Salin Artikel

Video Tiktok Perawat Bikin Banyak Orang Jadi Mau Divaksin, Apa Isinya?

Hal ini juga terjadi di ruang intensive care unit (ICU) di Rumah Sakit Georgia, Amerika Serikat.

Melalui unggahan videonya di aplikasi TikTok, seorang perawat di ICU tersebut, Mae Rice, memperlihatkan bunyi alarm yang tidak ada henti-hentinya, sebagai tanda vital telah mencapai batas kritis.

"Sebagian besar dari 30 pasien yang dirawat saat ini tidak akan bertahan dalam beberapa hari ke depan dan semuanya belum divaksin," tulisnya dalam video.

Awalnya, video yang diunggah di akun @nurse_sushi itu tidak tampak luar biasa di tengah begitu banyaknya konten mengenai Covid-19 yang membanjiri TikTok.

Namun, beberapa hari setelah dia mengunggahnya pada 19 Agustus, video itu menjadi viral.

Suguhan itu lantas dipenuhi dengan komentar yang menyebutkan bahwa video itu memotivasi orang-orang untuk segera divaksin.

"Sebagian besar orang belum pernah mendengar suara alarm itu sebelumnya," ujar Rice kepada Insider.

Bunyi alarm konstan dimulai beberapa bulan yang lalu ketika varian delta mulai melonjak dan dia terkejut melihat betapa hal itu tampak menakuti orang-orang.

Bagi banyak orang, video unggahan Rice berhasil menyampaikan pemahaman sensorik tentang kesulitan ICU yang harus menangani banyak pasien Covid-19 dalam kondisi kritis.

Oleh karena itu, mereka cukup terpengaruh dengan video emosional milik Rice dan memutuskan untuk segera mendapatkan vaksin.

Tetapi, sampai pada bulan Agustus, dia masih belum divaksin.

Hal itu disebabkan banyaknya informasi yang salah tentang vaksin Covid-19, sehingga dia terus bertanya-tanya kebenaran mengenai vaksin.

Setelah menonton video yang dibuat oleh Rice, Draissi yang saat itu sedang berada di Florida langsung membuat janji untuk vaksinasi sekembalinya ke Philadelphia.

"Video itu benar-benar memotivasi saya. Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk orang-orang ini," kata Draissi.

"Jujur saja, video itu membuat saya merasa bodoh karena ada sesuatu yang bisa saya lakukan saat masih sehat dan tidak di berada di ranjang ICU," lanjut dia.

Sementara itu, Shae Garbe (23), dari Wisconsin, menunda untuk mendapatkan vaksin sebelum melihat video Rice di tempat tidurnya pada suatu pagi.

"Sangat mudah untuk mengabaikan sesuatu ketika itu tidak terlihat tepat di depan wajah kita, namun video itu sangat memotivasi saya," ungkapnya.

"Saya menontonnya berulang kali, dan setengah jam kemudian saya memutuskan untuk divaksin," imbuh dia.

Baik Draissi dan Garbe telah membagikan video tersebut dengan teman hingga keluarga mereka.

Setelah video TikTok miliknya viral, Rice sempat dihubungi oleh Departemen Kesehatan California.

Dia pun menyetujui akun TikTok-nya digunakan sebagai alat pemberitahuan informasi layanan publik seputar Covid-19 di seluruh negara bagian pada bulan Oktober dan November.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/09/16/050000120/video-tiktok-perawat-bikin-banyak-orang-jadi-mau-divaksin-apa-isinya-

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.