Salin Artikel

5 Tips Tingkatkan Work-Life Balance

Sebab, dengan tercapainya work-life balance, kita akan mendapat banyak manfaat, seperti kerja semakin produktif, lebih bahagia, kreatifitas yang meningkat, dan hubungan yang lebih baik.

Namun nyatanya, banyak orang sulit memiliki kehidupan yang seimbang, membuat munculnya rasa stres dan tertekan akibat banyaknya tekanan kerja di kantor.

Lantas, apa yang perlu dilakukan untuk meraih dan meningkatkan work-life balance?

Untuk mengetahuinya, simak lima hal penting yang dapat meningkatkan work-life balance menurut Shell Phelps, life coach dan penulis dari The Big Bliss Blueprint, berikut ini.

1. Manfaatkan waktu dengan baik

Menurut Phelps, waktu itu berharga. Jadi, gunakanlah dengan bijaksana.

Misalnya, manfaatkan waktu ekstra saat pergi ke kantor dengan melewati jalan belakang untuk menikmati pemandangan yang lebih tenang dan indah.

Lalu, luangkan waktu di siang hari untuk menjauh dari pekerjaan dan makan siang di restoran favorit.

Dan yang paling penting, pastikan diri agar tidur cukup. Istirahat yang cukup akan meningkatkan suasana hati dan membuat kita siap untuk menjalani hari.

2. Pikirkan prioritas kita

Saat menghadapi berbagai pilihan, kita perlu menentukan mana yang paling penting saat itu.

Phelps meyakini bahwa keluarga itu penting, meski tak apa memprioritaskan diri sendiri atau pekerjaan jika akan bermanfaat untuk jangka panjang.

"Kita dapat beralih dari satu prioritas ke prioritas lain dan tak perlu selalu memilih salah satu hal yang sama,” ujar Phelps.

Jadi, jika kita sedang ada dalam deadline dan anak dalam keadaan sehat dan aman, pekerjaan bisa menjadi prioritas.

3. Tetapkan dan hargai batasan

Menurut Phelps, batasan sangat bekaitan dengan menghargai diri sendiri. Karena itu, kita perlu menghargai diri sendiri dengan menetapkan batasan.

Jadi, jika manager meminta kita untuk mengerjakan tugas lain namun jadwal sudah penuh, tanyakan apakah kita masih bisa mengerjakannya keesokan harinya.

Atau, bertanyalah apakah ada tugas yang dapat diganti jadwalnya.

Di rumah, batasan bisa dilakukan dengan menetapkan ekspetasi dan rutinitas bagi diri sendiri dan keluarga.

Misalnya, menetapkan waktu untuk menyikat gigi, sarapan, atau membaca sebelum tidur.

Menetapkan batasan ini juga akan bermanfaat bagi anak. Sebab, anak selalu mengamati perilaku orangtuanya.

Jadi, jika mereka melihat kita menghargai batasan tertentu, kemungkinan besar mereka akan mengikutinya.

4. Fokuslah pada apa yang bisa dilakukan

Berbuat salah itu wajar. Namun, lebih baik kita fokus pada apa yang bisa kita lakukan kemudian.

Sebab, akan selalu ada kesempatan untuk belajar. Jadi, berpikirlah tentang apa yang bisa kita tingkatkan dan kendalikan.

"Hal yang tidak bisa kita lakukan akan selalu ada. Jadi, alihkan fokus agar lebih positif dan produktif,” ujar Phelps.

5. Merawat diri

Meski banyak yang mengatakan bahwa merawat diri itu egois, kesehatan mental dan fisik tetap penting.

Menurut Phelps, merawat diri bukan hanya sekadar meditasi atau meminum teh herbal setiap hari.

Berjalan kaki setiap hari selama 20 menit, atau tidak menggunakan media sosial dan televisi selama satu jam pun termasuk merawat diri sendiri.

Selain itu, Phelps juga menyarankan agar kita berolahraga dan memakan makanan sehat, Sebab, jika kita merasa senang, keseimbangan hidup pun akan lebih terjaga.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/09/16/170555220/5-tips-tingkatkan-work-life-balance

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.