Salin Artikel

5 Jenis Sakit Kepala Kronis dan Cara Menyembuhkannya

Bagi beberapa orang, sakit kepala muncul cukup sering dengan variasi keparahan ringan, sedang, hingga berat. Jika kepala sering pusing, mungkin Anda mengalami kondisi yang dinamakan sakit kepala harian kronis.

Menurut neurolog Payal Soni, MD kepada Cleveland Clinic, kondisi kepala sering pusing yang dinamakan sakit kepala harian kronis terjadi selama 15 hari atau lebih dalam sebulan dan berlangsung selama tiga bulan atau lebih.

Ini adalah gangguan sakit kepala primer. Artinya, tidak disebabkan oleh kondisi lain.

Beberapa faktor risikonya antara lain obesitas, sleep apnea, kecemasan, depresi, fibromialgia, hingga sakit punggung kronis.

1. Migrain kronis

Migrain adalah kelainan genetik yang melibatkan disregulasi neurotransmiter, peradangan, dan aktivitas listrik di otak.

Migrain pada umumnya adalah gangguan episodik. Maksudnya, penderitanya mengalami sakit kepala migrain diikuti oleh periode tidak merasakan sakit kepala.

Meski begitu, beberapa orang yang mengalami migrain bisa menderita migrain kronis.

"Ada sebuah studi epidemiologi yang mengklaim bahwa migrain episodik bisa menjadi kronis pada sekitar 2,5 persen pasien migrain setiap tahunnya," kata Soni.

Salah satu penyebab kepala sering pusing akibat migrain kronis adalah faktor gaya hidup. Misalnya, penggunaan obat sakit kepala berlebihan. Ketika tubuh beradaptasi dengan penggunaan obat tersebut secara konstan untuk mengatasi rasa sakit, sakit kepala bisa terjadi lebih sering dan lebih parah, hingga berkembang menjadi kejadian yang berlangsung hampir setiap hari.

Menurut Soni, beberapa penelitian juga menemukan pengembangan migrain kronis disebabkan oleh faktor genetik. Namun, penyebabnya belum dipahami dengan baik.

2. Sakit kepala tegang kronis

Sama seperti sakit kepala migrain kronis, sakit kepala tegang kronis juga diawali dengan sakit kepala tegang yang sesekali terjadi, lalu berkembang menjadi kronis.

Perbedaannya hanyalah dari segi gejala.

Gejala sakit kepala tegang sering kali memiliki keparahan ringan hingga moderat dan tidak terlalu memengaruhi aktivitas harian seseorang, seperti halnya rasa sakit kepala parah akibat migrain.

Sakit kepala tipe tegang membuat kepala terasa seperti diremas atau ditekan alih-alih berdenyut di kedua sisi atau seluruh kepala.

Beberapa gejala sakit kepala migrain tidak terjadi pada sakit kepala ini, seperti kepekaan terhadap cahaya dan suara, serta mual dan muntah.

3. Sakit kepala pasca-trauma kronis

Sakit kepala ini terjadi setelah adanya kejadian yang menimbulkan trauma. Ini tidak harus disebabkan oleh trauma berat.

Namun, seseorang yang memiliki riwayat sakit kepala tipe tegang cenderung lebih berisiko mengembangkan kondisi kronis terhadap sakit kepala pasca-trauma yang dialaminya.

"Biasanya, sakit kepala pasca-trauma muncul setelah kejadian tapi pulih dalam beberapa minggu atau bulan."

"Tapi, beberapa pasien mengalaminya lebih lama dan menjadi pola kronis," ucap Soni.

4. Sakit kepala persisten harian baru

Sakit kepala ini terjadi tanpa tanda peringatan, terjadi setiap hari dan terus-menerus sejak gejala sakit kepala awal muncul, tanpa periode bebas rasa sakit.

Sakit kepala tipe ini bisa memengaruhi kedua sisi kepala dan memiliki beberapa gejala sakit kepala yang sama seperti migrain atau sakit kepala tipe tegang.

Namun, tidak seperti dua jenis sakit kepala tersebut, sakit kepala persisten harian baru biasanya muncul tanpa riwayat sakit kepala sebelumnya.

5. Hemikrania berlanjut

Ini adalah gangguan sakit kepala yang jarang terjadi.

Salah satu gejala sakit kepala ini adalah hanya melibatkan satu sisi kepala dan rasa sakitnya ada terus-menerus serta terjadi setiap hari sejak gejala awal.

Hemicrania continua juga berbeda dari jenis sakit kepala lainnya karena terkait dengan gejala otonom.

Beberapa gejalanya termasuk robekan atau kemerahan di sisi mata yang sama serta pupil yang tidak sama atau kelopak mata yang tampak terkulai.

"Gejalanya juga bisa termasuk hidung tersumbat atau pilek di sisi yang sama dengan kepala yang sakit," kata Soni.

Penyebab pasti dari sakit kepala ini belum diketahui.

Menurut Soni, pengobatan dapat dilakukan bahkan di hari-hari ketika sakit kepala tidak muncul. Tujuannya adalah untuk mengurangi frekuensi sakit kepala yang dialami.

Namun, jika mengonsumsi obat sakit kepala bebas selama dua hari tidak membantu meredakan sakit kepala, berkonsultasilah dengan dokter untuk menemukan pengobatan yang tepat.

Perubahan gaya hidup juga mungkin perlu dilakukan bersama dengan pengobatan.

Apa yang harus diubah? Pertama, ketahui dulu apa pemicu sakit kepala yang dirasakan. Beberapa pemicu umum seperti alkohol, pola makan, dan stres. Jika sudah tahu penyebabnya, cobalah menghindarinya.

Perubahan pola hidup juga bisa membantu mengatasi sakit kepala, misalnya perubahan pola makan. Termasuk menghindari terlalu banyak konsumsi makanan olahan dan minum banyak air putih.

Olahraga juga bisa membantu meredakan sakit kepala. Namun, olahraga tentunya sulit dilakukan ketika sakit kepala sedang parah dan terasa begitu mengganggu.

Meski begitu, kita tetap bisa berupaya tetap bergerak, misalnya dengan melakukan peregangan atau yoga.

Secara umum, sakit kepala perlu diwaspadai dan perlu dikonsultasikan ke dokter jika:

  • Terjadi tiba-tiba dan sangat intens.
  • Parah dan terasa begitu tajam padahal sakit kepala baru muncul pertama kali.
  • Disertai leher kaku dan demam.
  • Demam yang menyertai lebih tinggi dari 38-40 derajat Celcius.
  • Disertai mual dan muntah.
  • Mimisan.
  • Pingsan.
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Terasa adanya tekanan di belakang kepala.
  • Rasa sakit yang muncul sampai membangunkan kita dari tidur.
  • Rasa sakit memburuk ketika berubah posisi.
  • Menyebabkan pandangan ganda atau aura (cahaya di sekitar objek) yang terjadi lebih dari satu jam.
  • Kebingungan atau kesulitan memahami kata-kata.
  • Lemah di salah satu sisi tubuh.
  • Menyebabkan kesulitan bicara.
  • Sulit berjalan.
  • Menyebabkan masalah pendengaran.
  • Sakit otot atau sendi.
  • Rasa sakit konstan di area kepala yang sama.
  • Kejang.
  • Keringat dingin di malam hari.
  • Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan, hingga
  • Bengkak pada area wajah.

Dokter akan membantu mencari tahu penyebab sakit kepala yang dialami dan meresepkan pengobatan yang tepat untuk mengatasinya.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/09/11/101337520/5-jenis-sakit-kepala-kronis-dan-cara-menyembuhkannya

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.