Salin Artikel

Pesan Pantang Menyerah dari Varsity Jacket Losinggrip

KOMPAS.com - Belakangan, popularitas varsity jacket kembali menonjol di mana berbagai merek, termasuk brand lokal, berlomba-lomba memunculkan desain yang unik-unik pada jaket ini.

Padahal jaket varsity sudah lama muncul, dan diyakini bermula dari Universitas Harvard pada tahun 1865.

Tim bisbol Harvard pada saat itu adalah kelompok siswa pertama yang diketahui menjahit tambalan huruf "H" yang besar ke seragam mereka.

Tapi seragam ini tidak seperti jaket varsity yang kita kenal sekarang, atau bisa dibilang belum berevolusi menjadi gaya yang sekarang.

Seragam Harvard pada dasarnya adalah pullover flanel abu-abu rajutan tebal dan, dengan huruf "H" raksasa dijahit tepat di bagian tengah, sehingga juga dikenal sebagai sweater "letterman".

Sweater dengan huruf itu kemudian ditiru oleh klbu-klub lain dengan berbagai variasi. Ada yang memindahkan huruf ke samping, ada yang menambahi logo, ada pula yang bereksperimen dengan bahan berbeda.

Nah, bentuk yang paling populer barangkali adalah jenis jaket dengan lengan berbahan kulit dan tulisan atau logo di bagian punggung dan dada kiri.

Namun meski telah banyak mengalami perubahan selama bertahun-tahun, satu hal yang tidak berubah adalah makna varsity jaket yang melambangkan pencapaian, persaudaraan, atau persatuan.

Hal inilah yang diadopsi Losinggrip, brand lokal asal Cianjur lewat varsity jacket terbarunya dengan model "big logo".

Yup, jaket yang belum diberi nama ini memiliki "DNA" varsity kuat, mulai dari memunculkan logo-logo besar di beberapa sisi, serta perpaduan warna krem pada lengan, dan hitam di badan.

Big logo untuk varsity jacket ini muncul di setiap sisi. Logonya pun beragam. Bagian depan, misalnya, ada huruf "L", tulisan Never Surender By hingga custom smiley.

Sementara di kedua lengan terdapat tiga logo bonfire dan rocket. Kemudian di bagian belakang, Losinggrip kembali munculkan logo besar--perpaduan gambar seperti bom dan tulisan khas "LOSINGGRIP".

Pemilik Losinggrip, Ipey Peri Sandria, mengungkapkan ada makna di balik pemilihan logo pada varsity jacket ini. Adapun salah satu gagasan utama dari kombinasi logo-logo di atas adalah tidak patah semangat dengan keadaan, meski sedang terpuruk.

"Kita tahu, kalau selama setahun belakangan Indonesia dilanda pandemi Covid-19. Varsity jacket ini ingin menyampaikan pesan bahwa kita tidak boleh patah semangat melawan pandemi, harus seperti rocket yang terbang, api unggun yang terus menyala dan bom meledak-ledak," tegas Ipey.

Dan kombinasi logo itu diakhir dengan kata Never Surrender. Akhiran penyemangat yang apik agar tak patah arang melawan pandemi.

Material eksklusif

Detail-detail sederhana di varsity, seperti line berwarna orange di bagian pergelangan, bawah dan kerah--membuat jacket ini fresh dipandang.

"Varsity jacket ini jawaban untuk Gripper (penggemar Losinggrip) yang mengidam-idamkan tampil keren dengan model kekinian," kata Ipey.

Buat Gripper yang mau mendapatkan varsity jacket ini tidak perlu takut kantong bolong. Yup, dengan harga Rp 300.000--Gripper sudah bisa mendapatkannya.

Untuk memudahkan para Gripper, Losinggrip membuka sistem pre-order dengan sistem cicilan pembayaran Rp 100.000 sebanyak tiga kali.

Losinggrip juga menawarkan Gripper untuk memberikan nama varsity jacket. Bagi yang beruntung, usulan nama bisa disampaikan lewat akun instagram Losinggrip, lalu akan dipilih, dan pemenangnya bakal mendapatkan hadiah menarik.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/09/30/191622420/pesan-pantang-menyerah-dari-varsity-jacket-losinggrip

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.