Salin Artikel

6 Kiat yang Ampuh Cegah Penuaan Kulit Wajah di Usia 30-an

Adapun tanda-tanda awal penuaan yang ditunjukkan wajah kita antara lain munculnya kerutan, kulit kendur, lingkaran hitam di bawah mata, dan sebagainya.

Tapi yang perlu kita pahami bahwa penuaan tidak hanya disebabkan oleh karena usia saja, namun juga beberapa faktor lainnya seperti stres, polusi, dan sinar matahari.

Ditambah, seiring bertambahnya usia, kandungan kolagen di dalam kulit kita menurun dan membuat kulit kesulitan untuk memperbarui dirinya lagi.

Nah, oleh sebab itu, sebaiknya kita dapat merawat kulit sedini mungkin.

Tetapi, usia 30 tahun tentu belum terlambat untuk mulai melawan penuaan atau meminimalkan dampaknya.

Untuk memulainya, kita bisa mempraktikkan kiat-kiat mencegah penuaan di usia 30-an.

1. Memakai sunscreen secara rutin

Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan orang dalam hal perawatan kulit adalah hanya menggunakan sunscreen atau tabir surya saat cuaca panas dan hanya di luar ruangan saja.

Padahal, paparan sinar matahari tetap dapat menembus kulit kita di segala cuaca dan saat kita berada di dalam rumah.

Sinar matahari yang berlebihan tidak hanya menyebabkan luka bakar dan kondisi serius seperti melanoma, namun juga mempercepat penuaan dan munculnya kerutan.

"Pada semua usia, perlindungan sinar matahari harian dengan SPF 50 harus digunakan," kata seorang dokter spesialis kulit, Dr Elena de las Heras kepada Insider.

Dia juga menambahkan, saat ini sudah banyak skincare sebagai agen anti-penuaan mengandung peptida atau vitamin C, dan agen depigmentasi seperti niacinamide, rucinol, asam traneksamat yang dapat digunakan sehari-hari.

2. Membersihkan wajah di pagi dan malam hari

Langkah berikutnya dalam rutinitas kecantikan adalah membersihkan kulit, baik di pagi hari maupun malam hari sebelum tidur.

Kita dapat menggunakan remover atau pembersih riasan, tetapi yang paling efektif adalah mencuci muka dengan sabun dan air.

Sebab, ini akan menghilangkan kotoran dari kulit wajah kita yang dapat melindungi dan melakukan pembaruannya dengan benar.

3. Menggunakan asam glikolat

"Dari semua agen anti-penuaan, bintangnya bagi saya adalah asam glikolat," ujar Dr De las Heras.

Asam glikolat adalah asam alfa hidroksi yang berasal dari tebu. Ini bekerja pada tingkat epidermis dan dermal.

Dalam waktu sekitar 4-5 hari, kulit menjadi lebih cerah karena mempercepat pembaruan epidermis.

Untuk jangka panjang, penelitian dengan biopsi kulit menunjukkan bahwa asam glikolat mampu memperbaiki dermis dengan meningkatkan mukopolisakarida.

"Efek terakhir ini sangat menarik karena dapat memperbaiki tekstur dan konsistensi kulit," ata dia.

"Di samping itu, asam glikolat juga melembabkan, walaupun tergantung pada formulasi (gel, krim) yang bervariasi," tambah  dia

Dokter Heras menyarankan, asam glikolat 8-20 persen harus digunakan pada malam hari untuk merawat kulit kita di usia 30-an.

Dia merekomendasikan memulai dengan konsentrasi 5-8 persen dan jika cocok untuk kulit kita bisa meningkatkan konsentrasinya.

Tetapi, kita juga harus berhati-hati karena asam glikolat memiliki tindakan pengelupasan yang membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar UV.

Mengingat hal ini, dokter merekomendasikan untuk mengurangi penggunaannya menjadi sekali saja di malam hari.

Selain itu, selalu memastikan untuk menerapkan sunscreen dengan SPF tinggi di pagi hari.

4. Memakai retinol atau vitamin C dan E

Vitamin C adalah agen lain yang dapat memberikan keajaiban bagi kulit kita.

