Salin Artikel

Kreasi Roger Dubuis, Arloji yang Terinspirasi Dunia Balap

KOMPAS.com - Kerja sama antara watchmaker dengan perusahaan di bidang otomotif bukan hal baru di dunia horologi.

Tetapi, proyek yang digarap pembuat jam Roger Dubuis dan penyedia ban Formula 1 (F1), Pirelli tergolong tidak biasa.

Kedua kolaborator merancang arloji khusus bernama Excalibur Spider Pirelli, yang sekilas seperti arloji kebanyakan.

Keunikan arloji ini terletak pada tali jam, yang menggunakan karet ban dari salah satu produk unggulan Pirelli.

Dan bukan sembarang ban, melainkan ban yang sebelumnya dipakai pada mobil yang menjuarai balapan Formula 1.

Lalu untuk mencegah aus atau retakan, ban tersebut diberi lapisan khusus agar lebih kuat, sekaligus aman digunakan ketika bersentuhan dengan kulit.

Tapi bukan itu saja hal menarik yang terdapat pada Excalibur Spider Pirelli.

1. Sistem pelepasan tali, bezel, dan crown yang berbeda

Pit stop adalah tempat di mana kendaraan balap F1 berhenti untuk pengisian bahan bakar, penggantian ban, penyesuaian mekanis, dan banyak lagi.

Umumnya, mobil balap F1 akan berhenti di pit stop dalam waktu singkat, sekitar dua detik.

Di waktu yang singkat itulah, mekanik F1 dapat melakukan banyak hal, mulai dari mengisi bahan bakar hingga mengganti empat ban mobil balap F1.

Nah, konsep tersebut diterjemahkan Roger Dubuis dalam sistem yang dinamai quick release strap system.

Excalibur Spider Pirelli dibekali sistem pemasangan dan pelepasan tali dengan sekali tekan, menggunakan sprung latch atau gerendel pegas untuk mengunci atau mengendurkan tali.

Selain tali jam, bagian crown (kenop pemutar) dan bezel juga dapat diganti secara cepat.

Kuncinya, perhatikan tulisan "Lock" dan "Free" yang berada di sisi kiri cangkang jam tangan.

Pengguna hanya perlu memutar bezel berlawanan dari arah jarum jam untuk mengganti bezel (Free), dan memutar searah jarum jam untuk mengunci bezel (Lock).

"Sama seperti di sirkuit balap, kita harus bisa mengganti ban dengan cepat, mudah, dan simpel. Prinsip itulah yang juga diterapkan untuk mengganti bezel, tali, serta crown pada jam ini," ujar Laurent Toinet, Managing Director - South East Asia & Oceania - Manufacture Roger Dubuis dalam acara virtual Rabu (23/9/2021).

Sistem seperti ini banyak diterapkan dalam industri olahraga, misalnya untuk memasang komputer pada sepeda.

Namun agaknya, tidak banyak watchmaker yang menggunakan sistem sederhana ini pada bezel sebuah jam tangan.

Proses penggantian bezel pada Excalibur Spider Pirelli terbilang mudah, cepat, dan sederhana.

Lalu bagaimana dengan penggantian crown atau kenop pemutar?

Sistem atau cara kerjanya hampir mirip dengan sistem penggantian bezel, namun sedikit lebih sulit.

Dibutuhkan dorongan dan putaran untuk melepas crown maupun memasang crown yang baru.

2. Desain cangkang, dial, dan jarum jam

Cangkang ini terbuat dari bahan titanium DLC (diamond-like carbon) hitam, dengan diameter besar yaitu 45 milimeter.

Tiga lug yang biasanya ditemukan pada cangkang model Excalibur lama masih tetap dipertahankan.

Desain cangkang memiliki tampilan pahatan (sculptured) dengan detail yang mengingatkan kita akan desain ban mobil balap F1.

Bagian dial dibuat transparan (skeleton), yang menampilkan mesin jam kaliber RD 8 20 SQ.

Seluruh gerakan mesin yang indah dapat terlihat melalui kisi-kisi di bagian dial, termasuk sistem micro-rotor winding di dekat indeks angka 11 dan balance wheel pada indeks angka 8.

Hanya ada dua jarum (hand) pada dial, yakni jarum jam dan menit.

Kedua jarum tersebut berbahan emas dan diberi lapisan physical vapor deposition (PVD) hitam, serta material SuperLuminova yang akan menyala di ruangan minim cahaya.

Bagian tali jam --seperti yang sudah disinggung di paragraf awal, menggunakan bahan karet dari ban mobil balap F1 besutan Pirelli.

Lebih tepatnya, Pirelli menggunakan sisi samping ban untuk tali jam arloji ini.

Kemudian, detail berupa garis warna yang tebal pada tali mengacu pada kode warna pada ban buatan Pirelli yang digunakan mobil balap F1.

Kode warna pada ban Pirelli menunjukkan penggunaan ban untuk kondisi lintasan balap yang berbeda, yakni:

- Jingga (lintasan basah)
- Biru muda (lintasan intermediate)
- Merah (super soft)
- Kuning (soft)
- Putih (medium)
- Perak (hard)

Meski begitu, pada seri kali ini, Roger Dubuis merilis tiga warna, yaitu biru, merah, dan putih.

3. Mesin

Mesin ini berdetak pada kecepatan 28.800 beat per hour (BPH) dan dibekali cadangan daya 60 jam, serta sudah mendapat sertifikasi Poincon de Geneve.

Gerakan mesin terlihat di cangkang depan maupun belakang, karena watchmaker menerapkan dial transparan atau skeleton.

Di bagian cangkang belakang, tampak logo Pirelli yang tertera di kaca pelindung safir.

Roger Dubuis Excalibur Spider Pirelli sudah tersedia dengan harga Rp 1.294.704.000 di Time Place Plaza Indonesia.

Pembeli akan mendapatkan satu kit warna, sementara kit warna tambahan bisa dibeli terpisah. Setiap kit warna hanya diproduksi terbatas, yaitu 88 unit.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/09/24/234732120/kreasi-roger-dubuis-arloji-yang-terinspirasi-dunia-balap

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.