Salin Artikel

Apa itu Insecure? Penjelasan, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Insecure bisa terjadi pada banyak situasi di kehidupan kita, baik kehidupan sehari-hari, pekerjaan, hingga hubungan asmara.

Beberapa orang juga merasa insecure tentang citra dirinya, misalnya terhadap bentuk tubuh mereka yang dianggap tidak ideal.

Apa itu insecure?

Insecure adalah perasaan tidak mampu atau tidak cukup baik yang sering kali membuat kita berada pada situasi ketidakpastian.

Menurut WebMD, perasaan insecure membuat seseorang mengalami kecemasan tentang tujuan-tujuan dalam hidup, hubungan, hingga kemampuan untuk mengatasi situasi tertentu.

Setiap orang pernah memiliki perasaan insecure dari waktu ke waktu dan penyebab insecure bisa bermacam-macam.

Penyebab insecure bisa datang dari kejadian yang menimbulkan trauma, pengalaman masa lalu, kondisi sosial (dari mengobservasi orang lain), hingga lingkungan sekitar, seperti sekolah, pekerjaan, hingga rumah.

Perasaan insecure juga bisa berasal dari ketidakstabilan secara umum.

Orang yang mengalami gangguan tak terduga dalam kehidupan sehari-hari lebih cenderung merasa insecure tentang sumber daya dan rutinitasnya.

Perasaan insecure tidak memiliki penyebab eksternal yang pasti. Ini bisa muncul sebagai kekhasan pribadi atau kimia otak.

Memahami arti insecure dan penyebab insecure yang kita rasakan bisa membantu mengelola diri kita sendiri dan mendapatkan dukungan serta solusi yang tepat.

Tanda insecure

Tanda insecure bisa bervariasi tergantung kondisinya. Namun, ada beberapa tendensi umum yang bisa kita lihat, di antaranya:

1. Percaya diri rendah

Rasa percaya diri yang rendah atau citra diri negatif adalah salah satu tanda insecure. Terutama jika citra itu tampaknya tidak konsisten dengan pengamatan eksternal.

Kepercayaan diri rendah maksudnya kita kerap berpikir buruk tentang diri sendiri atau meragukan kemampuan sendiri.

Kondisi ini dapat menyebabkan masalah lain, terutama menyangkut dengan kesehatan mental.

2. Perfeksionis

Ketidakmampuan untuk puas terhadap proses dan ingin mengontrol projek hingga hasilnya sempurna juga bisa menjadi tanda insecure.

Ini berakar dari sensasi bahwa kita atau performa kita rasanya tidak pernah cukup.

Manifestasi perasaan insecure yang satu ini bisa terjadi di berbagai bidang kehidupan, tapi sering kali di bidang pekerjaan atau citra diri.

Gangguan makan, misalnya, sering kali muncul bersama perilaku perfeksionis yang membahayakan diri dan perasaan insecure terhadap keterikatan.

Terkadang, orang-orang ini lebih suka berinteraksi secara virtual karena merasa lebih memiliki kontrol.

4. Lebih mudah cemas atau lebih suka menghindar

Perasaan insecure terhadap keterikatan sering kali muncul dalam sebuah hubungan. Dua pola paling umum adalah kecemasan atau mengindar.

Seseorang yang lebih mudah cemas dalam hubungan tersebut memiliki ketergantungan emosional (bergantung pada orang lain untuk kesejahteraan diri), takut sendiri, dan kerap berfantasi tentang hubungan sempurna yang tak akan pernah bisa dicapai.

Sementara pola menghindar juga bagian dari perasaan insecure, namun arahnya berbeda dengan kecemasan. Orang-orang dengan pola ini cenderung menjaga hubungan mereka dengan orang lain tetap dangkal dan enggan membina relasi intim.

Seseorang yang merasa insecure dalam pekerjaannya sering melakukan hal-hal seperti menghindari pekerjaan, ingin berbalik arah atau berganti kerja padahal baru saja memulai, menarik diri dari proyek kelompok, hingga perilaku yang buruk.

6. Depresi atau kecemasan

Semua jenis perasaan insecure dapat mengganggu kesejahteraan mental seseorang.

Perilaku atau pemikiran depresi atau cemas sering kali merupakan efek dari rasa insecure, terutama jika perasaan itu menghasilkan keyakinan dan pola pikir yang salah.

Memahami penyebab insecure yang kita rasakan bisa membantu mengarahkan kita pada dua hal penting.

Pertama, untuk memahami bahwa perasaan itu punya alasan valid dan kita tidak konyol untuk merasa insecure.

Kedua, masalah-masalah yang kita alami punya penyebab logis dan bisa diatasi secara logis.

