Salin Artikel

Teman Selingkuh dan Memberitahu, Harus Bagaimana?

KOMPAS.com - Saat mengetahui teman dekat kita berselingkuh dari pasangannya, kita dihadapkan dalam pilihan yang membingungkan.

Bisa saja kita seolah menutup mata atas apa yang dilakukannya, untuk menjaga hubungan pertemanan. Atau, kita justru menceramahi teman agar berhenti mengkhianati pasangannya.

Namun menurut para pakar hubungan, apabila teman selingkuh dan menceritakan perbuatannya kepada kita, ini yang bisa kita lakukan:

1. Menjelaskan ketidaknyamanan kita

Karena kita tidak memiliki pola kalimat yang tepat untuk percakapan mengenai perselingkuhan, apa yang keluar dari mulut kita dapat membuat teman merasa canggung.

Demikian dikatakan Rosara Torrisi, PhD, terapis seks bersertifikat.

Jika teman mengungkapkan dirinya berselingkuh, maka kita akan menghadapi beragam emosi.

Bisa jadi, kita kembali terkenang dengan pengalaman diselingkuhi (atau menyelingkuhi) pasangan di masa lalu.

Atau, kita justru membela teman karena kita mengingat pasangannya pernah membicarakan hal-hal buruk mengenai teman itu kepada kita.

Apa pun reaksi kita, perlu diingat bahwa alasan seseorang berselingkuh dari pasangannya berbeda-beda.

Maka dari itu, cobalah berdiam diri sejenak sebelum kita bereaksi, sebut Torrisi.

Apabila teman berselingkuh dan kita tidak yakin untuk menanggapi ceritanya, gunakan kalimat seperti "oke, itu masalah besar."

Kita bisa mengakui diri kita merasa tidak nyaman atas perselingkuhan yang diceritakan teman.

Ucapkan kata-kata seperti "maaf jika saya canggung, saya merasa terkejut. Apakah kamu ingin memberitahu saya lebih banyak?"

Menjelaskan ketidaknyamanan kita tanpa menghakimi teman akan memberikan waktu bagi kita untuk menenangkan pikiran sebelum mengucapkan kata-kata yang nantinya akan kita sesali.

2. Menyadari perselingkuhan adalah sesuatu yang rumit

Mayoritas orang berselingkuh bukan untuk menyakiti atau mengabaikan perasaan pasangannya, menurut Torrisi.

Dalam beberapa kasus, lanjutnya, individu yang berselingkuh ingin memenuhi kebutuhan yang tidak dapat diperoleh dari pasangannya (seperti kebutuhan seks).

Tetapi, tidak semua perselingkuhan terjadi akibat aktivitas seksual yang tidak terpenuhi.

Hal itu dibuktikan dari studi tahun 2017 yang dimuat dalam Journal of Sex Research.

Pada studi tersebut para peneliti mensurvei hampir 500 orang yang berselingkuh.

Mereka menemukan, sebanyak 43 persen orang mengaku berselingkuh karena kesal.

Kemudian, 77 persen responden mengatakan mereka berselingkuh karena kekurangan kasih sayang dalam hubungan mereka.

Ada pula 70 persen responden yang merasa diabaikan, dan 57 persen mengaitkan perselingkuhan mereka dengan harga diri yang rendah.

Dari hasil studi itu bisa disimpulkan banyak orang yang berselingkuh karena merasa diabaikan dan kesal akibat hal tersebut.

Apabila teman kita mengalami nasib seperti ini, jangan menghakimi dengan mengatakan perselingkuhan yang dia lakukan adalah tindakan tercela, apalagi sampai menyebut teman kita jahat.

Perlu diketahui, kita tidak memiliki gambaran yang benar-benar pasti dan akurat terkait apa yang terjadi dalam hubungan mereka.

Hindari tindakan menghakimi teman, sampai kita mengetahui segala sesuatu dengan lebih jelas.