Menurut Dr De las Heras, vitamin C yang dikenal sebagai asam askorbat ini merupakan kofaktor dari beberapa enzim yang memainkan peran kunci dalam sintesis kolagen.

"Vitamin C juga bertindak sebagai antioksidan yang kuat, menetralkan radikal bebas penyebab penuaan kulit dan regenerasi vitamin E, yang dalam bentuk linoleat terbukti mengembalikan lapisan hidrolipidik," kata dia.

Karena vitamin C mudah teroksidasi. Akibatnya, formulasi kosmetik kita — agar stabil — perlu mengandung bentuk levorotatory vitamin, pada konsentrasi antara 5-10 persen.

Untuk kulit kering atau kulit yang sudah menua, Dr De las Heras merekomendasikan delapan persen asam glikolat dengan vitamin C dan E. Keduanya dapat meningkatkan kekuatan antioksidan.

Di sisi lain, retinol juga menjadi komponen lain yang akan membantu produksi kolagen karena tubuh kita memperlambat proses pembaruannya seiring bertambah usia.

Kemudian, dengan menggabungkan asam glikolat dengan asam beta hidroksi seperti asam salisilat sangat berguna bagi kulit yang kombinasi maupun berjerawat.

5. Melakukan pengelupasan kimia

Pengelupasan kimia biasanya dilakukan oleh dokter kulit untuk memperbaiki penampilan kulit.

Menurut Dr De las Heras, usia 30 adalah usia yang baik saat ingin memperbaiki kondisi kulit.

"Kulit meningkatkan efek produk dengan asam glikolat yang kita gunakan setiap hari, menghasilkan pembaruan epidermis yang cepat dalam jangka pendek dan jangka panjang, serta memperbaiki tekstur kulit," ungkap dia.

"Metode ini dapat digunakan untuk kulit kombinasi atau berjerawat maupun untuk kulit yang kering dan ada bintik-bintik karena sinar matahari," sambung dia.

Dokter akan menyarankan kita untuk menghindari pembersihan wajah, waxing, atau menggosok kulit pada hari-hari sebelum pengelupasan.

Ini membantu untuk menghindari asam menembus terlalu dalam ke dalam kulit.

Produk dengan asam glikolat harus dioleskan dua kali sehari, sehingga kulit dapat beradaptasi dan siap untuk pH atau keasaman kulit yang lebih rendah (yang bisa 0,6).

Dalam dua hari setelah perawatan, kita harus berhenti menggunakan asam glikolat dan mulai mengoleskan krim regenerasi.

"Sangat penting untuk tidak mengekspos kulit wajah ke sinar matahari langsung selama minggu berikutnya," kata dia lagi.

"Kami juga menyarankan untuk menghindari make-up pada hari yang sama dan menghindari menggosok wajah karena bisa menimbulkan bekas luka," imbuh dia.

6. Pastikan kulit tetap terhidrasi

Setelah kita mencapai usia 30 tahun, kulit kita tidak akan dapat memperbarui "dirinya" sendiri dengan cepat.

Sehingga, kulit harus berjuang untuk mempertahankan tingkat hidrasi yang tepat secara alami.

"Butuh waktu lebih lama untuk mengelupas lapisan atas kulit, yang membuat kulit terlihat lebih kusam dan lebih kering."

Demikian kata Dr Melissa Kanchanapoomi Levin, seorang dokter spesialis kulit di NYU Langone dan Mount Sinai.

"Selain itu, produksi faktor pelembap di kulit seperti asam hialuronat melambat dan degradasi meningkat," tutur dia.

Untuk mengatasi ini, Levin merekomendasikan kita menambahkan produk pengelupasan dengan asam alfa hidroksi (glikolat, laktat, sitrat, dan lainnya) ke dalam rutinitas mingguan yang membantu pergantian sel.

Dan untuk mengatasi kekeringan, yang dapat diperburuk oleh efek pengelupasan, pastikan untuk mengembalikan penghalang kelembaban kulit dengan memakai pelembap.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/09/11/190428420/6-kiat-yang-ampuh-cegah-penuaan-kulit-wajah-di-usia-30-an

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.