Salin Artikel

Konsumsi Produk Olahan Susu Ternyata Berdampak Baik bagi Jantung

KOMPAS.com - Mengonsumsi produk olahan susu (dairy foods) memang bisa membuat sebagian orang mengalami alergi, intoleransi, dan penambahan berat badan.

Namun, sebuah studi yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal PLOS Medicine menunjukkan bahwa manfaat mengonsumsi produk olahan susu lebih besar dari yang kita kira.

Studi tersebut menemukan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak lemak dalam produk olahan susu sebenarnya memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.

"Semakin banyak bukti yang menunjukkan dampak kesehatan dari produk olahan susu. Mungkin ini juga tergantung pada jenisnya seperti keju, yogurt, susu, dan mentega," kata penulis utama studi dari George Institute for Global Health di Sydney, Australia, Kathy Trieu.

"Studi kami menunjukkan bahwa mengurangi lemak susu atau menghindari produk susu sama sekali bukan pilihan terbaik untuk kesehatan jantung," sambung dia.

Dalam proses mempelajari masalah ini, Trieu dan timnya pergi ke Swedia untuk mengukur kadar asam lemak darah yang kebanyakan ditemukan dalam produk olahan susu.

Swedia juga dikenal sebagai salah satu konsumen dan produsen produk susu tertinggi di dunia.

Para peneliti terus mengikuti lebih dari 4.000 peserta, yang darahnya dianalisis selama rata-rata 16 tahun dengan menyesuaikan faktor risiko penyakit kardiovaskular pada kelompok yang mengalami serangan jantung, stroke, dan penyakit peredaran darah lainnya.

Studi tersebut kemudian menemukan bahwa mereka yang darahnya mengandung kadar asam lemak tertinggi memiliki risiko penyakit kardiovaskular terendah dan tidak ada peningkatan risiko kematian dari semua penyebab.

Tapi, para peneliti tidak berhenti di Swedia. Mereka mengonfirmasi temuan mereka dengan menggabungkan hasil dari 17 penelitian lain yang melibatkan 43.000 orang dari Amerika Serikat, Inggris dan Denmark.

"Sementara temuan ini mungkin sebagian dipengaruhi oleh faktor-faktor selain lemak susu, penelitian kami tidak menunjukkan bahaya apa pun dari lemak susu," kata peneliti senior di Institut George, Matti Marklund.

Di sisi lain, studi tersebut menunjukkan bahwa kelompok dengan biomarker tertinggi asupan susu memiliki BMI yang lebih rendah (berat badan ideal), lebih aktif secara fisik, dan memiliki tingkat merokok yang lebih rendah.

Mereka juga memiliki risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular yang lebih rendah, lebih sering mengonsumsi asupan sayuran, buah, dan ikan, serta mengurangi asupan daging olahan.

Trieu mengatakan bahwa meskipun produk olahan susu kaya akan lemak jenuh, namun itu juga kaya akan banyak nutrisi lain dan dapat menjadi bagian dari diet sehat.

"Tetapi, lemak yang sering ditemukan dalam makanan laut, kacang-kacangan, dan minyak nabati memiliki manfaat kesehatan yang lebih besar daripada lemak susu," ujar dia.

Brian Power, seorang dosen di departemen kesehatan dan ilmu gizi di Institute of Technology Sligo di Irlandia, mengatakan bahwa penelitian ini harus mendorong para ilmuwan untuk memikirkan kembali hubungan antara makanan dan penyakit.

"Produk susu tidak perlu dihindari," terang Power yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

"Ini sebagian besar hilang dalam terjemahannya ketika mengomunikasikan apa yang kita ketahui tentang makan sehat," imbuh dia.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/09/24/190224020/konsumsi-produk-olahan-susu-ternyata-berdampak-baik-bagi-jantung

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.