BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Milo
Salin Artikel

Agar Anak Tetap Aktif di Rumah, Coba Lakukan 4 Olahraga Seru Ini

KOMPAS.com – Terhitung sejak April 2020, sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) telah menjadi kebiasaan baru. Hingga saat ini, sistem PJJ pun masih diterapkan di banyak wilayah karena penularan Covid-19 belum sepenuhnya mereda.

Selama itu pula, anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Akibatnya, selain interaksi sosial terbatas, intensitas kegiatan fisik anak juga menjadi berkurang.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh National Center for Biotechnology Information berjudul Physical Activity and Sedentary Behavior Research in Indonesian Youth: A Scoping Review (2020) mencatat, sekitar 52,3 persen anak Indonesia usia 7-18 tahun kurang melakukan aktivitas fisik.

Selain itu, tercatat hampir 33,8 persen anak memiliki perilaku sedentari. Untuk diketahui, perilaku sedentari merupakan gaya hidup tidak aktif dan cenderung lebih senang melakukan kegiatan yang tidak memerlukan aktivitas fisik tinggi.

Padahal, aktivitas fisik sangat penting untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak. Dalam panduan berjudul “Physical Activity” yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), aktivitas fisik dapat mendorong kemampuan motorik dan kognitif anak.

Aktivitas fisik juga dapat menjaga dan mengoptimalkan kesehatan otot dan tulang, serta mencegah penyakit kardiovaskular pada anak.

Sementara itu, panduan dari WHO tersebut juga menyebutkan, minimnya aktivitas fisik dapat meningkatkan kemungkinan terserang berbagai penyakit, bahkan kematian hingga 20-30 persen.

Oleh karena itu, orangtua perlu mendorong anak agar tetap aktif bergerak dengan olahraga di rumah. Sebagai inspirasi, berikut sederet olahraga seru yang dapat dilakukan di rumah bersama anak.

1. Joging di sekitar rumah

Mengingat anak menghabiskan banyak waktu di rumah, berlari atau joging di sekitar rumah dapat menjadi aktivitas yang menyegarkan sekaligus menghalau rasa bosan. Selain itu, kegiatan ini juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

Kembali mengutip WHO, joging dapat meningkatkan kekuatan tulang dan otot tubuh. Joging juga akan melatih laju detak jantung sehingga dapat mengoptimalkan peredaran darah ke seluruh tubuh.

Apabila disertai pola makan seimbang, joging juga dapat menjaga berat badan anak. Oleh karena itu, anak dan remaja usia 6-17 tahun disarankan joging atau berlari setidaknya 60 menit per hari.

Untuk mendapat udara segar, lakukan joging pada pagi atau sore hari. Namun, mengingat kondisi pandemi masih belum mereda, pastikan anak tetap menggunakan masker dan menjaga jarak ketika joging di sekitar rumah.

2. Senam aerobik

Selama ini, senam aerobik identik dengan senam bagi kalangan lanjut usia (lansia). Padahal, olahraga ini cocok dilakukan oleh siapa saja, termasuk anak-anak.

Senam aerobik dilakukan dengan bergerak mengikuti irama musik. Selain mengikuti instruksi dari aplikasi seperti Youtube, gerakan aerobik pun bisa dirancang sendiri. Oleh karena itu, olahraga ini dapat menjadi kegiatan yang seru dan ringan untuk dilakukan bersama anak di rumah.

Diberitakan Kompas.com (9/4/2020), senam aerobik dapat meningkatkan fungsi jantung, mengurangi risiko kolesterol dan darah tinggi, serta membantu tubuh membakar kalori.

Untuk mendapatkan manfaat optimal, lakukan pemanasan terlebih dahulu selama 10 menit, kemudian lakukan gerakan senam aerobik selama 15-20 menit.

3. Basket

Basket merupakan salah satu jenis olahraga aerobik dengan intensitas tinggi. Melansir laman kesehatan Better Health, Rabu (31/7/2013), olahraga basket memiliki banyak manfaat bagi anak dan remaja dalam masa pertumbuhan.

Manfaat tersebut di antaranya adalah meningkatkan konsentrasi, mendorong pertumbuhan otot, serta meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuh. Apabila bermain secara tim, anak juga akan belajar membangun kerja sama yang baik.

Bermain basket pun bisa tetap dilakukan di rumah, seperti di teras, garasi, atau halaman. Apabila tidak memiliki ring basket, Anda bisa menggantinya dengan benda lain seperti ember atau papan kayu yang berlubang.

4. Bulu tangkis

Selain basket, bulu tangkis juga dapat menjadi pilihan olahraga yang menyenangkan untuk dilakukan bersama anak.

Diberitakan Kompas.com, Selasa (8/9/2020), olahraga bulu tangkis bermanfaat untuk melatih kecepatan respons, menumbuhkan sikap kompetitif, serta meningkatkan kekuatan otot dan tulang.

Anda dan anak bisa menentukan ritme permainan, baik secara cepat maupun lambat dan santai. Namun, sebaiknya hindari bermain terlalu cepat karena dapat menimbulkan risiko cedera. Selain itu, pastikan Anak mengonsumsi banyak air putih agar tetap terhidrasi.

Itulah sederet olahraga seru yang dapat dilakukan bersama anak di rumah. Untuk mendukung aktivitas fisiknya, berikan asupan makanan dengan gizi yang seimbang, mulai dari sayur, buah, daging, hingga sumber protein dan karbohidrat.

Agar semakin semangat berolahraga, Anda juga dapat memberikan minuman cokelat bernutrisi seperti Nestlé Milo pada anak. Minuman ini dapat membantu melengkapi kebutuhan gizinya.

Nestlé Milo mengandung nutrisi baik dari susu, seperti vitamin B2, B3, B6, dan B12, vitamin C, vitamin D, serta mineral seperti kalsium, fosfor, dan zat besi.

Seluruh nutrisi tersebut dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang serta menunjang kesehatan anak dengan aktivitas tinggi.

Selain bergizi, Nestlé Milo juga mengandung cokelat dengan rasa khas yang enak serta kandungan malt yang bergizi. Nestlé Milo pun pas dikonsumsi sebagai sarapan berenergi ataupun minuman lezat untuk menambah semangat anak dalam berolahraga.

Anda bisa mengetahui lebih jauh soal peran aktivitas fisik bagi kesehatan anak dan inspirasi olahraga bagi anak aktif lewat Milo Activ Academy melalui tautan ini.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/09/23/133046820/agar-anak-tetap-aktif-di-rumah-coba-lakukan-4-olahraga-seru-ini

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.