Salin Artikel

Jarred Aslett Turunkan Berat Badan 100 Kg dalam 15 Bulan, Apa Rahasianya?

KOMPAS.com - Dibutuhkan niat dan kerja keras untuk memiliki berat badan ideal.

Ada orang yang berjuang sekuat tenaga untuk menurunkan berat badan namun sulit memeroleh hasil yang diinginkan.

Namun perlu diketahui, setiap usaha pasti membuahkan hasil yang manis. Itulah yang dirasakan pria bernama Jarred Aslett saat ini.

Seperti diberitakan Today, pria tersebut mengalami perubahan besar setelah pertunangannya berakhir.

Berat badan Aslett terus bertambah, dan akhirnya mencapai 217,7 kilogram.

Akibatnya, ia kesulitan melakukan aktivitas yang digemarinya, seperti hiking, berselancar, atau bermain snowboarding.

Ditambah lagi, ia sering mengonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah yang terlalu banyak.

Setelah mengecek kondisi kesehatannya, Aslett mulai mengurangi asupan minuman beralkohol.

Ia pun mendaftar sebagai anggota di gym sembari berfokus pada kesehatan mentalnya.

"Saya juga pergi ke terapi untuk pertama kalinya dan berurusan dengan banyak masalah yang membuat saya minum berlebihan dan menjalani kebiasaan tidak sehat," tutur pria yang berdomisili di Idaho, AS tersebut.

"Saya hanya bisa fokus pada kesehatan saya dan mengusahakan hal itu."

Hal pertama yang dia lakukan adalah mengurangi asupan minuman beralkohol.

"Sebagian besar kenaikan berat badan saya berasal dari alkohol, itu hanya minum untuk melarikan diri dari kenyataan," jelasnya.

"Saya tidak pernah berhenti minum alkohol total, hanya mengendalikannya."

Ia bergabung dengan saudaranya di sebuah tempat fitnes dan berolahraga selama satu setengah jam.

Meski Aslett bisa berolahraga 90 menit, ia masih kesulitan secara fisik maupun mental.

"Dulu saya juga seorang atlet, jadi saya akrab dengan gym dan angkat besi."

"Tetapi momen pertama kali di gym sangat emosional ketika saya menyadari seberapa jauh saya telah tertinggal," katanya.

"Saya tidak mengangkat beban seberat dulu dan itu mengejutkan bahwa saya memiliki jalan yang panjang."

Aslett terus berlatih selama lima hari dalam seminggu dengan melatih kelompok otot yang berbeda-beda.

Bahkan, dia juga mulai mengajak anjing kesayangannya berjalan-jalan di luar rumah.

"Kami baru saja berjalan 1,6 kilometer dan itu bagus," terang Aslett.

"Sekarang kami berjalan 6,4 hingga 8 kilometer sehari, tidak masalah, dan saya mengajak anjing saya mendaki di akhir pekan."

Begitu dunia dilanda pandemi, ia pun memilih bersepeda di rumah.

Dia memulai latihan dengan bersepeda 8 kilometer dan berusaha mencapai 48 kilometer.

"Awalnya saya melakukan lebih banyak latihan kardio,” tutur Aslett.

"Begitu saya berolahraga, terjadilah lockdown."

"Akhirnya saya membangun tempat fitnes di garasi rumah, dan 90 persen dari berat badan saya yang hilang dilakukan di home gym itu dengan menggunakan peralatan yang saya punya."

"Saya bukan orang yang makan dalam jumlah banyak atau semacamnya," tutur Aslett.

"Saya hanya makan semua makanan yang keliru, seperti pizza beku atau makaroni dan keju atau makanan cepat saji."

"Kemudian saya menghitung kalori saya, dan saya tidak melakukan diet tertentu, tetapi hanya mengurangi kalori."

Dalam kurun waktu 15 bulan, Aslett berhasil mengurangi bobotnya sebanyak 99,7 kilogram sehingga berat badannya menjadi 117 kilogram.

Dia berencana untuk terus menurunkan berat badannya hingga menjadi sekitar 104 kilogram, dan menjalani operasi pengangkatan kulit.

"Terapi menjadi bagian terpenting dari transformasi tubuh ini, di mana saya tumbuh sebagai seorang pria," kata Aslett.

"Saya tidak membicarakan masalah yang saya miliki, hanya memendam masalah, yang akhirnya membuat saya minum alkohol."

Transformasi fisiknya membuat Aslett mampu menjalani beragam aktivitas yang sebelumnya tak dapat dilakukan karena terhalang oleh berat badannya.

"Musim dingin lalu ketika saya kehilangan sekitar 36 kilogram, saya bermain snowboarding lagi," ucap dia.

"Saya memiliki berat badan normal dan saya sangat bersemangat karena salju turun sehingga saya bisa bermain sepanjang musim dingin tahun ini."

1. Mendapatkan dukungan dari orang lain

Ketika pertama kali berolahraga, Aslett pergi ke gym bersama saudara laki-lakinya yang terus memotivasi Aslett.

Setelah menurunkan berat badan, dia mengubah setelan akun Instagram miliknya menjadi publik agar setiap orang dapat melihat transformasi Aslett.

"Saya memiliki lebih dari 300.000 pengikut sehingga mereka benar-benar membantu dengan akuntabilitas," katanya.

"Ada banyak orang yang melihat saat ini dan itu membuat saya bersemangat untuk bergerak maju."

2. Tidak menjalani diet ketat

Aslett mengonsumsi lebih sedikit kalori dan itu membantu dia dalam menurunkan berat badan.

Dia merasa lega tidak harus mengikuti diet yang ketat.

"Kita tidak harus terjebak dalam semua detail dalam budaya diet," sebut pria berusia 32 tahun itu.

"Lakukan riset sendiri dan dengarkan sumber yang kredibel."

3. Disiplin

"Disiplin jauh lebih penting daripada motivasi," imbuhnya.

"Motivasi tidak selalu ada, tetapi disiplin harus ada jika kita ingin sukses."

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/10/07/071048720/jarred-aslett-turunkan-berat-badan-100-kg-dalam-15-bulan-apa-rahasianya

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.