3. Tanyakan teman untuk memahami apa kebutuhannya

Jika teman menceritakan perselingkuhannya kepada kita, mungkin saja ia ingin mencari dukungan, empati, atau pengertian dari kita.

Sebelum menghakimi atau berusaha mengembalikan teman ke "jalan yang benar", dengarkan cerita teman terlebih dahulu.

Ajukan pertanyaan seperti "menurutmu, mengapa kamu melakukan itu?" atau "apa arti perselingkuhan itu bagimu?"

Tidak masalah untuk melibatkan diri kita dengan melontarkan pertanyaan "untuk saat ini, apa yang kamu butuhkan dari saya sebagai temanmu?"

Beberapa pertanyaan tersebut bisa membantu teman kita untuk merenungi penyebab ia berselingkuh, sekaligus memberikan sudut pandang baru bagi kita.

Kemungkinan, dengan mengetahui situasi yang sebenarnya kita bisa lebih berempati kepada teman.

Sebagai contoh, ketika teman mengaku menyayangi pasangannya dan ingin menyelesaikan masalah tersebut, kita bisa bertukar pikiran dengan teman untuk mencari solusi.

Solusi itu bisa berupa memberikan teman petunjuk untuk berkata jujur kepada pasangannya terkait perselingkuhan itu, atau menyarankan teman agar berkonsultasi dengan terapis hubungan.

4. Respons teman bisa membuat kita kesal

Bukan mustahil teman yang berselingkuh akan memberikan respons yang tidak kita sukai.

Contohnya, ia tidak menunjukkan penyesalan sama sekali atas tindakannya. Atau, ia sibuk membenarkan perilakunya dan menganggap perselingkuhan itu adalah kesalahan pasangannya.

Jika perasaan kita kepada teman berubah, atau bahkan kita enggan menghibur teman setelah kita mendengar respons darinya, itu hal yang wajar.

Berselingkuh adalah perbuatan yang menakutkan dan membuat pelakunya stres. Jadi jangan heran jika teman membutuhkan kenyamanan dari kita, menurut terapis seks dan hubungan Tammy Nelson, PhD.

Kita tentu senang dipercaya oleh teman yang mau menceritakan perselingkuhan yang dilakukannya.

Walau begitu, mungkin kita belum siap memberi dukungan pada teman yang berselingkuh karena kita pernah diselingkuhi di masa lalu.

Atau, kita malas terlibat dalam urusan perselingkuhan itu karena kita juga dekat dengan pasangan teman.

Dalam hal ini, sebaiknya kita mengutamakan perasaan kita terlebih dahulu.

5. Menetapkan batasan

Selain mencari dukungan kepada kita, alasan teman menceritakan perselingkuhannya tidak lain adalah agar kita merahasiakan hal itu.

Menurut Nelson, kita bisa menetapkan batasan dengan mengatakan "saya tidak bisa merahasiakan hal ini untukmu."

Sementara itu, Torrisi menyarankan dua tips bagi kita. Pertama, menegaskan kepada teman untuk tidak melakukan kontak dengan kita sementara waktu.

Dan yang kedua, kita akan menyebarkan perselingkuhan tersebut kepada pasangan teman apabila teman kita tidak kunjung mengaku pada pasangannya.

Kita dapat mengucapkan kalimat yang tidak bernada ancaman seperti "saya tidak bisa menyimpan rahasia ini."

Lalu, bantulah teman untuk memikirkan bagaimana cara memberitahu pasangannya serta mencari solusi apabila pasangannya bereaksi negatif.

6. Tidak menghakimi teman jika kita berniat membantunya

Keputusan untuk merahasiakan atau membongkar perselingkuhan teman merupakan hal yang sifatnya pribadi dan tergantung dari kita.

Akan tetapi, jika kita berniat untuk membantu teman melewati masalah mendua ini, jangan menghakiminya.

Juga, jika kita tidak memiliki waktu untuk mendukung teman, katakan dengan jelas.


https://lifestyle.kompas.com/read/2021/09/13/072549220/teman-selingkuh-dan-memberitahu-harus-bagaimana

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.