Salin Artikel

Begini Gejala dan Cara Mencegah Pendarahan Otak

KOMPAS.com - Pendarahan otak adalah kondisi medis yang disebabkan pecahnya pembuluh arteri di organ vital manusia itu.

Pendarahan otak termasuk dalam kategori stroke dan bisa berakibat fatal. Kondisi ini dapat mematikan sel-sel otak kita sehingga perlu mendapatkan penanganan media sesegera mungkin.

Gejala pendarahan otak bisa bermacam-macam dan cenderung sukar dikenali serta terjadi mendadak.

Kita bisa saja mengalaminya setelah kepala terbentur, habis mengangkat sesuatu yang berat, atau merasakan emosi yang kuat, seperti marah, yang menyebabkan tekanan darahnya meningkat. Keluhan yang dirasakan amat dipengaruhi oleh faktor internal di dalam tubuh.

Gejala yang dirasakan juga tergantung lokasi, tingkat keparahan pendarahan maupun jumlah jaringan yang terdampak seperti fungsi memori, kemampuan bicara atau bergerak.

Meski demikian, beberapa pertanda seseorang mengalami pendarahan otak antara lain:

  • sakit kepala parah yang tiba-tiba
  • leher terasa kaku
  • lengan menjadi lemah
  • kebingungan
  • kepekaan terhadap cahaya
  • kesulitan bergerak atau berjalan
  • gemetar
  • kejang
  • wajah terkulai
  • bicara menjadi tidak jelas

Harus diingat pula, sejumlah keluhan tersebut belum tentu merupakan gejala pendarahan otak. Membutuhkan analisa dari dokter untuk memastikan diagnosanya agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara mencegah pendarahan otak

Kita memiliki risiko mengalami pendarahan otak yang lebih tinggi jika memiliki kebiasaan atau pola hidup yang tidak sehat. Oleh sebab itu, kita bisa melakukan perubahan perilaku untuk menekan potensinya.

Berikut adalah cara mencegah pendarahan otak terjadi pada diri kita maupun orang terdekat:

  • Menjaga tekanan darah

Dikutip dari situs Web MD, penelitian membuktikan 80 persen pasien yang mengalami pendarahan otak memiliki riwayat darah tinggi.

Oleh sebab itu, pastikan untuk selalu memantau tensi darah agar terhindar dari risiko tersebut.

Kontrol tekanan darah kita dengan menjaga pola makan tetap sehat, rutin berolahraga dan jika diharuskan konsumsi obat-obatan tertentu.

Buah dan sayuran tertentu juga bisa bermanfaat untuk menjaga tekanan darah termasuk melon, semangka dan yoghurt.

  • Hentikan kebiasaan merokok

Merokok adalah kebiasaan buruk yang dapat memicu banyak penyakit termasuk pendarahan otak. Jangan mencoba kebiasaan ini dan segeralah berhenti sebelum kecanduan nikotin.

  • Tidak mengkonsumsi obat-obatan terlarang

Obat-obatan terlarang dapat berpengaruh buruk karena menyebabkan komplikasi kesehatan. Narkotikan jenis kokain misalnya dapat meningkatkan risiko pendarahan di otak.

  • Menghindari cedera kepala

Benturan keras yang menyebabkan cedera kepala dapat memicu pendarahan otak yang parah. Oleh sebab itu, pastikan untuk terhindari dari insiden yang dapat menyebabkan kondisi ini.

Misalnya saja selalu mengenakan helm ketika berkendara sepeda motor atau naik sepeda. Gunakan pula sabuk pengaman dan berhati-hati ketika mengendarai mobil.

  • Menjaga kesehatan

Pendarahan otak bisa disebabkan oleh penyakit bawaan atau kelainan tertentu. Jika memiliki masalah kesehatan seperti aneurisma atau kelainan darah, segera lakukan pengobatan.

Konsultasikan ke dokter cara menanganinya agar tidak memicu komplikasi di masa mendatang seperti pendarahan otak.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/09/24/174105320/begini-gejala-dan-cara-mencegah-pendarahan-otak

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.