Penyebab insecure bisa berbeda-beda pada setiap orang.

Misalnya, jika kita baru saja kehilangan sesuatu dalam hidup atau merasakan perubahan yang sangat besar, mungkin kita memiliki masalah untuk beradaptasi dengan situasi baru.

Apapun penyebab insecure yang kita rasakan, penting untuk mengetahuinya untuk mengatasi situasi penuh stres yang kita hadapi.

Kita juga tak perlu sedih atau kecewa, sebab situas-situasi semacam itu juga dialami orang lain dan membuat mereka insecure.

Jika punya masalah di lingkungan sosial, misalnya, cobalah minta teman-teman dekat atau keluarga untuk menemani kita pergi.

Pergi secara berkelompok akan mengurangi tekanan yang kita hadapi dan membantu kita lebih menikmati aktivitas sosial.

Namun, pastikan orang yang kita ajak memahami situasi kita. Orang-orang tercinta akan membantu kita dan memastikan kita tetap merasa nyaman alih-alih mengolok-olok kita.

Mengatur target-target kecil sangatlah penting. Sebab, terlalu terburu-buru mencapai target besar hanya akan membuat kita terbebani dan pada akhirnya memilih untuk menyerah.

Dalam hal masalah sosialisasi, misalnya, target awal kita bisa pergi ke restoran sepi bersama teman. Lalu, target berikutnya meminta teman kita mengajak temannya sehingga kita bisa berinteraksi dengan orang baru.

Misalnya, jika kita punya masalah bersosialisasi dan biasa berinteraksi secara virtual, cobalah sekali-kali memilih mengangkat telepon alih-alih berkomunikasi lewat teks.

Hal lainnya misalnya memilih untuk berbicara langsung alih-alih melalui email.

Tak hanya membuat kita lebih percaya diri, orang lain juga mungkin akan lebih menghargai pendekatan kita terhadap kehidupan.

Namun, mengubah perspektif bisa membantu kita menghadapinya.

Misalnya, jika kita kesulitan menghadapi stres di tempat kerja, mungkin kita tak sempurna sebagai karyawan, tapi kita adalah seorang ibu yang baik buat anak-anak kita atau teman yang menyenangkan bagi sahabat kita.

Contoh lainnya, jika kita tak bahagia dengan bentuk tubuh kita dan orang lain rasanya terlihat lebih menarik, cobalah berpikir tentang apa yang ada dalam diri kita dan bisa diapresiasi orang lain. Apakah kita ternyata jago memasak atau bermain musik? Mungkin saja banyak orang di luar sana yang tidak bisa melakukan itu.

Cobalah membayangkan hal-hal yang kita suka dan kagumi tentang diri sendiri dan berhentilah terus mengkritik diri kita sendiri.

Temukanlah hobi yang kita suka karena itu tak hanya bisa membantu mengatasi stres, tetapi juga membantu membangun rasa percaya diri.

Jika kita merasa mampu melakukan suatu hal, secara perlahan kita juga bisa lepas dari rasa insecure terhadap diri sendiri.

Apapun bidang yang kita pilih, pastikan kita konsisten melakukannya dan memperhatikan detil. Seiring waktu, kita akan lebih mengapresiasi kualitas dalam diri kita dan menemukan sukses dalam hobi kita.

Jika belum menemukan hal spesifik yang disukai, cobalah melakukan berbagai kegiatan dan temukan aktivitas mana yang paling menarik. Ingatlah bahwa setiap orang pasti punya kebisaan dalam satu bidang.

Bahkan, kesuksesan sekecil apapun perlu disadari dan dirayakan. Tak perlu terlalu muluk, kita bisa membeli kue kesukaan atau baju incaran setelah mencapai satu target kecil.

Merencanakan hadiah untuk diri sendiri juga bisa membantu kita lebih fokus mencapai target dan menyelesaikan masalah yang ada di depan mata.

Kita juga bisa menuliskan daftar apa saja yang positif dari diri kita. Tulis juga semua pujian yang kita dapat dan semua kesuksesan profesional maupun pribadi.

Setiap minggunya, intip lagi catatan tersebut dan lihat apa yang sudah berhasil kita capai selama ini.

Suatu hari, kita bisa melihatnya kembali dan membaca semua proses yang dilalui menuju kesuksesan.

Jika rasa insecure itu muncul lagi, kita dapat membaca catatan itu kembali dan mengingatkan diri sendiri tentang apa saja pencapaian luar biasa yang berhasil kita lakukan.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/09/06/152242820/apa-itu-insecure-penjelasan-gejala-dan-cara-mengatasinya

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.