupakan tanda kita butuh batasan yang jelas antara pekerjaan dan waktu rileks.

Jadi, hindari hal-hal yang biasa kita lakukan di hari kerja, seperti terus-menerus mengecek email atau melihat notifikasi terkait pekerjaan. Hal itu bakal meningkatkan risiko burnout.

Cobalah mematikan notifikasi dan menjauhi diri dari hal terkait pekerjaan di akhir pekan. Fokuslah pada waktu pribadi.

3. Jangan ganggu siklus tidur

Tidur yang tak berkualitas bakal berpengaruh terhadap hari Senin pagi kita dan membuat kita merasakan kecemasan atau bahkan depresi.

Jadi, pastikan siklus tidur dan bangun sepanjang pekan tetap teratur. Kita tak perlu benar-benar tepat bangun di waktu yang sama persis. Tapi, hindari tidur hingga 1-2 jam lebih larut daripada hari biasanya.

4. Siapkan pikiran untuk tugas penting

Melepaskan diri total dari pekerjaan di akhir pekan memang ideal, tapi itu tidak realistis.

Jika kita tahu ada setumpuk pekerjaan di hari kerja, petimbangkanlah untuk meluangkan 1-2 jam di hari Minggu untuk mengurusi pekerjaan sehingga mengurangi beban di hari Senin dan hari kerja lainnya.

Pastikan diri kita tetap mengoptimalkan waktu rileks agar tidak mengalami burnout.

5. Hindari menumpuk pekerjaan di hari Senin

Normal jika kita menghadapi tumpukan pekerjaan di hari Senin karena meninggalkannya sejenak di akhir pekan.

Tapi, sebisa mungkin hindari terlalu menumpuk tugas atau jadwal rapat di hari Senin.

Buatlah perencanaan ke depan agar semua beban pekerjaan tak menumpuk di awal pekan dan jangan meninggalkan tumpukan pekerjaan untuk pekan depan.

Jika merasa sulit melakukannya, cobalah menggunakan alat bantuan untuk manajemen waktu sehingga akitivitas dan penjadwalan lebih mudah dilakukan.

6. Tulis kekhawatiran

Jika pikiran kita penuh dengan kekhawatiran berlebih di hari-hari berikutnya, menuliskan itu semua bisa membantu kita lebih tenang dan lebih produktif.

Ketika menulis, cobalah tanya pada diri sendiri pertanyaan seperti:

  • Apa emosi yang saya rasakan sebenarnya? Apakah marah, sedih, atau takut?
  • Apa yang bikin saya stres? Apakah seseorang atau tugas?
  • Apa langkah yang bisa saya lakukan sekarang untuk menyingkirkan kekhawatiran ini? Jalan ringan di sekitar? Bikin perencanaan buat pekan depan?

7. Pertanyaan alasan kurang motivasi

Kadang, Monday blues bisa jadi tanda kita tidak sreg dengan pekerjaan atau bagaimana sistem di pekerjaan kita berjalan.

Jadi, cobalah mengindentifikasi sumber kecemasan yang kita rasakan. Misalnya, apakah atasan yang terlalu mendesak, rekan kerja yang tidak bisa diajak kerja sama, atau alasan lainnya. Jika ada, mungkin lebih baik jika kita mendiskusikannya dengan individu tersebut agar masalah terselesaikan.

8. Membuat mindset baru

Jika selama ini merasa benci hari Senin dan mengasosiasikannya sebagai sesuatu yang berat, pertimbangkanlah untuk membangun kebiasaan positif.

Misaknya, menghabiskan 30 menit pertama di pagi hari untuk menuliskan pencapaian dan target kita di masa depan. Ini bisa membantu kita memikirkan sesuatu dalam kerangka yang lebih besar dan bagaimana pekerjaan kita bisa membantu mencapai target-target itu.

"Jika kita menghabiskan waktu untuk bekerja menuju apa yang penting buat kita serta memiliki target yang jelas dan selaras dengan nilai-nilai kita, maka kita akan mengalami kepuasan dalam bekerja," ujarnya.

9. Bicarakan dengan teman

Sering kali, dukungan teman dekat bisa sangat membantu.

Ketika merasa jenuh, cobalah menghubungi teman untuk sekadar membicarakan hari-hari yang kita lalui.

Berbicara dengan orang yang memahami kita bisa membuat kita merasa lebih percaya diri dan siap menghadapi tugas yang lebih berat.

10. Rencanakan sesuatu yang menyenangkan

Memiliki rencana menyenangkan di kemudian hari juga bisa membantu kita mengatasi Monday blues.

Menjadwalkan main basket bersama teman atau menonton serial televisi kesukaan, misalnya, bisa membuat kita lebih bersemangat menyambut hari-hari ke depan.

11. Melakukan kebaikan

Daripada terus menerus berkutat dengan tumpukan pekerjaan, cobalah memikirkan apa yang bisa kita lakukan untuk orang lain agar hari Senin kita terasa lebih bermakna.

Hal itu bisa menghilangkan kekhawatiran kita dan merasa lebih baik terhadap diri sendiri.

Misalnya, membuatkan sarapan untuk pasangan kita saat bangun tidur atau sekadar ngobrol dengan teman sebelum menjalani rapat pagi.

12. Manjakan diri

Sarapan adalah momen yang tepat untuk memberi perhatian pada diri sendiri di hari Senin.

Cobalah untuk memanjakan diri dengan hal kecil, misalnya mengonsumsi menu sarapan kesukaan. Persiapkan itu sejak malam harinya.

Ini tak hanya memberikan kita menu sarapan yang baik, tapi juga membantu mengumpulkan energi yang hilang ketika meninggalkan akhir pekan.

13. Ringankan pekerjaan

Jangan tumpuk semua tugas di hari Senin. Cobalah meringankan itu dengan membaginya untuk Selasa dan Rabu, misalnya.

Hari Senin bisa kita gunakan untuk mengecek email dan membuat perencanaan untuk satu pekan.

14. Ketahui jika kita merasakan hal lain

Jika Monday blues itu terus dirasakan di hari-hari setelahnya, mungkin saja kita merasakan depresi.

Sebab, Monday blues akan pergi perlahan seiring berjalannya hari. Namun, Ely menjelaskan, depresi klinis umumnya ditandai sebagai suasana hati yang terus-menerus tertekan atau kehilangan minat dalam aktivitas tertentu.

Ini menyebabkan penurunan signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan terjadi untuk jangka waktu yang lama.

Depresi juga dapat disertai dengan rasa putus asa kronis, lekas marah, gelisah, dan mengalami gangguan tidur.

Merasa gugup memang normal untuk dirasakan di hari Senin. Tapi, jika ketakutan tersebut menjadi berlebihan atau memengaruhi area lain dalam hidup kita, mungkin sudah waktunya untuk mencari bantuan profesional.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/08/30/063700020/benci-hari-senin-coba-atasi-dengan-14-cara-ini

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.