Salin Artikel

BFR, Rahasia Lengan Kekar Khas Thor Milik Chris Hemsworth

Baru-baru ini, pria berusia 38 itu juga membagikan menu latihan yang dijalaninya untuk mencapai hasil tersebut, dalam sebuah unggahan di Instagram.

Melalui konten tersebut, Hemsworth mengaku melakukan latihan blood flow restriction (BFR) atau membatasi aliran darah.

BFR adalah teknik penting untuk mendapatkan definisi lengan Dewa Nordik yang kekar.

Latihan BFR dilakukan dengan menggunakan pita pembatas aliran darah yang diikatkan ke lengannya oleh seorang pelatih asal Australia, Ross Edgley, sebelum sesi angkat beban.

Setelah itu, Hemsworth melakukan angkat beban dengan dumbbell curl, hingga alat itu menyebabkan pembuluh darah di lengannya menonjol.

"Pada dasarnya ini adalah salah satu metode pelatihan paling tidak nyaman yang pernah saya alami."

"Tetapi, bagian dari teka-teki dalam mengembangkan lengan Thor agar terlihat lebih kekar," sambung dia.

Latihan BFR juga dirancang untuk membangun otot tanpa mengangkat beban yang sangat berat dan dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan, serta membantu pemulihan.

Teknik tersebut sudah banyak digunakan oleh para atlet di Olimpiade Tokyo tahun ini.

Menyebabkan penumpukan asam laktat 

Untuk melakukan latihan BFR, kita perlu membungkus lengan dengan karet gelang yang erat, sehingga menyebabkan penumpukan asam laktat di lengan.

"Ini sangat berguna untuk pelatihan di sekitar cedera yang tidak memungkinkan untuk menggunakan beban yang lebih berat," kata seorang pelatih pribadi, Harry Smith kepada Insider.

"Latihan BFR memaksa kita menggunakan beban yang jauh lebih ringan daripada biasanya karena aliran balik vena yang terbatas menjebak darah di otot dan menyebabkan penumpukan metabolit, serta asam laktat yang sangat besar," lanjut dia.

Teknik ini juga memungkinkan binaragawan atau siapa pun yang ingin menambah kekuatan dan definisi otot pada bisep maupun trisep untuk melakukannya tanpa risiko dengan menggunakan beban yang lebih berat.

Sementara itu, Direktur Terapi Fisik di Carolina Sports Clinic, Zachary Long mengatakan, latihan BFR dapat mencegah anggota tubuh menjadi asimetris dalam hal massa otot setelah cedera.

Sering kali, ketika seseorang mematahkan lengan atau kaki dan harus memakai gips, anggota tubuh itu akan menjadi lebih kecil dan kurang berotot daripada anggota tubuh yang berlawanan setelah gips dilepas.

Tetapi, latihan BFR dapat mencegah kondisi itu terjadi.

"Ada beberapa bukti bahwa menerapkan latihan BFR mungkin berguna untuk membantu menjaga ukuran dan kekuatan otot."

Demikian penjelasan seorang profesor ilmu kesehatan dan olahraga di University of Mississippi, Jeremy P. Loenneke.

Efek samping dan bahayanya

Melakukan latihan BFR untuk membangun otot mungkin penting dan dapat meningkatkan estetika lengan.

Tapi, latihan ini juga memiliki beberapa efek samping yang menyakitkan dan berbahaya.

"Latihan ini memompa otot, benar-benar meregangkannya. Bisa sangat menyakitkan dan dapat merangsang hipertrofi otot karena efek pembengkakan ini," ujar Smith.

Teknik ini juga tidak boleh digunakan oleh orang dengan tekanan darah tinggi (hipertensi), varises, atau trombosis vena dalam yang mungkin bisa berbahaya.

Namun, uji coba terkontrol secara acak oleh J Sport Rehabilitation menemukan bahwa pembatasan aliran darah dapat menyebabkan lebih sedikit rasa sakit daripada latihan resistensi intensitas tinggi atau rendah yang dilakukan pada kegagalan otot.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/09/20/172620520/bfr-rahasia-lengan-kekar-khas-thor-milik-chris-hemsworth

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.